um'at, 15 Oktober 2010 20:30:58 WIB
Reporter : M. Syafaruddin
Surabaya- Tahun ini dipastikan tidak ada dana APBD Surabaya yang akan mengucur untuk klub profesional, yakni Persebaya. Oleh sebab itu, nantinya tim Persebaya Divisi Utama akan mengandalkan uang dari simpatisan.
Ketua Umum Persebaya Divisi Utama, Wisnu Wardhana mengatakan, hingga saat ini pihaknya belum memikirkan soal dana. Sebab, langkah awal yang menjadi prioritasnya adalah menyelamatkan Baajul Ijo agar bisa berlaga di Divisi Utama. "Yang penting hidup dulu, kita jangan tanya uang dari mana," kata Wisnu, Jumat (15/10/2010). Pria asal Malang ini sadar, dana APBD tidak akan turun untuk Persebaya. Meski begitu, ia sangat yakin tim Persebaya bisa tetap eksis. "APBD memang tidak akan cair. Kita akan gunakan dana dari simpatisan yang berempati kepada Persebaya," imbuh Wisnu.
Mengenai ancaman Komisaris PT Persebaya Indonesia (PTPI), Saleh Ismail Mukadar yang akan melaporkan Wisnu ke Polisi, Ketua DPRD Surabaya ini tidak gentar. Justru ia menilai tindakan Saleh adalah hal konyol.
"Silahkan, tidak punya Persebaya kok melaporkan, ya saya laporkan balik. Persebaya bukan milik perorangan. Kalau dilaporkan malah konyol yang melaporkan itu," sindirnya lantas tersenyum.
Wisnu juga mempertanyakan status PT Persebaya Indonesia yang terbentuk tahun 2008 lalu. Menurut Wisnu, perusahaan ini tidak jelas kepemilikannya serta pendanannya. Apalagi saat ini sudah bekerja sama dengan konsorsium Liga Primer Indonesia. "Bagaimana orang membeli Persebaya, coba saya diajari," imbunnya.
Dikonfirmasi mengenai hal ini, Direktur Utama PTPI, Cholid Goromah marah besar. Ia menyangkal jika PTPI dimiliki perorangan. Sebab dalam pembentukannya dua tahun lalu, 30 klub juga dilibatkan. Bahkan terdapat dua perwakilan, yakni Wastomi Suheri dan Amang Mulia.
"Ini tidak jelas, ini dusta. Dalam pembentukan PT, Wastomi dilibatkan, coba tanyakan saja ke dia. PT itu dibuat oleh 30 klub, bukan perorangan," sanggah Cholid.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar