Minggu, 31 Oktober 2010 07:51:22 WIB
Reporter : M. Syafaruddin
Surabaya - Persebaya Surabaya saat ini melakukan proteksi ketat terhadap dua pemain asingnya, yakni bek Juan Marcelo Cirelli dan gelandang John Tarkpor. Proteksi diberlakukan untuk menghindari kasus seperti Amick Ciani.
Gara-gara memutuskan untuk berlaga di kompetisi Indonesia Premiere League (IPL), Persebaya Surabaya harus kehilangan Amick Ciani. Padahal striker asal Prancis itu sudah sepakat bergabung, tinggal tanda tangan kontrak saja. Seperti yang disampaikan agen Ciani, Jules Denis Onana, pihaknya tidak bisa berbuat banyak. Ia mengakui, ancaman PSSI yang akan mencabut lisensi agennya di Indonesia cukup menyita pikiran. Ujung-ujungnya, ia terpaksa menarik Ciani dari Persebaya, meski akibat dari ancaman dan penarikan Ciani, ia mengaku rugi jutaan rupiah.
Menanggapi kepergian Ciani, CEO PT Pengelola Persebaya (PT PP) Llano Mahardika membuka mulut. Ia mengungkapkan, para pemain asing sebenarnya tidak perlu khawatir dengan ancaman organiasi yang diketuai Nurdin Halid ini. Sebab, lanjut Llano, tidak semudah itu PSSI melakukan pelarangan.
"Kalau saya melihat mereka (PSSI.red) hanya ketakutan saja. Sehingga mereka melakukan segala cara dan intimidasi agar pelaku IPL ketakutan," terang Llano. Dengan batal bergabungnya Ciani, praktis Bajul Ijo hanya punya dua pemain asing, yakni bek Juan Marcelo Cirelli dan gelandang John Tarkpor.
Llano mengaku, pihaknya sudah berbicara dengan pemain asing Persebaya yang dikontrak Persebaya untuk mengarungi kompetisi IPL. Alumni SMAN 5 Surabaya ini menambahkan, pihaknya bakal melakukan proteksi khusus ke pamain dari 'gangguan' PSSI.
"Tapi dengan catatan, pemain yang bersangkutan juga berkeinginan dan tidak ketakukan ketika bermain untuk Persebaya,” tegas mantan pejabat PT Liga Indonesia (PTLI) ini.
Sabtu, 30 Oktober 2010
AMICK CIANI TAK JADI GABUNG PERSEBAYA
Minggu, 31 Oktober 2010 07:34:36 WIB
Reporter : M. Syafaruddin
Surabaya - Ancaman PSSI pada agen pemain asing yang permain di Indonesia Premiere League (IPL) mulai berimbas kepada Persebaya Surabaya. Tim Bajul Ijo dipastikan bakal kehilangan striker asal Prancis, Amick Ciani.
Ciani harus meninggalkan Mess Karanggayam karena agennya, Jules Onana tidak mau ketakutan dengan ancaman PSSI. Padahal mantan pemain SK Ronse ini sudah hampir sebulan bergabung dengan tim. Selain itu, Ciani digadang-gadang sebagai pemain termahal tim yang identik dengan warna hijau ini. Meski meninggalkan Persebaya, Ciani tidak harus membayarkan 200 persen dari nilai kontrak. Pasalnya, meski sudah sepakat dengan harga, namun hingga saat ini Ciani belum membubuhkan tanda tangan kontrak. Sebab, ada salah satu klausul yang belum menemui titik temu.
Kepastian gagal bergabungnya Ciani disampaikan langsung oleh agennya, Jules Denis Onana. Kepada wartawan, Minggu (31/10/2010), Onana mengaku terpaksa menarik Ciani karena ancaman PSSI.
"Kalau dia (Ciani.red) tetap di Persebaya, dan international transfer certificate (ITC) nya tidak keluar nanti tambah repot. Meski sebenarnya Ciani sudah enjoy di Surabaya. Tapi, mau bagaimana lagi," ucap Onana.
Sebagai agen, Onana mengaku posisinya serba sulit. Apalagi ia sudah menghabiskan jutaan Rupiah untuk mendatangkan kakak pemain Timnas Prancis, Michael Ciani ke Indonesia. Ia pun pasrah jika harus mengemban kerugian cukup banyak.
"Itu tidak masalah. Ini adalah bisnis. Jadi kadang untung kadang pula rugi," sambung eks pemain Timnas Kamerun ini.
Onana mengaku, jika dirinya memaksanakan pemainnya bergabung dengan tim IPL, maka lisensi agennya akan dicabut oleh organisasi yang dipimpin Nurdin Halid ini.
Reporter : M. Syafaruddin
Surabaya - Ancaman PSSI pada agen pemain asing yang permain di Indonesia Premiere League (IPL) mulai berimbas kepada Persebaya Surabaya. Tim Bajul Ijo dipastikan bakal kehilangan striker asal Prancis, Amick Ciani.
Ciani harus meninggalkan Mess Karanggayam karena agennya, Jules Onana tidak mau ketakutan dengan ancaman PSSI. Padahal mantan pemain SK Ronse ini sudah hampir sebulan bergabung dengan tim. Selain itu, Ciani digadang-gadang sebagai pemain termahal tim yang identik dengan warna hijau ini. Meski meninggalkan Persebaya, Ciani tidak harus membayarkan 200 persen dari nilai kontrak. Pasalnya, meski sudah sepakat dengan harga, namun hingga saat ini Ciani belum membubuhkan tanda tangan kontrak. Sebab, ada salah satu klausul yang belum menemui titik temu.
Kepastian gagal bergabungnya Ciani disampaikan langsung oleh agennya, Jules Denis Onana. Kepada wartawan, Minggu (31/10/2010), Onana mengaku terpaksa menarik Ciani karena ancaman PSSI.
"Kalau dia (Ciani.red) tetap di Persebaya, dan international transfer certificate (ITC) nya tidak keluar nanti tambah repot. Meski sebenarnya Ciani sudah enjoy di Surabaya. Tapi, mau bagaimana lagi," ucap Onana.
Sebagai agen, Onana mengaku posisinya serba sulit. Apalagi ia sudah menghabiskan jutaan Rupiah untuk mendatangkan kakak pemain Timnas Prancis, Michael Ciani ke Indonesia. Ia pun pasrah jika harus mengemban kerugian cukup banyak.
"Itu tidak masalah. Ini adalah bisnis. Jadi kadang untung kadang pula rugi," sambung eks pemain Timnas Kamerun ini.
Onana mengaku, jika dirinya memaksanakan pemainnya bergabung dengan tim IPL, maka lisensi agennya akan dicabut oleh organisasi yang dipimpin Nurdin Halid ini.
Jumat, 29 Oktober 2010
Pemain Asing Terancam Pencabutan Izin, Saleh Kecam PSSI
Sabtu, 30 Oktober 2010 07:47:45 WIB
Reporter : M. Syafaruddin
Surabaya - Ancaman dari PSSI kepada agen pemain terkait pembelotan Bajul Ijo ke Indonesia Premiere League (IPL) membuat Komisaris Utama PT Persebaya Indonesia (PTPI), Saleh Ismail Mukadar berang. Pemain Asing yang meninggalkan Persebaya harus membayar 200 persen dari kontrak.
Saleh mengakui sudah tahu beberapa hari lalu agen sudah menemui pemain asing Persebaya. Dalam pertemuan itu sang agen menjelaskan tentang ancaman PSSI dan segala resikonya.
"Tidak bisa seperti itu. Sekarang saya tanya, pemain dikontrak Persebaya atau PSSI," ucapnya tegas. "Jika mereka meninggalkan klub ini, maka sesuai dengan kontrak, mereka harus membayar 200 persen dari nilai kontrak," lanjutnya. Menurutnya, klausul seperti itu memang sudah tercantum di dalam kontrak pemain.
Saleh juga mengkritik tindakan PSSI yang sering main ancam. Setelah klub diancam bakal dicoret keanggotaannya, kini agen pemain asing bakal dicabut izin kerjanya dan pemain asing itu sendiri akan dideportasi. "Hak apa mereka melakukan itu. Mereka bukan badan imigrasi kan," papar Saleh, Sabtu (30/10/2010).
Pelatih Persebaya, Aji Santoso menerangkan, akibat dari ancaman PSSI itu, pemain asingnya kini kurang tenang dan terbayang-bayang bakal diblack list. Tak heran jika Juan Marcelo Cirelli, John Tarkpor dan Amick Ciani bermain tidak maksimal saat laga uji coba lawan Persekam Metro FC, Jumat (29/10/2010) sore.
Aji nampak kurang sependapat dengan pernyataan pedas yang dilontarkan Saleh Mukadar tentang ancaman PSSI. Menurut Aji, praktek di lapangan tidak semudah teori. "Tidak bisa seperti itu juga. Bagaimana pun pemain pasti terganggu. Bagaimana bila izinnya dicabut," katanya.
Sebenarnya, pria asal Kepanjen, Kabupaten Malang ini juga resah dengan kondisi saat ini. Apalagi sebagai pelatih, ia terancam bakal dicabut lisensinya oleh PSSI. Mengenai hal ini, Aji memilih hemat komentar.
"Saya tidak mau mempermasalahkan itu dulu," tutup mantan pelatih Persema Malang dan Persisam Samarinda inI.
Reporter : M. Syafaruddin
Surabaya - Ancaman dari PSSI kepada agen pemain terkait pembelotan Bajul Ijo ke Indonesia Premiere League (IPL) membuat Komisaris Utama PT Persebaya Indonesia (PTPI), Saleh Ismail Mukadar berang. Pemain Asing yang meninggalkan Persebaya harus membayar 200 persen dari kontrak.
Saleh mengakui sudah tahu beberapa hari lalu agen sudah menemui pemain asing Persebaya. Dalam pertemuan itu sang agen menjelaskan tentang ancaman PSSI dan segala resikonya.
"Tidak bisa seperti itu. Sekarang saya tanya, pemain dikontrak Persebaya atau PSSI," ucapnya tegas. "Jika mereka meninggalkan klub ini, maka sesuai dengan kontrak, mereka harus membayar 200 persen dari nilai kontrak," lanjutnya. Menurutnya, klausul seperti itu memang sudah tercantum di dalam kontrak pemain.
Saleh juga mengkritik tindakan PSSI yang sering main ancam. Setelah klub diancam bakal dicoret keanggotaannya, kini agen pemain asing bakal dicabut izin kerjanya dan pemain asing itu sendiri akan dideportasi. "Hak apa mereka melakukan itu. Mereka bukan badan imigrasi kan," papar Saleh, Sabtu (30/10/2010).
Pelatih Persebaya, Aji Santoso menerangkan, akibat dari ancaman PSSI itu, pemain asingnya kini kurang tenang dan terbayang-bayang bakal diblack list. Tak heran jika Juan Marcelo Cirelli, John Tarkpor dan Amick Ciani bermain tidak maksimal saat laga uji coba lawan Persekam Metro FC, Jumat (29/10/2010) sore.
Aji nampak kurang sependapat dengan pernyataan pedas yang dilontarkan Saleh Mukadar tentang ancaman PSSI. Menurut Aji, praktek di lapangan tidak semudah teori. "Tidak bisa seperti itu juga. Bagaimana pun pemain pasti terganggu. Bagaimana bila izinnya dicabut," katanya.
Sebenarnya, pria asal Kepanjen, Kabupaten Malang ini juga resah dengan kondisi saat ini. Apalagi sebagai pelatih, ia terancam bakal dicabut lisensinya oleh PSSI. Mengenai hal ini, Aji memilih hemat komentar.
"Saya tidak mau mempermasalahkan itu dulu," tutup mantan pelatih Persema Malang dan Persisam Samarinda inI.
ANCAMAN PSSI HANTUI PEMAIN ASING
Jum'at, 29 Oktober 2010 20:56:05 WIB
Reporter : M. Syafaruddin
Surabaya- Ancaman PSSI kepada agen pemain asing akhirnya berimbas di tim Persebaya Surabaya. Tiga pemain asing Bajul Ijo, Juan Marcelo Cirelli, John Tarkpor dan Amick Ciani bermain tidak maksimal saat melakoni uji coba lawan tim Divisi Utama, Persekam Metro FC.
Pada uji coba yang dilakukan, Jumat (29/10/2010) sore, kedua tim hanya bermain imbang tanpa gol. Sepanjang pertandingan, tiga striker, Amick Ciani, Nico Susanto dan Miko Ardiyanto seperti macan ompong. Ketiganya tidak bisa mencetak sebiji gol meski mendapat banyak peluang.
Reporter : M. Syafaruddin
Surabaya- Ancaman PSSI kepada agen pemain asing akhirnya berimbas di tim Persebaya Surabaya. Tiga pemain asing Bajul Ijo, Juan Marcelo Cirelli, John Tarkpor dan Amick Ciani bermain tidak maksimal saat melakoni uji coba lawan tim Divisi Utama, Persekam Metro FC.
Pada uji coba yang dilakukan, Jumat (29/10/2010) sore, kedua tim hanya bermain imbang tanpa gol. Sepanjang pertandingan, tiga striker, Amick Ciani, Nico Susanto dan Miko Ardiyanto seperti macan ompong. Ketiganya tidak bisa mencetak sebiji gol meski mendapat banyak peluang.
GIOVANI VAN BROCKHORST AKAN HADAPI PERSEBAYA LPI
Sabtu, 30 Oktober 2010 07:30:44 WIB
Reporter : M. Syafaruddin
Surabaya - Lawan yang akan dihadapi tim Persebaya Surabaya di laga amal, 10 November mendatang ternyata bukan klub dari eropa barat. Melainkan pemain keturunan Indonesia yang saat ini berlaga di Liga Eropa.
Komisaris Utama PT Persebaya Indonesia (PTPI), Saleh Ismail Mukadar mengungkapkan, tim yang akan dihadapi klubnya adalah kumpulan pemain keturunan yang disatukan dalam sebuah tim.
"Awalnya ada 30 nama, setelah diverifikasi lagi mengerucut menjadi 18 pemain saja," ucap Saleh Sabtu (30/10/2010).
Saat ini, pihak konsorsium LPI sebagai penyelenggara laga amal ini masih terus mengontak pemain-pemain keturunan ini. Kabarnya, beberapa punggawa timnas Belanda yang memiliki darah Indonesia seperti, Giovanni van Bronckhorst juga diminta datang ke pertandingan amal ini.
"Belum, kita masih menunggu konfirmasi dari dia," imbuh eks Ketua Umum KONI Surabaya ini.
Tak hanya itu, tim Persebaya yang akan melawan tim pemain naturalisasi ini bukan murni pemain Bajul Ijo. Pihak LPI sebagai penyelenggara menggunakan tenaga pemain tim LPI lainnya meski meminjam nama 'Persebaya'.
"Bisa dikatakan tim Persebaya plus lah. Soalnya ada sekitar empat pemain pilihan dari LPI yang ikut gabung," lanjutnya.
Seperti yang dikabarkan sebelumnya, pertandingan amal ini dilakukan sebagai bentuk simpati dan keprihatinan sepakbola terhadap bencana di Indonesia. Kita tahu, dalam kurun waktu kurang dari sebulan, tiga bencana besar melanda negeri ini, mulai dari banjir di Wasior, Tsunami di Mentawai dan Gunung Merapi yang meletus.
"Soal sumbangan akan diberikan kemana, itu sudah diatur pihak LPI," pungkas Saleh.
Reporter : M. Syafaruddin
Surabaya - Lawan yang akan dihadapi tim Persebaya Surabaya di laga amal, 10 November mendatang ternyata bukan klub dari eropa barat. Melainkan pemain keturunan Indonesia yang saat ini berlaga di Liga Eropa.
Komisaris Utama PT Persebaya Indonesia (PTPI), Saleh Ismail Mukadar mengungkapkan, tim yang akan dihadapi klubnya adalah kumpulan pemain keturunan yang disatukan dalam sebuah tim.
"Awalnya ada 30 nama, setelah diverifikasi lagi mengerucut menjadi 18 pemain saja," ucap Saleh Sabtu (30/10/2010).
Saat ini, pihak konsorsium LPI sebagai penyelenggara laga amal ini masih terus mengontak pemain-pemain keturunan ini. Kabarnya, beberapa punggawa timnas Belanda yang memiliki darah Indonesia seperti, Giovanni van Bronckhorst juga diminta datang ke pertandingan amal ini.
"Belum, kita masih menunggu konfirmasi dari dia," imbuh eks Ketua Umum KONI Surabaya ini.
Tak hanya itu, tim Persebaya yang akan melawan tim pemain naturalisasi ini bukan murni pemain Bajul Ijo. Pihak LPI sebagai penyelenggara menggunakan tenaga pemain tim LPI lainnya meski meminjam nama 'Persebaya'.
"Bisa dikatakan tim Persebaya plus lah. Soalnya ada sekitar empat pemain pilihan dari LPI yang ikut gabung," lanjutnya.
Seperti yang dikabarkan sebelumnya, pertandingan amal ini dilakukan sebagai bentuk simpati dan keprihatinan sepakbola terhadap bencana di Indonesia. Kita tahu, dalam kurun waktu kurang dari sebulan, tiga bencana besar melanda negeri ini, mulai dari banjir di Wasior, Tsunami di Mentawai dan Gunung Merapi yang meletus.
"Soal sumbangan akan diberikan kemana, itu sudah diatur pihak LPI," pungkas Saleh.
Kamis, 28 Oktober 2010
Persebaya Rencanakan Laga Amal Lawan Tim Eropa
Jum'at, 29 Oktober 2010 10:32:24 WIB
Reporter : M. Syafaruddin
Surabaya - Bencana yang baru-baru ini melanda Indonesia membuat hati petinggi klub Persebaya Surabaya terkoyak. Sebagai bentuk rasa empati, Bajul Ijo direncanakan bakal melakukan laga amal yang dibungkus dalam pertandingan persahabatan tim dari Benua Eropa.
Komisaris Utama PT Persebaya Indonesia (PTPI) Saleh Ismail Mukadar mengatakan rencana ini sebagai bentuk empati sekaligus keprihatinan timnya terhadap saudara di Jogjakarta, Mentawai dan Wasior. Oleh sebab itu, pihaknya bakal menggelar laga amal. "Kita akan lakukan laga amal sekalugus persahabatan. Semua hasil tiket setelah di potong biaya pertandingan akan kita sumbangkan untuk korban bencana," kata Saleh, Jumat (29/10/2010) pagi.
Mengenai siapa calon lawan Persebaya dalam pertandingan ini, Saleh enggan memberikan banyak bocoran. Ia hanya menyebut tim ini berada di Eropa. "Tepatnya di Eropa barat," sambung mantan Ketua Umum KONI Surabaya ini.
Pria bertubuh subur ini menambahkan, rencananya pertandingan amal itu akan dilakukan tanggal 10 November. Sebab tanggal itu sangat kramat bagi warga Surabaya khususnya. "Kita usahakan laga ini akan digelar tanggal 10 November nanti," imbuh anggota Komisi E DPRD Jatim ini.
Sementara itu, sore nanti tim asuhan Aji Santoso akan menjalani laga uji coba lawan Persekam Metro FC di stadion Gelora 10 Nopember. Selain ingin melihat peningkatan kemampuan anak buahnya, Aji juga ingin timnya lebih padu.
Reporter : M. Syafaruddin
Surabaya - Bencana yang baru-baru ini melanda Indonesia membuat hati petinggi klub Persebaya Surabaya terkoyak. Sebagai bentuk rasa empati, Bajul Ijo direncanakan bakal melakukan laga amal yang dibungkus dalam pertandingan persahabatan tim dari Benua Eropa.
Komisaris Utama PT Persebaya Indonesia (PTPI) Saleh Ismail Mukadar mengatakan rencana ini sebagai bentuk empati sekaligus keprihatinan timnya terhadap saudara di Jogjakarta, Mentawai dan Wasior. Oleh sebab itu, pihaknya bakal menggelar laga amal. "Kita akan lakukan laga amal sekalugus persahabatan. Semua hasil tiket setelah di potong biaya pertandingan akan kita sumbangkan untuk korban bencana," kata Saleh, Jumat (29/10/2010) pagi.
Mengenai siapa calon lawan Persebaya dalam pertandingan ini, Saleh enggan memberikan banyak bocoran. Ia hanya menyebut tim ini berada di Eropa. "Tepatnya di Eropa barat," sambung mantan Ketua Umum KONI Surabaya ini.
Pria bertubuh subur ini menambahkan, rencananya pertandingan amal itu akan dilakukan tanggal 10 November. Sebab tanggal itu sangat kramat bagi warga Surabaya khususnya. "Kita usahakan laga ini akan digelar tanggal 10 November nanti," imbuh anggota Komisi E DPRD Jatim ini.
Sementara itu, sore nanti tim asuhan Aji Santoso akan menjalani laga uji coba lawan Persekam Metro FC di stadion Gelora 10 Nopember. Selain ingin melihat peningkatan kemampuan anak buahnya, Aji juga ingin timnya lebih padu.
SALEH NGAPAIN TAKUT KALAU TIDAK SALAH
Kamis, 28 Oktober 2010 09:42:23 WIB
Reporter : M. Syafaruddin
Surabaya - Komisaris Utama PT Persebaya Indonesia (PTPI) menunjukkan sikap bad boy-nya. Secara terang-terangan Saleh mengaku tak takut dengan ancaman PSSI tentang pencoretan klub yang mengikuti Indonesian Premiere League (IPL)
Menurut Saleh, tidak sepantasnya PSSI mengancam klub yang mengikuti IPL. Selain itu, PSSI tidak bisa semerta-merta mencoret klub, karena masih ada proses. Menurutnya, pencoretan klub dari keanggotaan harus melewati proses Kongres, itu pun harus disetujui 2/3 dari peserta Kongres. "Saya tidak takut ancaman mereka karena memang aturannya tidak begitu. Kalau tidak salah, siapa takut," kata dalam talk show di salah satu televisi lokal, Kamis (28/10/2010) pagi.
Saleh menambahkan, selama ini PSSI bertindak pengecut dengan menjadikan FIFA sebagai tameng utama. Padahal, lanjut Saleh, sebenarnya organisasi pimpinan Nurdin Halid menyalahi dan memanipulasi aturan yang dibuat FIFA.
Salah satunya adalah aturan tentang adanya klub mengikuti kompetisi di luar PSSI. Sebenarnya, FIFA menurut Saleh dalam aturannya menjelaskan, mendukung segala kompetisi sepakbola. "Selama ini yang digemborkan FIFA tidak setuju dengan LPI, padahal pasal itu sebenarnya belum selesai," sambung eks Ketua Umum KONI Surabaya ini.
Seharusnya, lanjut Saleh, PSSI memikirkan bagaimana cara mengembalikan prestasi Timnas Indonesia. Bukannya menggembar-gemborkan masalah kompetisi yang katanya salah satu terbaik di Asia.
"Selama ini pertandingan pura-pura, mainnya pura-pura hasilnya di Timnas akhirnya juga pura-pura," tutup Saleh.
Reporter : M. Syafaruddin
Surabaya - Komisaris Utama PT Persebaya Indonesia (PTPI) menunjukkan sikap bad boy-nya. Secara terang-terangan Saleh mengaku tak takut dengan ancaman PSSI tentang pencoretan klub yang mengikuti Indonesian Premiere League (IPL)
Menurut Saleh, tidak sepantasnya PSSI mengancam klub yang mengikuti IPL. Selain itu, PSSI tidak bisa semerta-merta mencoret klub, karena masih ada proses. Menurutnya, pencoretan klub dari keanggotaan harus melewati proses Kongres, itu pun harus disetujui 2/3 dari peserta Kongres. "Saya tidak takut ancaman mereka karena memang aturannya tidak begitu. Kalau tidak salah, siapa takut," kata dalam talk show di salah satu televisi lokal, Kamis (28/10/2010) pagi.
Saleh menambahkan, selama ini PSSI bertindak pengecut dengan menjadikan FIFA sebagai tameng utama. Padahal, lanjut Saleh, sebenarnya organisasi pimpinan Nurdin Halid menyalahi dan memanipulasi aturan yang dibuat FIFA.
Salah satunya adalah aturan tentang adanya klub mengikuti kompetisi di luar PSSI. Sebenarnya, FIFA menurut Saleh dalam aturannya menjelaskan, mendukung segala kompetisi sepakbola. "Selama ini yang digemborkan FIFA tidak setuju dengan LPI, padahal pasal itu sebenarnya belum selesai," sambung eks Ketua Umum KONI Surabaya ini.
Seharusnya, lanjut Saleh, PSSI memikirkan bagaimana cara mengembalikan prestasi Timnas Indonesia. Bukannya menggembar-gemborkan masalah kompetisi yang katanya salah satu terbaik di Asia.
"Selama ini pertandingan pura-pura, mainnya pura-pura hasilnya di Timnas akhirnya juga pura-pura," tutup Saleh.
SEMESTINYA PERSEBAYA DIDUKUNG
Kamis, 28 Oktober 2010 07:59:38 WIB
Reporter : M. Syafaruddin
Surabaya - Selama puluhan tahun beberapa klub sepakbola di Indonesia, termasuk juga Persebaya Surabaya menggantungkan hidup pada dana APBD. Kini Persebaya mulai menapaki babak baru. Mereka sudah melaunching diri sebagai klub yang benar-benar profesional.
Kuasa hukum Persebaya, M Sholeh menegaskan, sewajarnya masyarakat Surabaya bangga karena klub kesayangannya kini sudah tidak bergantung dana APBD. Sehingga uang rakyat ini dapat dialokasikan untuk kebutuhan rakyat, seperti kesehatan atau pendidikan.
"Selama ini anggaran APBD habis untuk sepakbola. Sekarang semuanya sudah profesional, jadi dana APBD bisa dialokasikan untuk anggaran lain," kata Sholeh dalam talk show di salah satu televisi lokal, Kamis (28/10/2010) pagi.
Dalam dialog yang juga dihadiri Komisaris Utama PT Persebaya Indonesia (PTPI), Saleh Ismail Mukadar ini, Sholeh sedikit menyentil tim Persebaya Divisi Utama yang didirikan Ketua Pengcab PSSI Surabaya, Wisnu Wardhana. Dengan tegas, Sholeh menyebut Persebaya Divisi Utama melanggar hukum.
"Pak Saleh ini yang sah karena punya badan hukum. Ingat, antara Pengcab dengan Persebaya itu terpisah," kata salah satu pengacara muda ini.
Apalagi, Persebaya bentukan Wisnu ini dipastikan bakal kembali menggunakan uang rakyat. Meskipun untuk tahun ini dipastikan tidak ada dana APBD yang mengucur, sebab dana untuk Persebaya sudah dialokasikan untuk anggaran kesehatan.
Tapi untuk tahun depan, Wisnu yang juga Ketua DPRD Surabaya ini menganggarkan Rp 19 miliar untuk Bajul Ijo yang dipimpinnya.
"Jadi, kalau ada yang tidak setuju Persebaya lepas dari dana APBD, ya patut dipertanyakan," sindir Sholeh.
Reporter : M. Syafaruddin
Surabaya - Selama puluhan tahun beberapa klub sepakbola di Indonesia, termasuk juga Persebaya Surabaya menggantungkan hidup pada dana APBD. Kini Persebaya mulai menapaki babak baru. Mereka sudah melaunching diri sebagai klub yang benar-benar profesional.
Kuasa hukum Persebaya, M Sholeh menegaskan, sewajarnya masyarakat Surabaya bangga karena klub kesayangannya kini sudah tidak bergantung dana APBD. Sehingga uang rakyat ini dapat dialokasikan untuk kebutuhan rakyat, seperti kesehatan atau pendidikan.
"Selama ini anggaran APBD habis untuk sepakbola. Sekarang semuanya sudah profesional, jadi dana APBD bisa dialokasikan untuk anggaran lain," kata Sholeh dalam talk show di salah satu televisi lokal, Kamis (28/10/2010) pagi.
Dalam dialog yang juga dihadiri Komisaris Utama PT Persebaya Indonesia (PTPI), Saleh Ismail Mukadar ini, Sholeh sedikit menyentil tim Persebaya Divisi Utama yang didirikan Ketua Pengcab PSSI Surabaya, Wisnu Wardhana. Dengan tegas, Sholeh menyebut Persebaya Divisi Utama melanggar hukum.
"Pak Saleh ini yang sah karena punya badan hukum. Ingat, antara Pengcab dengan Persebaya itu terpisah," kata salah satu pengacara muda ini.
Apalagi, Persebaya bentukan Wisnu ini dipastikan bakal kembali menggunakan uang rakyat. Meskipun untuk tahun ini dipastikan tidak ada dana APBD yang mengucur, sebab dana untuk Persebaya sudah dialokasikan untuk anggaran kesehatan.
Tapi untuk tahun depan, Wisnu yang juga Ketua DPRD Surabaya ini menganggarkan Rp 19 miliar untuk Bajul Ijo yang dipimpinnya.
"Jadi, kalau ada yang tidak setuju Persebaya lepas dari dana APBD, ya patut dipertanyakan," sindir Sholeh.
Rabu, 27 Oktober 2010
BONEK JABODETABEK MENUNTUT PERCEPAT AUDIT PSSI
Rabu, 27 Oktober 2010 16:10:00 WIB
Reporter : Oryza A. Wirawan
Surabaya - Bonek Jabodetabek (Jakarta Bogor Depok Tangerang Bekasi) mendorong dilakukannya percepatan kongres luar biasa dan audit terhadap PSSI.
Dalam pernyataan sikapnya, Ketua Bonek Jabodetabek Andriano Erfandi mengatakan, kredibilitas PSSI semakin merosot tajam. Dengan demikian perlu dilakukan beberapa langkah bersama untuk mengatasi persoalan di tubuh PSSI, yang menjadi biang karut-marut persepakbolaan nasional. "Kami mendorong percepatan Kongres PSSI Luar Biasa sebagai bagian perbaikan kelembagaan PSSI. Dengan KLB ini, kami mendukung restrukturisasi pengurus PSSI karena telah gagal memimpin dan membina sepak bola nasional," kata Andriano, Rabu (27/10/2010).
Isu KLB bukan isu baru. Namun isu ini harus terus didorong, mengingat kinerja kelembagaan PSSI sudah tidak bisa diharapkan. Lebih jauh lagi, Bonek Jabodetabek menuntut diadakannya audit kelembagaan PSSI secara transparan, bersih dan independen.
"Seandainya orang sakit, kondisi PSSI sudah sangat parah, dan hanya amputasi yang bisa menyembuhkan luka borok di tubuh PSSI. Semakin lama borok ini dibiarkan maka ekses negatifnya semakin besar," tambah Ariadin, Humas Bonek Jabodetabek.
Bonek Jabodetabek juga mendukung terciptanya profesionalisme liga dan klub peserta liga. Ini sebagai bagian dari komitmen terhadap tuntutan Perbaikan PSSI untuk persepak bolaan nasional mendatang yang lebih baik, lebih profesional, lebih transparan, dan lebih berprestasi.
Terakhir, Bonek Jabodetabek mengimbau, menyerukan serta mengajak seluruh elemen suporter lain, dengan mengesampingkan rivalitas. "Suporter hendaknya bersama-sama bergandengan tangan dan bekerjasama dalam menyuarakan Perbaikan PSSI," kata Andriano.
Reporter : Oryza A. Wirawan
Surabaya - Bonek Jabodetabek (Jakarta Bogor Depok Tangerang Bekasi) mendorong dilakukannya percepatan kongres luar biasa dan audit terhadap PSSI.
Dalam pernyataan sikapnya, Ketua Bonek Jabodetabek Andriano Erfandi mengatakan, kredibilitas PSSI semakin merosot tajam. Dengan demikian perlu dilakukan beberapa langkah bersama untuk mengatasi persoalan di tubuh PSSI, yang menjadi biang karut-marut persepakbolaan nasional. "Kami mendorong percepatan Kongres PSSI Luar Biasa sebagai bagian perbaikan kelembagaan PSSI. Dengan KLB ini, kami mendukung restrukturisasi pengurus PSSI karena telah gagal memimpin dan membina sepak bola nasional," kata Andriano, Rabu (27/10/2010).
Isu KLB bukan isu baru. Namun isu ini harus terus didorong, mengingat kinerja kelembagaan PSSI sudah tidak bisa diharapkan. Lebih jauh lagi, Bonek Jabodetabek menuntut diadakannya audit kelembagaan PSSI secara transparan, bersih dan independen.
"Seandainya orang sakit, kondisi PSSI sudah sangat parah, dan hanya amputasi yang bisa menyembuhkan luka borok di tubuh PSSI. Semakin lama borok ini dibiarkan maka ekses negatifnya semakin besar," tambah Ariadin, Humas Bonek Jabodetabek.
Bonek Jabodetabek juga mendukung terciptanya profesionalisme liga dan klub peserta liga. Ini sebagai bagian dari komitmen terhadap tuntutan Perbaikan PSSI untuk persepak bolaan nasional mendatang yang lebih baik, lebih profesional, lebih transparan, dan lebih berprestasi.
Terakhir, Bonek Jabodetabek mengimbau, menyerukan serta mengajak seluruh elemen suporter lain, dengan mengesampingkan rivalitas. "Suporter hendaknya bersama-sama bergandengan tangan dan bekerjasama dalam menyuarakan Perbaikan PSSI," kata Andriano.
Selasa, 26 Oktober 2010
MBAH MARIJAN MENINGGAL????
Rabu, 27 Oktober 2010 08:28:15 WIB
Reporter : Ribut Wijoto
Yogyakarta - Dugaan Mbah Maridjan meninggal semakin kuat. Tadi pagi sekitar pukul 06.30, RS Sardjito Yogyakarta menerima kedatangan jenazah yang mirip dengan juru kunci gunung Merapi tersebut.
"Benar, jenasah mirip Mbah Maridjan sudah ada di sini," kata petugas RS Sardjito, Rabu (27/10/2010).
Sekadar diketahui, belasan orang ditemukan tewas di rumah Mbah Maridjan di Dusun Kinahrejo, Umbulharjo, Cangkringan, Sleman, Yogyakarta. Letak rumah memang hanya berjarak 5 kilometer dari puncak Merapi. Walau banyak korban tewas, ada informasi lain yang mengatakan dia sudah ditemukan dalam kondisi lemas dan kini sedang dirawat intensif. Sampai kini, kebenaran informasi tersebut masih simpang siur.
Sementara itu, dini hari tadi, sembilan korban tewas masih berada di Rumah Sakit dr Sardjito, Yogyakarta. Petugas rumah sakit, Tri Yoga, mengatakan, dari sembilan korban tewas tersebut, tiga korban --Tarno, Imam Nur Kholik, dan Sipon-- merupakan warga Dusun Kinahrejo, Desa Umbulharjo, Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Sedangkan dua korban tewas lainnya, Wahono dan Puji Rano, dari Dusun Pelemsari, Desa Umbulharjo.
Selanjutnya, Yamto Utomo dari Dusun Ngrangkang, Desa Umbulharjo, dan Sajiman warga Desa Kepuharjo, Cangkringan. Seorang korban tewas belum diketahui indentitasnya, yang diduga warga Cangkringan. Seorang lagi adalah editor VIVAnews, Yuniawan W Nugroho dari Cibinong, Bogor.
Ia mengatakan, jumlah korban yang terluka 14 orang, seorang di antaranya merupakan relawan bernama Diah Permonosari yang terluka akibat menyelamatkan seorang korban. "Relawan yang terluka itu setelah mendapatkan perawatan di rumah sakit diperbolehkan pulang karena hanya lecet pada kaki," katanya.
Reporter : Ribut Wijoto
Yogyakarta - Dugaan Mbah Maridjan meninggal semakin kuat. Tadi pagi sekitar pukul 06.30, RS Sardjito Yogyakarta menerima kedatangan jenazah yang mirip dengan juru kunci gunung Merapi tersebut."Benar, jenasah mirip Mbah Maridjan sudah ada di sini," kata petugas RS Sardjito, Rabu (27/10/2010).
Sekadar diketahui, belasan orang ditemukan tewas di rumah Mbah Maridjan di Dusun Kinahrejo, Umbulharjo, Cangkringan, Sleman, Yogyakarta. Letak rumah memang hanya berjarak 5 kilometer dari puncak Merapi. Walau banyak korban tewas, ada informasi lain yang mengatakan dia sudah ditemukan dalam kondisi lemas dan kini sedang dirawat intensif. Sampai kini, kebenaran informasi tersebut masih simpang siur.
Sementara itu, dini hari tadi, sembilan korban tewas masih berada di Rumah Sakit dr Sardjito, Yogyakarta. Petugas rumah sakit, Tri Yoga, mengatakan, dari sembilan korban tewas tersebut, tiga korban --Tarno, Imam Nur Kholik, dan Sipon-- merupakan warga Dusun Kinahrejo, Desa Umbulharjo, Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Sedangkan dua korban tewas lainnya, Wahono dan Puji Rano, dari Dusun Pelemsari, Desa Umbulharjo.
Selanjutnya, Yamto Utomo dari Dusun Ngrangkang, Desa Umbulharjo, dan Sajiman warga Desa Kepuharjo, Cangkringan. Seorang korban tewas belum diketahui indentitasnya, yang diduga warga Cangkringan. Seorang lagi adalah editor VIVAnews, Yuniawan W Nugroho dari Cibinong, Bogor.
Ia mengatakan, jumlah korban yang terluka 14 orang, seorang di antaranya merupakan relawan bernama Diah Permonosari yang terluka akibat menyelamatkan seorang korban. "Relawan yang terluka itu setelah mendapatkan perawatan di rumah sakit diperbolehkan pulang karena hanya lecet pada kaki," katanya.
HEAD TO HEAD PERSEBAYA
Selasa, 26 Oktober 2010 14:02:00 WIB
Reporter : M. Syafaruddin
Setelah dilaunching, Jumat (22/10/2010) lalu, semua mata terbelalak menyaksikan komposisi tim Persebaya Surabaya Divisi Utama yang dipimpin Wisnu Wardhana. Bagaimana tidak, janji Ketua Umum Persebaya Tandingan itu untuk mendatangkan pemain berkualitas ternyata hanya bualan besar. Dari 33 pemain, praktis tak satupun yang berlabel bintang.
Dari sektor kiper misalnya, dua nama dicantumkan, yakni Aris Noviandi dan Aditya Fajar. Aris merupakan pemain Persikubar Kutai Barat di ajang Piala Gubenur Jatim 2010. Selama membela Persikubar, Aris lebih banyak duduk di bangku cadangan. Sebab posisi kiper utama milik Yanuar Fernanda yang kini berbaju Deltras Sidoarjo.
Bandingkan dengan Persebaya Indonesia Primere League (IPL) yang menggunakan dua kiper berpengalaman di kompetisi sepakbola Indonesia, macam Endra Prasetya dan Afriyanto. Selain itu, Persebaya LPI juga memiliki kiper muda yang pernah menimba ilmu di Uruguay bersama Timnas SAD Indonesia, Dimas Galih Pratama. Lalu untuk sektor belakang, Persebaya Divisi Utama mendaftarkan banyak nama 'usang', seperti Rustanto Sri Wahono dan M Khusen. Selain sudah berkepala tiga, kemampuan kedua pemain ini menurun drastis. Selain itu terdapat beberapa pemain Persikubar lainnya, seperti Sulkan Arif, Agusmanto Khodari Amir, Taufik Soleh dan Imam Yulianto. Praktis hanya diisi pemain lokal.
Sedangkan komposisi pemain belakang Persebaya diisi pemain yang sudah malang melintang di sepakbola nasional, seperti Erol Iba, Mat Halil, Harry Salisburi, Johan Ibo, mantan pemain Timnas U19 Indonesia, Sunaji serta pemain asing asal Argentina, Juan Marcelo Cirelli. Kekuatan semakin lengkap dengan bergabungnya pemain muda Nur Fasta.
Jika melihat deretan pemain di lini tengah, jelas Persebaya IPL lebih unggul. Selain punya pemain lokal kualitas nasional, seperti Andik Vermansyah, Taufiq, Khusnul Yuli dan pemain Timnas U-23, Lucky Wahyu, Bajul Ijo juga memiliki gelandang asing bertubuh mungil, John Tarkpor.
Sementara di lini tengah Persebaya Divisi Utama, memiliki pemain lokal, La Umbu, Redi Suprianto dan pemain udzur, Kuncoro. Satu-satunya pemain yang bisa diharapkan adalah, mantan pemain asing Deltras, Sackie Doe.
Jika melihat komposisi lini depan, maka harus diakui Persebaya IPL jauh lebih berkualitas. Persebaya Divisi Utama hanya diisi pemain buangan macam Cornelis Kaimu dan Wimba Sutan Fanosa. Meski ada dua asing, yakni Orock Charles dan Camara Fassawa, namun keduanya bukan pemain asing jempolan di Indonesia.
Hanya empat pemain yang mengisi lini depan Persebaya IPL. Dua diantaranya adalah muka lama, yakni Niko Susanto dan I Made Adi Wirahadi. Sedangkan nama lainnya adalah pemain muda, Miko Ardiyanto. Yang paling mencolok tentu striker asing asal Prancis, Amick Ciani. Pemain ini didatangkan dengan banderol Rp 1,1 miliar.
Berbicara soal kualitas, Persebaya LPI memang lebih unggul. Lalu bagaimana dengan budget yang dikeluarkan kedua pengurus. Untuk Persebaya IPL, harga yang dipatok untuk tiap pemain memang bervariatif. Tapi kisarannya mulai Rp 60 juta hingga termahal, yakni Rp 1,1 miliar.
Komisaris Utama PT Persebaya Indonesia (PTPI), Saleh Ismail Mukadar mengaku mengeluarkan hampir Rp 10 miliar untuk belanja pemain saja. "Ya, mungkin segitu. Pokoknya tidak jauh beda dengan musim lalu," aku Saleh.
Lalu bagaimana dengan Persebaya Divisi Utama. Kabarnya, untuk pemain asing, kontrak termahal sebesar Rp 350 juta. Sedangkan untuk lokal, termahal dihargai Rp 200 juta. Bila kita mencoba melakukan pemisalan, dengan catatan harga pemain Persebaya Divisi Utama rata-rata Ro 300 juta, maka harga untuk tiga pemain asing sama dengan harga John Tarkpor.
Sedangkan untuk seorang pemain Persebaya IPL, yakni Amick Ciani, banderol Rp 1,1 miliar dapat membeli empat pemain asing dengan kualitas sama dengan punggawa asing di Persebaya Divisi Utama. Jadi boleh dikata, mulai dari kualitas dan harga, Persebaya IPL masih lebih unggul.
Tapi apakah materi pemain penuh bintang sebuah jaminan? Tentu saja tidak. Sebab, sepakbola adalah suatu permainan kolektif. Jadi untuk pembuktiannya, kita lihat saja pada kompetisi sesungguhnya nanti.
Reporter : M. Syafaruddin
Setelah dilaunching, Jumat (22/10/2010) lalu, semua mata terbelalak menyaksikan komposisi tim Persebaya Surabaya Divisi Utama yang dipimpin Wisnu Wardhana. Bagaimana tidak, janji Ketua Umum Persebaya Tandingan itu untuk mendatangkan pemain berkualitas ternyata hanya bualan besar. Dari 33 pemain, praktis tak satupun yang berlabel bintang.
Dari sektor kiper misalnya, dua nama dicantumkan, yakni Aris Noviandi dan Aditya Fajar. Aris merupakan pemain Persikubar Kutai Barat di ajang Piala Gubenur Jatim 2010. Selama membela Persikubar, Aris lebih banyak duduk di bangku cadangan. Sebab posisi kiper utama milik Yanuar Fernanda yang kini berbaju Deltras Sidoarjo.
Bandingkan dengan Persebaya Indonesia Primere League (IPL) yang menggunakan dua kiper berpengalaman di kompetisi sepakbola Indonesia, macam Endra Prasetya dan Afriyanto. Selain itu, Persebaya LPI juga memiliki kiper muda yang pernah menimba ilmu di Uruguay bersama Timnas SAD Indonesia, Dimas Galih Pratama. Lalu untuk sektor belakang, Persebaya Divisi Utama mendaftarkan banyak nama 'usang', seperti Rustanto Sri Wahono dan M Khusen. Selain sudah berkepala tiga, kemampuan kedua pemain ini menurun drastis. Selain itu terdapat beberapa pemain Persikubar lainnya, seperti Sulkan Arif, Agusmanto Khodari Amir, Taufik Soleh dan Imam Yulianto. Praktis hanya diisi pemain lokal.
Sedangkan komposisi pemain belakang Persebaya diisi pemain yang sudah malang melintang di sepakbola nasional, seperti Erol Iba, Mat Halil, Harry Salisburi, Johan Ibo, mantan pemain Timnas U19 Indonesia, Sunaji serta pemain asing asal Argentina, Juan Marcelo Cirelli. Kekuatan semakin lengkap dengan bergabungnya pemain muda Nur Fasta.
Jika melihat deretan pemain di lini tengah, jelas Persebaya IPL lebih unggul. Selain punya pemain lokal kualitas nasional, seperti Andik Vermansyah, Taufiq, Khusnul Yuli dan pemain Timnas U-23, Lucky Wahyu, Bajul Ijo juga memiliki gelandang asing bertubuh mungil, John Tarkpor.
Sementara di lini tengah Persebaya Divisi Utama, memiliki pemain lokal, La Umbu, Redi Suprianto dan pemain udzur, Kuncoro. Satu-satunya pemain yang bisa diharapkan adalah, mantan pemain asing Deltras, Sackie Doe.
Jika melihat komposisi lini depan, maka harus diakui Persebaya IPL jauh lebih berkualitas. Persebaya Divisi Utama hanya diisi pemain buangan macam Cornelis Kaimu dan Wimba Sutan Fanosa. Meski ada dua asing, yakni Orock Charles dan Camara Fassawa, namun keduanya bukan pemain asing jempolan di Indonesia.
Hanya empat pemain yang mengisi lini depan Persebaya IPL. Dua diantaranya adalah muka lama, yakni Niko Susanto dan I Made Adi Wirahadi. Sedangkan nama lainnya adalah pemain muda, Miko Ardiyanto. Yang paling mencolok tentu striker asing asal Prancis, Amick Ciani. Pemain ini didatangkan dengan banderol Rp 1,1 miliar.
Berbicara soal kualitas, Persebaya LPI memang lebih unggul. Lalu bagaimana dengan budget yang dikeluarkan kedua pengurus. Untuk Persebaya IPL, harga yang dipatok untuk tiap pemain memang bervariatif. Tapi kisarannya mulai Rp 60 juta hingga termahal, yakni Rp 1,1 miliar.
Komisaris Utama PT Persebaya Indonesia (PTPI), Saleh Ismail Mukadar mengaku mengeluarkan hampir Rp 10 miliar untuk belanja pemain saja. "Ya, mungkin segitu. Pokoknya tidak jauh beda dengan musim lalu," aku Saleh.
Lalu bagaimana dengan Persebaya Divisi Utama. Kabarnya, untuk pemain asing, kontrak termahal sebesar Rp 350 juta. Sedangkan untuk lokal, termahal dihargai Rp 200 juta. Bila kita mencoba melakukan pemisalan, dengan catatan harga pemain Persebaya Divisi Utama rata-rata Ro 300 juta, maka harga untuk tiga pemain asing sama dengan harga John Tarkpor.
Sedangkan untuk seorang pemain Persebaya IPL, yakni Amick Ciani, banderol Rp 1,1 miliar dapat membeli empat pemain asing dengan kualitas sama dengan punggawa asing di Persebaya Divisi Utama. Jadi boleh dikata, mulai dari kualitas dan harga, Persebaya IPL masih lebih unggul.
Tapi apakah materi pemain penuh bintang sebuah jaminan? Tentu saja tidak. Sebab, sepakbola adalah suatu permainan kolektif. Jadi untuk pembuktiannya, kita lihat saja pada kompetisi sesungguhnya nanti.
DUALISME PERSEBAYA MEMBUAT GUS IPUL PUSING
Selasa, 26 Oktober 2010 12:45:47 WIB
Reporter : Harry Purwanto
Lumajang - Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf mengaku pusing tujuh keliling dalam memikirkan sepakbola di Surabaya. Itu karena adanya dualisme kepimpinan di tubuh klub kebangaan arek Suroboyo (Bonek), yakni Persebaya Saleh Mukadar dan Persebaya Wisnu Wardahana.
"Waduh Polemik Persebaya, sebenarnya bukan kapasitas saya untuk mengkomentari, tapi saya prihatin," kat Gus Ipul saat melakukan peninjauan JLS di Lumajang, Selasa (26/10/2010). Dia menambahkan, dengan adanya dua kepengurusan di tubuh Persebaya, dia berharap tidak sampai seperti partai politik.
"Semoga ada solusi yang tepat, agar klub kebanggan Arek Surabaya tetap jaya di pentas sepakbola nasional dan Asia," kata suami Ummu Fatma itu.
Dengan ada polemik dan dualisme pengurusan Persebaya antara Saleh Mukadar dan Wisnu Wardhana, Gus Ipul berencana mencari jalan dan solusi agar bisa kembali bersatu. "Saya sudah mencoba mendekatkan tapi belum ketemu," ujarnya.
Mengenai apa penyebab terjadi dualisme pengurusan di tubuh Persebaya, Gus Ipul enggan memberikan komentar lebih jauh.
Reporter : Harry Purwanto
Lumajang - Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf mengaku pusing tujuh keliling dalam memikirkan sepakbola di Surabaya. Itu karena adanya dualisme kepimpinan di tubuh klub kebangaan arek Suroboyo (Bonek), yakni Persebaya Saleh Mukadar dan Persebaya Wisnu Wardahana.
"Waduh Polemik Persebaya, sebenarnya bukan kapasitas saya untuk mengkomentari, tapi saya prihatin," kat Gus Ipul saat melakukan peninjauan JLS di Lumajang, Selasa (26/10/2010). Dia menambahkan, dengan adanya dua kepengurusan di tubuh Persebaya, dia berharap tidak sampai seperti partai politik.
"Semoga ada solusi yang tepat, agar klub kebanggan Arek Surabaya tetap jaya di pentas sepakbola nasional dan Asia," kata suami Ummu Fatma itu.
Dengan ada polemik dan dualisme pengurusan Persebaya antara Saleh Mukadar dan Wisnu Wardhana, Gus Ipul berencana mencari jalan dan solusi agar bisa kembali bersatu. "Saya sudah mencoba mendekatkan tapi belum ketemu," ujarnya.
Mengenai apa penyebab terjadi dualisme pengurusan di tubuh Persebaya, Gus Ipul enggan memberikan komentar lebih jauh.
Senin, 25 Oktober 2010
SIAP UJI COBA DENGAN PSMP N PERSEKABPAS
Selasa, 26 Oktober 2010 06:16:05 WIB
Reporter : M. Syafaruddin
Surabaya - Setelah meraih hasil imbang 1-1 saat uji coba lawan PSBI Blitar, Persebaya Surabaya dijadwalkan bakal meladeni tim Divisi Utama lainnya, PS Mojokerto Putra (MP) minggu ini. Selain itu, mereka juga direncanakan bertemu Persekabpas Pasuruan.
Pelatih Persebaya, Aji Santoso mengatakan, saat ini dia sudah merencanakan untuk melakukan uji coba. Beberapa tim pun dipilih sebagai lawan, di antaranya adalah PS MP dan Persekabpas. "Saya masih menunggu telepon dari Mojokerto soal kesedian mereka berujicoba dengan tim kami," kata mantan pelatih Persema Malang ini. Sebelumnya, Persebaya sudah melakoni tiga uji coba, yakni lawan klub lokal Bali, Indonesia Muda dan PSBI Blitar. Dari tiga uji coba ini, lini depan menjadi salah satu faktor yang dikritisi. Selain itu, organisasi tim belum terbentuk 100 persen.
Oleh sebab itu, Aji menginginkan dua hingga tiga uji coba lagi. Setelah itu ia baru bisa melihat apakah timnya memang sudah siap berkompetisi atau masih ada beberapa bagian yang harus diperbaiki.
"Ini untuk melihat organisasi serangan yang saya inginkan, apakah sudah bisa dijalankan dengan baik oleh para pemain," tutup mantan arsitek tim PON Jatim ini.
Reporter : M. Syafaruddin
Surabaya - Setelah meraih hasil imbang 1-1 saat uji coba lawan PSBI Blitar, Persebaya Surabaya dijadwalkan bakal meladeni tim Divisi Utama lainnya, PS Mojokerto Putra (MP) minggu ini. Selain itu, mereka juga direncanakan bertemu Persekabpas Pasuruan.
Pelatih Persebaya, Aji Santoso mengatakan, saat ini dia sudah merencanakan untuk melakukan uji coba. Beberapa tim pun dipilih sebagai lawan, di antaranya adalah PS MP dan Persekabpas. "Saya masih menunggu telepon dari Mojokerto soal kesedian mereka berujicoba dengan tim kami," kata mantan pelatih Persema Malang ini. Sebelumnya, Persebaya sudah melakoni tiga uji coba, yakni lawan klub lokal Bali, Indonesia Muda dan PSBI Blitar. Dari tiga uji coba ini, lini depan menjadi salah satu faktor yang dikritisi. Selain itu, organisasi tim belum terbentuk 100 persen.
Oleh sebab itu, Aji menginginkan dua hingga tiga uji coba lagi. Setelah itu ia baru bisa melihat apakah timnya memang sudah siap berkompetisi atau masih ada beberapa bagian yang harus diperbaiki.
"Ini untuk melihat organisasi serangan yang saya inginkan, apakah sudah bisa dijalankan dengan baik oleh para pemain," tutup mantan arsitek tim PON Jatim ini.
LPI INGIN MENYATUKAN BONEK DENGAN AREMA
Senin, 25 Oktober 2010 22:26:19 WIB
Reporter : M. Syafaruddin
Surabaya - Pertandingan pra musim Liga Primer Indonesia (LPI) memang baru digulirkan bulan 10 November. Tapi kabar menyebutkan Persebaya surabaya yang didapuk sebagai tuan rumah akan satu grup dengan Arema Indonesia dan Persema Malang.
Menanggapi kabar itu, pihak Persebaya tidak mau banyak komentar. Direktur Utama PT Persebaya Indonesia (PTLI), Cholid Goromah, Senin (25/10/2010) mengaku belum mendapat kepastian dari konsorsium LPI. Tapi ia punya cita-cita tersendir bila hal itu terrealisasi, yakni menyatukan suporter Persebaya, Bonek dan pendukung Arema, Aremania. "Kami menginginkan suasana baru di LPI. Suasana yang lebih profesional. Untuk itu kami berupaya menyatukan kedua belah suporter," ucap mantan asisten manajer Persebaya ini.
Sementara itu, untuk menyambut kompetisi pra musim ini nanti, pihak Persebaya bakal merapatkan barisan, Rabu (27/10/2010) mendatang. Mereka bakal mengadakan rapat soal persiapan menjadi satu dari tiga tuan rumah. Selain Surabaya, Makassar dan Medan juga ditunjuk.
"Ini sekaligus mensosialisasikan pra kompetisi LPI kepada pemain dan pelatih," jelas Cholid.
Mengenai rencana ini, pelatih Aji Santoso mengaku siap. "InsyaAllah tim ini sudah siap bila pra kompetisi dilakukan 10 November," kata mantan kapten Timnas Indonesia ini.
Reporter : M. Syafaruddin
Surabaya - Pertandingan pra musim Liga Primer Indonesia (LPI) memang baru digulirkan bulan 10 November. Tapi kabar menyebutkan Persebaya surabaya yang didapuk sebagai tuan rumah akan satu grup dengan Arema Indonesia dan Persema Malang.
Menanggapi kabar itu, pihak Persebaya tidak mau banyak komentar. Direktur Utama PT Persebaya Indonesia (PTLI), Cholid Goromah, Senin (25/10/2010) mengaku belum mendapat kepastian dari konsorsium LPI. Tapi ia punya cita-cita tersendir bila hal itu terrealisasi, yakni menyatukan suporter Persebaya, Bonek dan pendukung Arema, Aremania. "Kami menginginkan suasana baru di LPI. Suasana yang lebih profesional. Untuk itu kami berupaya menyatukan kedua belah suporter," ucap mantan asisten manajer Persebaya ini.
Sementara itu, untuk menyambut kompetisi pra musim ini nanti, pihak Persebaya bakal merapatkan barisan, Rabu (27/10/2010) mendatang. Mereka bakal mengadakan rapat soal persiapan menjadi satu dari tiga tuan rumah. Selain Surabaya, Makassar dan Medan juga ditunjuk.
"Ini sekaligus mensosialisasikan pra kompetisi LPI kepada pemain dan pelatih," jelas Cholid.
Mengenai rencana ini, pelatih Aji Santoso mengaku siap. "InsyaAllah tim ini sudah siap bila pra kompetisi dilakukan 10 November," kata mantan kapten Timnas Indonesia ini.
WISNU NGOTOT INGIN MENGAMBIL ALIH MESS
Senin, 25 Oktober 2010 21:18:35 WIB
Reporter : M. Syafaruddin
Surabaya - Sebagai sebuah tim yang profesional, sudah sepantasnya tiap klub memiliki mess sebagai tempat tinggal pemain selama mengarungi kompetisi. Namun hal ini belum tertampak di tim Persebaya Surabaya Divisi Utama. Hingga saat ini tim bentukan Pengcab PSSI Surabaya ini belum punya mess di Surabaya.
Untuk sementara, para pemain dan pelatih tinggal di mess Persikubar Kutai Barat di daerah Sidoarjo. Sedangkan Mess Eri Irianto masih ditempati tim Persebaya Liga Primer Indonesia (LPI). "Itu hak kita, dan kita nantinya yang akan menempati mess itu," kata Ketua Umum Persebaya Divisi Utama, Wisnu Wardhana. Oleh sebab itu, Wisnu bakal berkomunikasi dengan Walikota Surabaya, Tri Rismaharini menyangkut masalah pengambil alihan mess Eri Irianto. "Sebagai Walikota, Bu Risma harus ikut memikirkan nasib Persebaya," katanya, Senin (25/10/2010).
Pria yang menjabat sebagai Ketua DPRD Kota Surabaya ini menambahkan, pihaknya bakal menjunjung tinggi nilai etika. Untuk itu ia tidak serta merta mengusur tim Persebaya LPI dari Mess. "Kami juga masih mencoba melakukan musyawarah mufakat," lanjut pria asal Malang ini.
Wisnu bersikukuh, tim Persebaya yang dilaunching, 22 Oktober lalu merupakan tim yang asli karena mendapat restu dari Ketua Umum PSSI Nurdin Halid. Tak hanya kebingungan mencari mess, untuk tempat latihan saja, tim ini harus menumpang di kota lain, yakni daeah Suko, Sidoarjo.
Padahal jauh hari mereka sudah berkoar bakal memakai stadion Gelora 10 Nopember dan lapangan Karanggayam untuk latihan setiap hari. Selain masalah mess dan tempat berlatih, kabarnya hingga saat ini tim yang membajak pemain Persikubar ini belum melakukan latihan.
"Saya sendiri masih menunggu telepon kapan mulai berlatih," aku pemain Persebaya Divisi Utama, Wimba Sutan Fanosa.
Reporter : M. Syafaruddin
Surabaya - Sebagai sebuah tim yang profesional, sudah sepantasnya tiap klub memiliki mess sebagai tempat tinggal pemain selama mengarungi kompetisi. Namun hal ini belum tertampak di tim Persebaya Surabaya Divisi Utama. Hingga saat ini tim bentukan Pengcab PSSI Surabaya ini belum punya mess di Surabaya.
Untuk sementara, para pemain dan pelatih tinggal di mess Persikubar Kutai Barat di daerah Sidoarjo. Sedangkan Mess Eri Irianto masih ditempati tim Persebaya Liga Primer Indonesia (LPI). "Itu hak kita, dan kita nantinya yang akan menempati mess itu," kata Ketua Umum Persebaya Divisi Utama, Wisnu Wardhana. Oleh sebab itu, Wisnu bakal berkomunikasi dengan Walikota Surabaya, Tri Rismaharini menyangkut masalah pengambil alihan mess Eri Irianto. "Sebagai Walikota, Bu Risma harus ikut memikirkan nasib Persebaya," katanya, Senin (25/10/2010).
Pria yang menjabat sebagai Ketua DPRD Kota Surabaya ini menambahkan, pihaknya bakal menjunjung tinggi nilai etika. Untuk itu ia tidak serta merta mengusur tim Persebaya LPI dari Mess. "Kami juga masih mencoba melakukan musyawarah mufakat," lanjut pria asal Malang ini.
Wisnu bersikukuh, tim Persebaya yang dilaunching, 22 Oktober lalu merupakan tim yang asli karena mendapat restu dari Ketua Umum PSSI Nurdin Halid. Tak hanya kebingungan mencari mess, untuk tempat latihan saja, tim ini harus menumpang di kota lain, yakni daeah Suko, Sidoarjo.
Padahal jauh hari mereka sudah berkoar bakal memakai stadion Gelora 10 Nopember dan lapangan Karanggayam untuk latihan setiap hari. Selain masalah mess dan tempat berlatih, kabarnya hingga saat ini tim yang membajak pemain Persikubar ini belum melakukan latihan.
"Saya sendiri masih menunggu telepon kapan mulai berlatih," aku pemain Persebaya Divisi Utama, Wimba Sutan Fanosa.
Minggu, 24 Oktober 2010
OKNUM BONEK LEMPARI BUS AREMA
Senin, 25 Oktober 2010 08:07:47 WIB
Reporter : Fakhrurrozi
Surabaya - Entah apa yang ada dalam pikiran sekitar 20 oknum Bonek yang melakukan pelemparan terhadap bus pemain Arema. Pada saat sebagian besar warga Surabaya tidur lelap, mereka justru memilih melempari bus pemain Arema pada pukul 01.00, Senin.
Saat bus yang mengangkut pemain Arema melintas di tol, puluhan Bonek yang berdiri di atas jembatan Ngesong langsung melemparkan dengan batu. Belum didapat informasi apakah ada kerusakan pada bus. "Tak mudah menangkap oknum Bonek yang melempari bus Arema ini," kata Kanit Reskrim Polsek Dukuh Pakis Iptu Mardjoko, Senin (25/10/2010).
Kabar pelemparan batu ini direspon aparat kepolisian. Tak tanggung-tanggung, 3 Polsek sekaligus yakni anggota Polsek Dukuh Pakis, Polsek Sukomanunggal dan Polsek Sawahan melakukan pengejaran.
Hasilnya, petugas Polsek Dukuh Pakis menangkap 3 oknum Bonek, Polsek Sukomanunggal dan Polsek Sawahan sama-sama menangkap 2 oknum Bonek. Ketujuh oknum Bonek ini langsung menjalani pemeriksaan di Polsek.
Seperti diberitakan sebelumnya, Minggu (24/10/2010) siang, sekelompok pemuda beratribut kaos Persebaya melempari batu terhadap mobil plat N (Malang) di KM 6 tol Waru arah Perak.
Akibat pelemparan batu ini, sejumlah mobil plat N mengalami kerusakan pada bagian kaca depan. Aksi pelemparan batu ini jelang pertandingan Persela Lamongan versus Arema Indonesia di stadion Surajaya, Lamongan yang berlangsung tadi malam.
Reporter : Fakhrurrozi
Surabaya - Entah apa yang ada dalam pikiran sekitar 20 oknum Bonek yang melakukan pelemparan terhadap bus pemain Arema. Pada saat sebagian besar warga Surabaya tidur lelap, mereka justru memilih melempari bus pemain Arema pada pukul 01.00, Senin.
Saat bus yang mengangkut pemain Arema melintas di tol, puluhan Bonek yang berdiri di atas jembatan Ngesong langsung melemparkan dengan batu. Belum didapat informasi apakah ada kerusakan pada bus. "Tak mudah menangkap oknum Bonek yang melempari bus Arema ini," kata Kanit Reskrim Polsek Dukuh Pakis Iptu Mardjoko, Senin (25/10/2010).
Kabar pelemparan batu ini direspon aparat kepolisian. Tak tanggung-tanggung, 3 Polsek sekaligus yakni anggota Polsek Dukuh Pakis, Polsek Sukomanunggal dan Polsek Sawahan melakukan pengejaran.
Hasilnya, petugas Polsek Dukuh Pakis menangkap 3 oknum Bonek, Polsek Sukomanunggal dan Polsek Sawahan sama-sama menangkap 2 oknum Bonek. Ketujuh oknum Bonek ini langsung menjalani pemeriksaan di Polsek.
Seperti diberitakan sebelumnya, Minggu (24/10/2010) siang, sekelompok pemuda beratribut kaos Persebaya melempari batu terhadap mobil plat N (Malang) di KM 6 tol Waru arah Perak.
Akibat pelemparan batu ini, sejumlah mobil plat N mengalami kerusakan pada bagian kaca depan. Aksi pelemparan batu ini jelang pertandingan Persela Lamongan versus Arema Indonesia di stadion Surajaya, Lamongan yang berlangsung tadi malam.
LPI DIDEKLARASIKAN BESOK DI SEMARANG
Minggu, 24 Oktober 2010 16:07:57 WIB
Reporter : -
Semarang - Liga Super Indonesia kini punya saingan setelah kompetisi Liga Primer Indonesia dideklarasikan, di Semarang, Jawa Tengah, Minggu (24/10/2010). Setidaknya 20 klub telah menyatakan siap mengikuti kompetisi itu.
Deklarasi dihadiri pengusaha nasional, Arifin Panigoro sebagai penggagas Liga Primer Indonesia, sejumlah tokoh Jawa Tengah dan tokoh sepak bola nasional. Ke-17 klub yang hadir dalam deklarasi itu yakni Semen Padang, PSPS Pekanbaru, Arema Malang, Bali Dewata FC, Bogor Raya FC, Jakarta FC, Manado United, Maung Bandung Raya, Medan Chief, Persebaya, Persema, Persibo dan Persis Solo. Juga PSM Makassar, PSMS Medan, Semarang United, dan Semen Padang. Sementara tiga klub lainnya tinggal tanda tangan itu adalah Persisam, Bontang FC, dan Deltras.
Arya Abhiseka, salah satu penggagas LPI, sebelumnya menerangkan, peserta deklarasi sebanyak 20 klub yang terdiri dari peserta Liga Super Indonesia dan beberapa klub Divisi Utama. Kick off Liga Primer Indonesia akan digelar di Stadiun Manahan Solo, Januari mendatang, kata Arya Abhiseka.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, LPI dibuat juga dalam rangka menciptakan kemandirian klub-klub sepak bola di Indonesia agar tidak selalu bergantung pada dana APBD. LPI ingin klub-klub di Indonesia benar-benar profesional. Selama ini dengan mengikuti kompetisi liga Indonesia yang dikelola PSSI, klub tidak mendapatkan penghasilan sebagaimana yang didapat klub-klub Eropa, seperti Liga Inggris, Italia, dan Spanyol.
LPI yang dikelola pengusaha Arifin Panigoro bersama beberapa pengusaha Indonesia ini akan memberikan dana awal sekitar Rp 20 miliar untuk setiap klub yang bergabung. Klub-klub yang ikut Liga Primer dilarang menggunakan dana anggaran pendapatan dan belanja daerah seperti yang kerap dilakukan dalam Liga Super.
Reporter : -
Semarang - Liga Super Indonesia kini punya saingan setelah kompetisi Liga Primer Indonesia dideklarasikan, di Semarang, Jawa Tengah, Minggu (24/10/2010). Setidaknya 20 klub telah menyatakan siap mengikuti kompetisi itu.
Deklarasi dihadiri pengusaha nasional, Arifin Panigoro sebagai penggagas Liga Primer Indonesia, sejumlah tokoh Jawa Tengah dan tokoh sepak bola nasional. Ke-17 klub yang hadir dalam deklarasi itu yakni Semen Padang, PSPS Pekanbaru, Arema Malang, Bali Dewata FC, Bogor Raya FC, Jakarta FC, Manado United, Maung Bandung Raya, Medan Chief, Persebaya, Persema, Persibo dan Persis Solo. Juga PSM Makassar, PSMS Medan, Semarang United, dan Semen Padang. Sementara tiga klub lainnya tinggal tanda tangan itu adalah Persisam, Bontang FC, dan Deltras.
Arya Abhiseka, salah satu penggagas LPI, sebelumnya menerangkan, peserta deklarasi sebanyak 20 klub yang terdiri dari peserta Liga Super Indonesia dan beberapa klub Divisi Utama. Kick off Liga Primer Indonesia akan digelar di Stadiun Manahan Solo, Januari mendatang, kata Arya Abhiseka.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, LPI dibuat juga dalam rangka menciptakan kemandirian klub-klub sepak bola di Indonesia agar tidak selalu bergantung pada dana APBD. LPI ingin klub-klub di Indonesia benar-benar profesional. Selama ini dengan mengikuti kompetisi liga Indonesia yang dikelola PSSI, klub tidak mendapatkan penghasilan sebagaimana yang didapat klub-klub Eropa, seperti Liga Inggris, Italia, dan Spanyol.
LPI yang dikelola pengusaha Arifin Panigoro bersama beberapa pengusaha Indonesia ini akan memberikan dana awal sekitar Rp 20 miliar untuk setiap klub yang bergabung. Klub-klub yang ikut Liga Primer dilarang menggunakan dana anggaran pendapatan dan belanja daerah seperti yang kerap dilakukan dalam Liga Super.
INILAH DAFTAR KLUB LPI
Minggu, 24 Oktober 2010 13:20:38 WIB
Reporter : M. Syafaruddin
Surabaya - Bukan 20 melainkan 17 klub yang, Minggu (20/10/2010) siang ini mendeklarasikan diri mengikuti kompetisi Liga Primer Indonesia. Untuk Provinsi Jawa Timur (Jatim) akan diwakili empat tim, yakni Persebaya Surabaya, Arema Indonesia, Persema Malang dan Persibo Bojonegoro. Berikut daftar 17 klub berdasarkan rilis yang diterima siang ini.[sya]
1. Arema Indonesia
2. Bali FC
3. Batavia FC
4. Bogor Raya FC
5. Jakarta FC
6. Manado United
7. Maung Bandung Raya
8. Medan Chief (merger dengan Pro Titan)
9. Persebaya Surabaya
10. Persema Malang
11. Persibo Bojonegoro
12. Persis Solo
13. PSM Makassar
14. PSMS Medan
15. PSPS Pekanbaru
16. Semarang United
17. Semen Padang
Reporter : M. Syafaruddin
Surabaya - Bukan 20 melainkan 17 klub yang, Minggu (20/10/2010) siang ini mendeklarasikan diri mengikuti kompetisi Liga Primer Indonesia. Untuk Provinsi Jawa Timur (Jatim) akan diwakili empat tim, yakni Persebaya Surabaya, Arema Indonesia, Persema Malang dan Persibo Bojonegoro. Berikut daftar 17 klub berdasarkan rilis yang diterima siang ini.[sya]
1. Arema Indonesia
2. Bali FC
3. Batavia FC
4. Bogor Raya FC
5. Jakarta FC
6. Manado United
7. Maung Bandung Raya
8. Medan Chief (merger dengan Pro Titan)
9. Persebaya Surabaya
10. Persema Malang
11. Persibo Bojonegoro
12. Persis Solo
13. PSM Makassar
14. PSMS Medan
15. PSPS Pekanbaru
16. Semarang United
17. Semen Padang
Sabtu, 23 Oktober 2010
LIMA KLUB JATIM IKUT LPI
Minggu, 24 Oktober 2010 06:52:36 WIB
Reporter : M. Syafaruddin
Surabaya - Dari 20 klub yang menjadi peserta Liga Primer Indonesia (LPI), Jawa Timur (Jatim) masih mendominasi jumlah peserta. Kabarnya, ada lima klub Jatim yang sudah memastikan diri bergabung dengan LPI.
Media Officer LPI, Arya Abhiseka memang tidak berani menyebutkan siapa klub dari Jatim yang mengikuti LPI. Ia hanya menyebut ada 20 klub yang berkompetisi di LPI musim ini. Mereka akan mendeklarasikan diri, Minggu (24/10/2010) siang ini di salah satu hotel di Semarang. Informasi mengenai siapa saja klub Jatim yang tercantum dalam 20 klub peserta akhirnya diperoleh dari Direktur Utama PT Persebaya Indonesia (PTPI), Cholid Goromah. "Di Jatim sendiri ada lima klub," katanya dalam percakapan internet
Sayang, Cholid menolak untuk menjabarkan siapa saja klub yang ia maksud. Sama halnya dengan Cholid, Komisaris Utama PTPI, Saleh Ismail Mukadar juga tak mau menyebutkan nama klub yang ikut. "Selain Persebaya, ada empat klub Jatim yang kini berlaga di Superliga," sebutnya singkat.
Saat ini ada lima tim Jatim di Superliga, yakni Arema Indonesia, Persema Malang, Persela Lamongan, Persibo Bojonegoro dan Deltras Sidoarjo. Kabarnya, empat tim yang dimaksud Saleh adalah, Arema, Persema, Persibo dan Deltras.
Sementara itu, siang ini di Semarang, ke-20 peserta LPI akan mendeklarasikan diri. Selain itu, LPI juga meluncurkan situs resminya, yakni www.ligaprimerindonesia.co.id. "InsyaAllah setelah jam 12 siang ini situs ini sudah bisa diakses," tutup Saleh.
Reporter : M. Syafaruddin
Surabaya - Dari 20 klub yang menjadi peserta Liga Primer Indonesia (LPI), Jawa Timur (Jatim) masih mendominasi jumlah peserta. Kabarnya, ada lima klub Jatim yang sudah memastikan diri bergabung dengan LPI.
Media Officer LPI, Arya Abhiseka memang tidak berani menyebutkan siapa klub dari Jatim yang mengikuti LPI. Ia hanya menyebut ada 20 klub yang berkompetisi di LPI musim ini. Mereka akan mendeklarasikan diri, Minggu (24/10/2010) siang ini di salah satu hotel di Semarang. Informasi mengenai siapa saja klub Jatim yang tercantum dalam 20 klub peserta akhirnya diperoleh dari Direktur Utama PT Persebaya Indonesia (PTPI), Cholid Goromah. "Di Jatim sendiri ada lima klub," katanya dalam percakapan internet
Sayang, Cholid menolak untuk menjabarkan siapa saja klub yang ia maksud. Sama halnya dengan Cholid, Komisaris Utama PTPI, Saleh Ismail Mukadar juga tak mau menyebutkan nama klub yang ikut. "Selain Persebaya, ada empat klub Jatim yang kini berlaga di Superliga," sebutnya singkat.
Saat ini ada lima tim Jatim di Superliga, yakni Arema Indonesia, Persema Malang, Persela Lamongan, Persibo Bojonegoro dan Deltras Sidoarjo. Kabarnya, empat tim yang dimaksud Saleh adalah, Arema, Persema, Persibo dan Deltras.
Sementara itu, siang ini di Semarang, ke-20 peserta LPI akan mendeklarasikan diri. Selain itu, LPI juga meluncurkan situs resminya, yakni www.ligaprimerindonesia.co.id. "InsyaAllah setelah jam 12 siang ini situs ini sudah bisa diakses," tutup Saleh.
BESOK DEKLARASI LPI
Sabtu, 23 Oktober 2010 21:40:27 WIB
Reporter : Ribut Wijoto
Semarang - Kompetisi Liga Primer Indonisia yang ditunggu-tunggu banyak pihak akhirnya bakal dideklarasikan. Deklarasi digelar besok, Minggu (24/10/2010) di di Entertainment Plaza Kota Semarang.
Arya Abhiseka, salah satu penggagas LPI menerangkan, peserta deklarasi sebanyak 20 klub yang terdiri dari peserta Liga Super Indonesia dan beberapa klub Divisi Utama. "Kick off Liga Primer Indonesia akan digelar di Stadiun Manahan Solo, Januari mendatang," kata Arya Abhiseka, Sabtu (23/10). Ditambahkannya, deklarasi akan dihadiri oleh pengusaha nasional, Arifin Panigoro sebagai penggagas Liga Primer Indonesia, Gubernur Jawa Tengah, Kepala Kepolisian Daerah Jawa Tengah, Panglima Kodam IV Diponegoro, serta sejumlah tokoh sepak bola nasional.
Sementara itu, Direktur Utama PT Persebaya Indonesia (PTPI), Cholid Goromah mengakui adanya deklarasi tersebut. "Ada banyak agenda yang akan dibicarakan dalam pertemuan ini, mulai dari jadwal hingga launching LPI itu sendiri," jelasnya.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, LPI dibuat juga dalam rangka menciptakan kemandirian klub-klub sepak bola di Indonesia agar tidak selalu bergantung pada dana APBD. LPI ingin klub-klub di Indonesia benar-benar profesional.
Selama ini dengan mengikuti kompetisi ISL atau liga Indonesia yang dikelola PSSI, klub tidak mendapatkan penghasilan sebagaimana yang didapat klub-klub Eropa, seperti Liga Inggris, Italia, Spanyol. LPI yang dikelola Pengusaha Arifin Panigoro bersama beberapa pengusaha Indonesia ini akan memberikan dana awal puluhan miliar rupiah untuk setiap klub yang bergabung dengan LPI.
Reporter : Ribut Wijoto
Semarang - Kompetisi Liga Primer Indonisia yang ditunggu-tunggu banyak pihak akhirnya bakal dideklarasikan. Deklarasi digelar besok, Minggu (24/10/2010) di di Entertainment Plaza Kota Semarang.
Arya Abhiseka, salah satu penggagas LPI menerangkan, peserta deklarasi sebanyak 20 klub yang terdiri dari peserta Liga Super Indonesia dan beberapa klub Divisi Utama. "Kick off Liga Primer Indonesia akan digelar di Stadiun Manahan Solo, Januari mendatang," kata Arya Abhiseka, Sabtu (23/10). Ditambahkannya, deklarasi akan dihadiri oleh pengusaha nasional, Arifin Panigoro sebagai penggagas Liga Primer Indonesia, Gubernur Jawa Tengah, Kepala Kepolisian Daerah Jawa Tengah, Panglima Kodam IV Diponegoro, serta sejumlah tokoh sepak bola nasional.
Sementara itu, Direktur Utama PT Persebaya Indonesia (PTPI), Cholid Goromah mengakui adanya deklarasi tersebut. "Ada banyak agenda yang akan dibicarakan dalam pertemuan ini, mulai dari jadwal hingga launching LPI itu sendiri," jelasnya.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, LPI dibuat juga dalam rangka menciptakan kemandirian klub-klub sepak bola di Indonesia agar tidak selalu bergantung pada dana APBD. LPI ingin klub-klub di Indonesia benar-benar profesional.
Selama ini dengan mengikuti kompetisi ISL atau liga Indonesia yang dikelola PSSI, klub tidak mendapatkan penghasilan sebagaimana yang didapat klub-klub Eropa, seperti Liga Inggris, Italia, Spanyol. LPI yang dikelola Pengusaha Arifin Panigoro bersama beberapa pengusaha Indonesia ini akan memberikan dana awal puluhan miliar rupiah untuk setiap klub yang bergabung dengan LPI.
BONEK TAK YAKIN DENGAN PERSEBAYA TANDINGAN
Sabtu, 23 Oktober 2010 06:00:03 WIB
Reporter : M. Syafaruddin
Surabaya - Meski mendukung pembentukan tim Persebaya Surabaya Tandingan, namun suporter setia Bajul Ijo, Bonek, kurang puas bahkan meragukan kemampuan tim instan ini. Apalagi komposisi pemainnya diisi nama-nama yang kurang familiar.
Dirigen Bonek, Hamin Gimbal, mengatakan, secara pribadi dirinya tidak yakin tim bentukan Pengcab PSSI Surabaya versi Utami ini bisa bersaing di kompetisi Divisi Utama nanti. Apalagi, tim Persebaya tandingan dilatih Suwandi HS, bukan Freddy Muli seperti yang mereka minta. "Saya tidak yakin dengan Suwandi. Kalau soal pemain, saya malah tidak puas sama sekali, terutama dengan pemain asingnya," kata.
Pria yang selalu tampil nyentrik ini menambahkan, secara kualitas, antara Freddy dengan Suwandi jelas berbeda jauh. Apalagi selama dilatih Freddy, permainan Bajul Ijo dianggap sudah sesuai karakter masyarakat Surabaya, yakni ngeyel.
"Pokoknya Freddy harus jadi pelatih kepala. Freddy sudah terbukti bukti di lapangan. Pembawaannya ke pemain bisa diterima. Dia bisa membawa tim menang meski belum gajian," sambung Hamin.
Ia lantas menambahkan, ketika mendengar Freddy tidak menjadi pelatih kepala, ia amat terkejut. Apalagi selama pembentukan tim, unsur suporter sama sekali tidak dilibatkan. "Selama ini memang tidak ada pembicaraan untuk pembentukan tim. Yang jelas kita terkejut Freddy hanya sebagai penasehat. Pokoknya kita dukung total Freddy," pungkas Hamin.
Reporter : M. Syafaruddin
Surabaya - Meski mendukung pembentukan tim Persebaya Surabaya Tandingan, namun suporter setia Bajul Ijo, Bonek, kurang puas bahkan meragukan kemampuan tim instan ini. Apalagi komposisi pemainnya diisi nama-nama yang kurang familiar.
Dirigen Bonek, Hamin Gimbal, mengatakan, secara pribadi dirinya tidak yakin tim bentukan Pengcab PSSI Surabaya versi Utami ini bisa bersaing di kompetisi Divisi Utama nanti. Apalagi, tim Persebaya tandingan dilatih Suwandi HS, bukan Freddy Muli seperti yang mereka minta. "Saya tidak yakin dengan Suwandi. Kalau soal pemain, saya malah tidak puas sama sekali, terutama dengan pemain asingnya," kata.
Pria yang selalu tampil nyentrik ini menambahkan, secara kualitas, antara Freddy dengan Suwandi jelas berbeda jauh. Apalagi selama dilatih Freddy, permainan Bajul Ijo dianggap sudah sesuai karakter masyarakat Surabaya, yakni ngeyel.
"Pokoknya Freddy harus jadi pelatih kepala. Freddy sudah terbukti bukti di lapangan. Pembawaannya ke pemain bisa diterima. Dia bisa membawa tim menang meski belum gajian," sambung Hamin.
Ia lantas menambahkan, ketika mendengar Freddy tidak menjadi pelatih kepala, ia amat terkejut. Apalagi selama pembentukan tim, unsur suporter sama sekali tidak dilibatkan. "Selama ini memang tidak ada pembicaraan untuk pembentukan tim. Yang jelas kita terkejut Freddy hanya sebagai penasehat. Pokoknya kita dukung total Freddy," pungkas Hamin.
SUWANDI BAYANG2 FREDY MULI
Sabtu, 23 Oktober 2010 06:16:00 WIB
Reporter : M. Syafaruddin
SurabayA - Meski secara lisan dan tertulis Ketua Umum Persebaya Tandingan, Wisnu Wardhana sudah menyebut Suwandi HS sebagai pelatih kepala, namun nyatanya Suwandi seperti tidak diberikan kepercayaan penuh oleh pengurus dan manajemen.
Sebab, posisi Suwandi masih kalah tinggi dengan Freddy Muli yang menjabat sebagai penasehat tim. Bahkan Wisnu terang-terangan menyebut mantan pelatih Persidafon Dafonsoro ini lebih hebat dibanding Suwandi. "Kalau dibandingkan, tentu Freddy lebih pintar daripada Suwandi, tim ini apa katanya Freddy," kata Wisnu. Padahal, antara Freddy dengan Suwandi memiliki kedudukan sama. Musim lalu, keduanya sama-sama menukangi tim Divisi Utama. Freddy di Persidafon dan Suwandi di Mojokerto Putra (MP). Selain itu, kedua pelatih ini juga gagal membawa timnya lolos ke Superliga.
"Pelatih harus nurut apa yang dikatakan Freddy. Kalau dia bilang ke kanan ya pemain harus berlari ke kanan," sambung pria asal Malang ini.
Meski statusnya di bawah bayang-bayang Freddy, namun Suwandi tampaknya tidak mempermasalahkan hal itu. Justru, dengan bergabungnya Freddy ke tim, ia dapat menyerap ilmu dari seniornya itu.
"Kalau terbebani pasti ada, tapi kita bisa banyak belajar dari senior," tutup pria yang pernah menangani PSIR Rembang ini.
Reporter : M. Syafaruddin
SurabayA - Meski secara lisan dan tertulis Ketua Umum Persebaya Tandingan, Wisnu Wardhana sudah menyebut Suwandi HS sebagai pelatih kepala, namun nyatanya Suwandi seperti tidak diberikan kepercayaan penuh oleh pengurus dan manajemen.
Sebab, posisi Suwandi masih kalah tinggi dengan Freddy Muli yang menjabat sebagai penasehat tim. Bahkan Wisnu terang-terangan menyebut mantan pelatih Persidafon Dafonsoro ini lebih hebat dibanding Suwandi. "Kalau dibandingkan, tentu Freddy lebih pintar daripada Suwandi, tim ini apa katanya Freddy," kata Wisnu. Padahal, antara Freddy dengan Suwandi memiliki kedudukan sama. Musim lalu, keduanya sama-sama menukangi tim Divisi Utama. Freddy di Persidafon dan Suwandi di Mojokerto Putra (MP). Selain itu, kedua pelatih ini juga gagal membawa timnya lolos ke Superliga.
"Pelatih harus nurut apa yang dikatakan Freddy. Kalau dia bilang ke kanan ya pemain harus berlari ke kanan," sambung pria asal Malang ini.
Meski statusnya di bawah bayang-bayang Freddy, namun Suwandi tampaknya tidak mempermasalahkan hal itu. Justru, dengan bergabungnya Freddy ke tim, ia dapat menyerap ilmu dari seniornya itu.
"Kalau terbebani pasti ada, tapi kita bisa banyak belajar dari senior," tutup pria yang pernah menangani PSIR Rembang ini.
Jumat, 22 Oktober 2010
Saleh: Persebaya Tandingan Tim Murahan
Komisaris Utama PT Persebaya Indonesia (PTPI), Saleh Ismail Mukadar masih bersikap santai meski pihak Wisnu Wardhana sudah meluncurkan tim Persebaya Tandingan. Sedikit meledek, Saleh menilai tim yang menggunakan 16 pemain Persikubar Kutai Barat ini tidak berkualitas, murahan dan afkiran.
Ketika dihubungi beritajatim.com, Jumat (22/10/2010) sore, Saleh dengan enteng menyebut tim bentukan Wisnu tidak bermaterikan pemain berkualitas. Ia juga menilai tim yang dilatih Suwandi HS ini berisikan pemain afkiran, atau pemain yang sudah tidak dapat dipakai lagi. "Pasti beda. Kalau yang asli, mahal dan berkualitas, pasti enak dilihat. Sebaliknya, kalau pemainnya murahan, afkiran dan tidak enak dilihat, bagaimana kita bisa menikmati pemainnya," ledek Saleh.
Memang, menurut info, harga pemain termahal Persebaya Tandingan tak lebih dari Rp 200 juta. Sedangkan untuk pemain asing, paling mahal dihargai Rp 350 juta. Bandingkan dengan tim Persebaya. Gaji termahal pemain Persebaya Tandingan mungkin masih lebih tinggi gaji pemain muda, Andik Vermansyah.
Meski menggunakan pemain murah meriah, namun Ketua Umum Persebaya Tandingan, Wisnu Wardhana kabarnya belum bisa melunasi uang panjar pemainnya. Dari total Rp 500 juta yang harus dibayar, Wisnu baru sanggup membayar Rp 300 juta.
"Kalau yang murahan, afkiran, kotor dan berbau busuk pasti barang palsu. Kalau yang asli jelas lebih mahal, lebih awet, enak dilihat dan dijamin kualitasnya," sindir mantan Ketua Umum KONI Surabaya ini.
Banyaknya komentar 'pedas' apakah pertanda Saleh keder dengan pihak Wisnu yang telah melaunching tim. Dengan tegas ia membantah. "Saya bukan sinis loh ya, tapi faktanya yang palsu kan tidak akan tahan lama," lanjut Saleh.
Sementara itu, komentar lebih tenang terlontar dari Direktur Utama PTPI, Cholid Goromah. "Saya hanya bisa doakan saja semoga mereka sukses, jadi kota Surabaya semakin banyak hiburan," katanya.
Dengan munculnya tim Persebaya Tandingan, apakah pihak Persebaya akan membawa kasus ini ke ranah hukum? "Saya rasa tidak perlu. Biar klub-klub yang ikut kompetisi Divisi Utama saja yang protes," tutup mantan asisten manajer Bajul Ijo ini.
Ketika dihubungi beritajatim.com, Jumat (22/10/2010) sore, Saleh dengan enteng menyebut tim bentukan Wisnu tidak bermaterikan pemain berkualitas. Ia juga menilai tim yang dilatih Suwandi HS ini berisikan pemain afkiran, atau pemain yang sudah tidak dapat dipakai lagi. "Pasti beda. Kalau yang asli, mahal dan berkualitas, pasti enak dilihat. Sebaliknya, kalau pemainnya murahan, afkiran dan tidak enak dilihat, bagaimana kita bisa menikmati pemainnya," ledek Saleh.
Memang, menurut info, harga pemain termahal Persebaya Tandingan tak lebih dari Rp 200 juta. Sedangkan untuk pemain asing, paling mahal dihargai Rp 350 juta. Bandingkan dengan tim Persebaya. Gaji termahal pemain Persebaya Tandingan mungkin masih lebih tinggi gaji pemain muda, Andik Vermansyah.
Meski menggunakan pemain murah meriah, namun Ketua Umum Persebaya Tandingan, Wisnu Wardhana kabarnya belum bisa melunasi uang panjar pemainnya. Dari total Rp 500 juta yang harus dibayar, Wisnu baru sanggup membayar Rp 300 juta.
"Kalau yang murahan, afkiran, kotor dan berbau busuk pasti barang palsu. Kalau yang asli jelas lebih mahal, lebih awet, enak dilihat dan dijamin kualitasnya," sindir mantan Ketua Umum KONI Surabaya ini.
Banyaknya komentar 'pedas' apakah pertanda Saleh keder dengan pihak Wisnu yang telah melaunching tim. Dengan tegas ia membantah. "Saya bukan sinis loh ya, tapi faktanya yang palsu kan tidak akan tahan lama," lanjut Saleh.
Sementara itu, komentar lebih tenang terlontar dari Direktur Utama PTPI, Cholid Goromah. "Saya hanya bisa doakan saja semoga mereka sukses, jadi kota Surabaya semakin banyak hiburan," katanya.
Dengan munculnya tim Persebaya Tandingan, apakah pihak Persebaya akan membawa kasus ini ke ranah hukum? "Saya rasa tidak perlu. Biar klub-klub yang ikut kompetisi Divisi Utama saja yang protes," tutup mantan asisten manajer Bajul Ijo ini.
MESS-DANA PERSEBAYA TANDINGAN ABU-ABU
Jum'at, 22 Oktober 2010 16:54:23 WIB
Reporter : M. Syafaruddin
Surabaya - Meski sudah membentuk tim, bukan berarti Persebaya Tandingan tidak memiliki masalah. Selain mess pemain yang belum jelas, pendanaan serta home base tim Divisi Utama ini masih dipertanyakan. Selain itu, untuk berlatih sehari hari, mereka justru menggunakan stadion Jenggolo yang notabene berada di Sidoarjo.
Ketua Umum Persebaya Tandingan, Wisnu Wardhana mengatakan, untuk home base, kemungkinan besar timnya akan memakai stadion Gelora 10 Nopember. "Kalau stadion kita masih di Tambaksari. Kalau tidak bisa ya ke Gelora Bung Tomo. Pokoknya kita akan terus berkomunikasi dengan Pemkot," katanya.
Ditemui usai melaunching tim, Jumat (22/10/2010) siang, untuk smeentara pemainnya bakal tinggal di Mess khusus. Tapi sekali lagi, pria yang juga menjabat sebagai manajer tim ini masih merahasiakannya.
"Kita akan kirim surat ke Walikota untuk tempati Mess Karanggayam. Seharusnya mereka (Tim Persebaya LPI.red) sudah tidak boleh disana, kalau masih diberikan ke mereka, Pemkot salah besar," tegas pria yang juga Ketua DPRD Kota Surabaya ini.
Mengenai pendanaan, Wisnu mengakui jika pihaknya seret uang. "Untuk tiga bulan kedepan cari dana dari para simpatisan," lanjutnya dengan suara mengecil. Meski begitu Wisnu mengaku sudah membayar 25 persen kontrak seluruh pemain.
Sementara itu, pelatih tim Persebaya Tandingan, Suwandi HS mengaku, tim yang akan ia besut sudah melakukan latihan bersama selama tiga minggu lalu. Hanya saja, untuk tempat berlatih, timnya harus hijrah ke luar kota, tepatnya di stadion Jenggolo, Sidoarjo. "Sehari-hari kita memang latihan di daerah Jenggolo," aku mantan pelatih PSIR Rembang ini.
Mengenai target yang dibebankan manajemen, yakni kembali ke Superliga, Suwandi mengaku siap. "Kita akan lebih berkonsetrasi agar ke depan lebih bagus. Tantunya dengan kerja keras. Selain itu kita harus yakin kembali ke Superliga," tutup mantan pemain Petrokimia Putra Gresik ini.
Reporter : M. Syafaruddin
Surabaya - Meski sudah membentuk tim, bukan berarti Persebaya Tandingan tidak memiliki masalah. Selain mess pemain yang belum jelas, pendanaan serta home base tim Divisi Utama ini masih dipertanyakan. Selain itu, untuk berlatih sehari hari, mereka justru menggunakan stadion Jenggolo yang notabene berada di Sidoarjo.
Ketua Umum Persebaya Tandingan, Wisnu Wardhana mengatakan, untuk home base, kemungkinan besar timnya akan memakai stadion Gelora 10 Nopember. "Kalau stadion kita masih di Tambaksari. Kalau tidak bisa ya ke Gelora Bung Tomo. Pokoknya kita akan terus berkomunikasi dengan Pemkot," katanya.
Ditemui usai melaunching tim, Jumat (22/10/2010) siang, untuk smeentara pemainnya bakal tinggal di Mess khusus. Tapi sekali lagi, pria yang juga menjabat sebagai manajer tim ini masih merahasiakannya.
"Kita akan kirim surat ke Walikota untuk tempati Mess Karanggayam. Seharusnya mereka (Tim Persebaya LPI.red) sudah tidak boleh disana, kalau masih diberikan ke mereka, Pemkot salah besar," tegas pria yang juga Ketua DPRD Kota Surabaya ini.
Mengenai pendanaan, Wisnu mengakui jika pihaknya seret uang. "Untuk tiga bulan kedepan cari dana dari para simpatisan," lanjutnya dengan suara mengecil. Meski begitu Wisnu mengaku sudah membayar 25 persen kontrak seluruh pemain.
Sementara itu, pelatih tim Persebaya Tandingan, Suwandi HS mengaku, tim yang akan ia besut sudah melakukan latihan bersama selama tiga minggu lalu. Hanya saja, untuk tempat berlatih, timnya harus hijrah ke luar kota, tepatnya di stadion Jenggolo, Sidoarjo. "Sehari-hari kita memang latihan di daerah Jenggolo," aku mantan pelatih PSIR Rembang ini.
Mengenai target yang dibebankan manajemen, yakni kembali ke Superliga, Suwandi mengaku siap. "Kita akan lebih berkonsetrasi agar ke depan lebih bagus. Tantunya dengan kerja keras. Selain itu kita harus yakin kembali ke Superliga," tutup mantan pemain Petrokimia Putra Gresik ini.
BUKAN PERSEBAYA MELAINKAN PERSEBAYA KUBAR
Jum'at, 22 Oktober 2010 16:21:38 WIB
Reporter : M. Syafaruddin
Surabaya - Meski nama klubnya Persebaya Surabaya, namun komposisi tim Persebaya Tandingan justru berbau tim pendatang baru Divisi Utama, yakni Persikubar Kutai Barat. Dari 33 pemain yang diperkenalkan, hampir separuh diantaranya adalah tim Persikubar yang bertanding di Liga Jatim 2010.
Ke-17 pemain itu adalah, kiper, Aris Noviandi. Sembilan pemain belakang, Rifai Arsyad, Fendi Taris, Sulkan Arif, Redi Suprianto, Rustanto Sri Wahono, Agusmanto, Imam Yuliyanto, Taufik Soleh dan Khodari Amir.
Untuk lini tengah terdapat dua pemain, yakni La Umbu dan pemain gaek, Kuncoro. Nama terakhir justru menyandang ban kapten di tim Persikubar. Sedangkan di sektor depan juga ada dua nama, yakni Sarwani Agustian dan Cornelis Kaimu. Selain pemain lokal, dua pemain asing Persikubar juga dibajak, yakni Orock Charles dan Camara Fassawa.
Tak cukup pemainnya, pelatih Persikubar, Suwandi HS juga dipindahkan ke Surabaya untuk melatih tim bentukan Pengcab PSSI Surabaya versi Utami ini. Dari data beritajatim.com, pemain-pemain serta pelatih inilah yang didaftarkan Persikubar di Liga Jatim 2010.
Dikornfirmasi mengenai hal ini, Ketua Umum sekaligus manajer tim Persebaya Tandingan, Wisnu Wardhana tidak bisa berkutik. Ia mengakui jika mengambil tim jadi karena tenggang waktu yang sangat singkat. "Kita memang ambil tim jadi karena persiapan singkat, apalagi kompetisi segera dimulai," kata Wisnu.
Selain membajak pemain Persikubar, Persebaya Tandingan juga memakai tenaga pemain-pemain yang tidak dipakai di klub lamanya, seperti M Khusen, Sackie Doe dan eks langganan cadangan Persebaya musim lalu, Wimba Sutan Fanosa. Selain itu, hadir pula pemain muda seperti Fandi Eko Utomo.
Reporter : M. Syafaruddin
Surabaya - Meski nama klubnya Persebaya Surabaya, namun komposisi tim Persebaya Tandingan justru berbau tim pendatang baru Divisi Utama, yakni Persikubar Kutai Barat. Dari 33 pemain yang diperkenalkan, hampir separuh diantaranya adalah tim Persikubar yang bertanding di Liga Jatim 2010.
Ke-17 pemain itu adalah, kiper, Aris Noviandi. Sembilan pemain belakang, Rifai Arsyad, Fendi Taris, Sulkan Arif, Redi Suprianto, Rustanto Sri Wahono, Agusmanto, Imam Yuliyanto, Taufik Soleh dan Khodari Amir.
Untuk lini tengah terdapat dua pemain, yakni La Umbu dan pemain gaek, Kuncoro. Nama terakhir justru menyandang ban kapten di tim Persikubar. Sedangkan di sektor depan juga ada dua nama, yakni Sarwani Agustian dan Cornelis Kaimu. Selain pemain lokal, dua pemain asing Persikubar juga dibajak, yakni Orock Charles dan Camara Fassawa.
Tak cukup pemainnya, pelatih Persikubar, Suwandi HS juga dipindahkan ke Surabaya untuk melatih tim bentukan Pengcab PSSI Surabaya versi Utami ini. Dari data beritajatim.com, pemain-pemain serta pelatih inilah yang didaftarkan Persikubar di Liga Jatim 2010.
Dikornfirmasi mengenai hal ini, Ketua Umum sekaligus manajer tim Persebaya Tandingan, Wisnu Wardhana tidak bisa berkutik. Ia mengakui jika mengambil tim jadi karena tenggang waktu yang sangat singkat. "Kita memang ambil tim jadi karena persiapan singkat, apalagi kompetisi segera dimulai," kata Wisnu.
Selain membajak pemain Persikubar, Persebaya Tandingan juga memakai tenaga pemain-pemain yang tidak dipakai di klub lamanya, seperti M Khusen, Sackie Doe dan eks langganan cadangan Persebaya musim lalu, Wimba Sutan Fanosa. Selain itu, hadir pula pemain muda seperti Fandi Eko Utomo.
INILAH SUSUNAN PEMAIN PERSEBAYA
Jum'at, 22 Oktober 2010 14:51:13 WIB
Reporter : M. Syafaruddin
Surabaya - Bertempat di Gedung Balai Pemuda, Jumat (22/10/2010) siang ini, tim Persebaya Surabaya Tandingan di-launching. Dan inilah daftar pemain Persebaya yang diproyeksikan untuk Divisi Utama PSSI pimpinan Nurdin Halid.
Bagaimana susunan pemain Persebaya pimpinan Wisnu Wardhana ini. Posisi kiper ditempati Aris Noviandi dan Aditya Fajar. Lini belakang diisi Rifat Arsyad, Fendi Taris, Dwi Santo Putra, Zulkan Arif, Rendi Suprianto, Rustanto Sri Wahono, Agusmanto, Imam Yuliyanto, Taufik Soleh, Khodari Amir, dan M Khusen.
Lini tengah bakal diisi antara lain La Umbu, Redi Redianto, Kuncoro, Hariyanto, Heri Kiswono, Arisadi, Dedi Eko, Alfi, Eri Budi, Sidiq Nurcahyono, Himawan, dan Munir Nurcahyo. Sedangkan lini depan ditempati oleh Solikhin, Sarwani, Agustian, Cornelis Kaimu, Syaiful Bachri, Wimba Sutan, dan Fandi Eko.
Persebaya di bawah pimpinan Wisnu Wardhana ini juga mengpntrak pemain asing. Para pemain itu adalah Orock Charles, Sackie Doe, dan Cassava.
Reporter : M. Syafaruddin
Surabaya - Bertempat di Gedung Balai Pemuda, Jumat (22/10/2010) siang ini, tim Persebaya Surabaya Tandingan di-launching. Dan inilah daftar pemain Persebaya yang diproyeksikan untuk Divisi Utama PSSI pimpinan Nurdin Halid.
Bagaimana susunan pemain Persebaya pimpinan Wisnu Wardhana ini. Posisi kiper ditempati Aris Noviandi dan Aditya Fajar. Lini belakang diisi Rifat Arsyad, Fendi Taris, Dwi Santo Putra, Zulkan Arif, Rendi Suprianto, Rustanto Sri Wahono, Agusmanto, Imam Yuliyanto, Taufik Soleh, Khodari Amir, dan M Khusen.
Lini tengah bakal diisi antara lain La Umbu, Redi Redianto, Kuncoro, Hariyanto, Heri Kiswono, Arisadi, Dedi Eko, Alfi, Eri Budi, Sidiq Nurcahyono, Himawan, dan Munir Nurcahyo. Sedangkan lini depan ditempati oleh Solikhin, Sarwani, Agustian, Cornelis Kaimu, Syaiful Bachri, Wimba Sutan, dan Fandi Eko.
Persebaya di bawah pimpinan Wisnu Wardhana ini juga mengpntrak pemain asing. Para pemain itu adalah Orock Charles, Sackie Doe, dan Cassava.
PERSEBAYA JADI TAMU KHUSUS DI BLITAR
Jum'at, 22 Oktober 2010 05:37:00 WIB
Reporter : M. Syafaruddin
Surabaya - Kedatangan tim Persebaya Surabaya ke Kota Blitar tak sekadar untuk melakukan uji coba. Namun Bajul Ijo khusus diminta menjadi lawan tanding saat tim lokal, PSBI Blitar meluncurkan tim anyarnya, Jumat (22/10/2010) hari ini di markas mereka, Stadion Soeprijadi.
Awalnya, tidak ada yang mengira kedatangan Persebaya ke Blitar dikarenakan undangan penting. Secara terhormat Bajul Ijo khusus didatangkan untuk menjajal tim Singo Lodro, julukan PSBI. "Ya, katanya memang seperti itu. Tapi kita tidak pikirkan itu lah," ucap Asisten Pelatih, Ibnu Grahan. Mantan striker jempolan Persebaya era 90-an ini menambahkan, yang terpenting dalam uji coba lawan PSBI adalah, tim pelatih ingin melihat bagaimana perkembangan Andik Vermansyah cs. Apalagi tim yang diproyeksikan untuk Liga Primer Indonesia (LPI) ini baru menjalani dua kali uji coba.
"Itu pun lawan tim lokal. Jadi harus ada peningkatan kualitas lawan," sambung Ibnu.
Dalam uji coba kali ini, Persebaya membawa seluruh pemainnya, termasuk tiga pilar asing, yakni Juan Marcelo, John Tarkpor dan striker Amick Ciani. Selain itu, mereka juga memboyong dua pemain muda jebolan Asyabbab, Muchsin Alatas dan M Shadiq.
"Kita hanya ingin melihat seberapa tingkatan kemampuan pemain sejauh ini," lanjut Ibnu.
Sebelumnya, selain mencari lawan tanding yang kualitasnya di atas tim internal, pelatih Aji Santoso juga kepincut dengan kondisi lapangan stadion Soeprijadi. Menurut Aji, lapangannya cukup bagus sehingga kans untuk menimbulkan cedera juga minim.
Reporter : M. Syafaruddin
Surabaya - Kedatangan tim Persebaya Surabaya ke Kota Blitar tak sekadar untuk melakukan uji coba. Namun Bajul Ijo khusus diminta menjadi lawan tanding saat tim lokal, PSBI Blitar meluncurkan tim anyarnya, Jumat (22/10/2010) hari ini di markas mereka, Stadion Soeprijadi.
Awalnya, tidak ada yang mengira kedatangan Persebaya ke Blitar dikarenakan undangan penting. Secara terhormat Bajul Ijo khusus didatangkan untuk menjajal tim Singo Lodro, julukan PSBI. "Ya, katanya memang seperti itu. Tapi kita tidak pikirkan itu lah," ucap Asisten Pelatih, Ibnu Grahan. Mantan striker jempolan Persebaya era 90-an ini menambahkan, yang terpenting dalam uji coba lawan PSBI adalah, tim pelatih ingin melihat bagaimana perkembangan Andik Vermansyah cs. Apalagi tim yang diproyeksikan untuk Liga Primer Indonesia (LPI) ini baru menjalani dua kali uji coba.
"Itu pun lawan tim lokal. Jadi harus ada peningkatan kualitas lawan," sambung Ibnu.
Dalam uji coba kali ini, Persebaya membawa seluruh pemainnya, termasuk tiga pilar asing, yakni Juan Marcelo, John Tarkpor dan striker Amick Ciani. Selain itu, mereka juga memboyong dua pemain muda jebolan Asyabbab, Muchsin Alatas dan M Shadiq.
"Kita hanya ingin melihat seberapa tingkatan kemampuan pemain sejauh ini," lanjut Ibnu.
Sebelumnya, selain mencari lawan tanding yang kualitasnya di atas tim internal, pelatih Aji Santoso juga kepincut dengan kondisi lapangan stadion Soeprijadi. Menurut Aji, lapangannya cukup bagus sehingga kans untuk menimbulkan cedera juga minim.
Kamis, 21 Oktober 2010
SABTU, LPI AKAN MERAPATKAN BARISAN DI SEMARANG
Kamis, 21 Oktober 2010 13:37:57 WIB
Reporter : M. Syafaruddin
Surabaya - Konsorsium Liga Primer Indonesia (LPI) dijadwalkan mengumpulkan seluruh klub peserta pekan ini. Rencannya, pelaksanaan pertemuan ini akan dilakukan di salah satu hotel ternama di Kota Semarang.
Direktur Utama PT Persebaya Indonesia (PTPI), Cholid Goromah mengakui jika pihaknya sudah mendapat undangan untuk menghadiri pertemuan di Semarang. Menurtu Cholid, pertemuan ini akan dimulai, Sabtu (23/10/2010) besok lusa hingga selesai.
Mantan asisten manajer Persebaya ini menambahkan, ada banyak agenda yang akan dibicarakan dalam pertemuan ini, mulai dari jadwal hingga launching LPI itu sendiri. "Banyak, kami akan membicarakan beberapa hal, diantaranya masalah manual LPI, jadwal sekaligus deklarasi," jelasnya, Kamis (21/10/2010) siang.
Senada dengan Cholid, Komisaris Utama PTPI, Saleh Ismail Mukadar mengakui pihaknya bakal menghadiri pertemuan dengan sesama klub peserta LPI di Semarang besok lusa. "Besok memang klub-klub LPI kaan bertemu di Semarang untuk membicarakan manual liga," ucap mantan Ketua Umum KONI Surabaya ini.
Mengenai pelaksanaan LPI, baik Cholid maupun Saleh sepakat untuk tidak memberikan komentar. "Lihat hasil besok saja," tutup Cholid.
Kabar yang diterima beritajatim.com, pelaksanaan LPI kemungkinan besar bakal molor. Jika awalnya akan dimulai 28 Oktober, namun karena beberapa tim yang belum siap, kemungkinan besar akan digeber November mendatang.
Reporter : M. Syafaruddin
Surabaya - Konsorsium Liga Primer Indonesia (LPI) dijadwalkan mengumpulkan seluruh klub peserta pekan ini. Rencannya, pelaksanaan pertemuan ini akan dilakukan di salah satu hotel ternama di Kota Semarang.
Direktur Utama PT Persebaya Indonesia (PTPI), Cholid Goromah mengakui jika pihaknya sudah mendapat undangan untuk menghadiri pertemuan di Semarang. Menurtu Cholid, pertemuan ini akan dimulai, Sabtu (23/10/2010) besok lusa hingga selesai.
Mantan asisten manajer Persebaya ini menambahkan, ada banyak agenda yang akan dibicarakan dalam pertemuan ini, mulai dari jadwal hingga launching LPI itu sendiri. "Banyak, kami akan membicarakan beberapa hal, diantaranya masalah manual LPI, jadwal sekaligus deklarasi," jelasnya, Kamis (21/10/2010) siang.
Senada dengan Cholid, Komisaris Utama PTPI, Saleh Ismail Mukadar mengakui pihaknya bakal menghadiri pertemuan dengan sesama klub peserta LPI di Semarang besok lusa. "Besok memang klub-klub LPI kaan bertemu di Semarang untuk membicarakan manual liga," ucap mantan Ketua Umum KONI Surabaya ini.
Mengenai pelaksanaan LPI, baik Cholid maupun Saleh sepakat untuk tidak memberikan komentar. "Lihat hasil besok saja," tutup Cholid.
Kabar yang diterima beritajatim.com, pelaksanaan LPI kemungkinan besar bakal molor. Jika awalnya akan dimulai 28 Oktober, namun karena beberapa tim yang belum siap, kemungkinan besar akan digeber November mendatang.
Selasa, 19 Oktober 2010
PERSEBAYA VS PSBI HARI JUM'AT
Rabu, 20 Oktober 2010 07:19:42 WIB
Reporter : M. Syafaruddin
Surabaya - Setelah dua kali uji coba lawan tim lokal Bali dan PSSI Surabaya, Persebaya mulai menjajal tim yang kekuatannya hampir sama, yakni PSBI Blitar. Pertandingan ini akan dilangsungkan, Jumat (22/10/2010) di markas PSBI, Stadion Soeprijadi.
Arsitek Persebaya, Aji Santoso mengatakan, dirinya sudah mengontak pelatih PSBI, Gusnul Yakin, tentang rencana uji coba ini. "Saya sudah menghubungi Mas Gusnul, dan beliau juga mengiyakan," ucap Aji Selain karena tim berjuluk Laskar Singo Lodro membutuhkan lawan untuk uji tanding, dipilihnya PSBI juga dikarenakan faktor lapangan di Stadion Soeprijadi, Blitar. "Di sana lapangannya cukup bagus," lanjutnya.
Rencananya, rombongan Persebaya akan bertolak ke Blitar, Kamis (21/10/2010) besok sore. "Untuk setiap uji coba, kita tidak melihat berapa hasil akhirnya. Saya hanya ingin melihat perkembangan anak-anak dari serangkaian uji coba yang kita lakukan," tutup Aji.
Dari dua kali uji coba awal, masalah koordinasi antarlini masih menjadi perhatian utama. Meski rata-rata mencetak tiga gol dari setiap uji coba, namun Aji masih kurang puas dengan lini depannya. Apalagi striker I Made Wirahadi tak kunjung datang.[
Reporter : M. Syafaruddin
Surabaya - Setelah dua kali uji coba lawan tim lokal Bali dan PSSI Surabaya, Persebaya mulai menjajal tim yang kekuatannya hampir sama, yakni PSBI Blitar. Pertandingan ini akan dilangsungkan, Jumat (22/10/2010) di markas PSBI, Stadion Soeprijadi.
Arsitek Persebaya, Aji Santoso mengatakan, dirinya sudah mengontak pelatih PSBI, Gusnul Yakin, tentang rencana uji coba ini. "Saya sudah menghubungi Mas Gusnul, dan beliau juga mengiyakan," ucap Aji Selain karena tim berjuluk Laskar Singo Lodro membutuhkan lawan untuk uji tanding, dipilihnya PSBI juga dikarenakan faktor lapangan di Stadion Soeprijadi, Blitar. "Di sana lapangannya cukup bagus," lanjutnya.
Rencananya, rombongan Persebaya akan bertolak ke Blitar, Kamis (21/10/2010) besok sore. "Untuk setiap uji coba, kita tidak melihat berapa hasil akhirnya. Saya hanya ingin melihat perkembangan anak-anak dari serangkaian uji coba yang kita lakukan," tutup Aji.
Dari dua kali uji coba awal, masalah koordinasi antarlini masih menjadi perhatian utama. Meski rata-rata mencetak tiga gol dari setiap uji coba, namun Aji masih kurang puas dengan lini depannya. Apalagi striker I Made Wirahadi tak kunjung datang.[
KONI SIAP HADAPI KOMISI A
Selasa, 19 Oktober 2010 22:26:25 WIB
Reporter : M. Syafaruddin
Surabaya - Meski mendapat desakan dari Komisi A DPRD Surabaya dan Pengurus Persebaya Surabaya Tandingan, KONI Surabaya berjanji tidak akan mengucurkan dana APBD untuk salah satu kubu, baik itu Pengcab PSSI Surabaya versi Taman Sari atau Utami.
Ketua Umum KONI Surabaya, Heroe Poernomohadi menjelaskan, hingga saat ini pihaknya tetap berusaha berjalan pada track yang ada, yakni sesuai dengan AD/ART KONI. Sayangnya AD/ART ini tidak digubris saat hearing dengan Komisi A, Senin (18/10/2010) siang. Dalam pertemuan itu, Komisi A mendesak agar KONI mengucurkan dana untuk PSSI versi Utami.
"Kami tidak akan terbawa arus. Kami akan berjalan sesuai aturan yang ada. Termasuk masalah anggaran, kami tidak akan terpengaruh siapapun," ucap Heroe.
Padahal di sisi lain, saat ini ada upaya yang dilakukan KONI Surabaya dan KONI Jatim untuk menggelar Muscablub, dalam rangka penyelesaian masalah dualisme kepemimpinan PSSI Surabaya. "Kita memang menghadapi orang-orang yang tidak memahami aturan. Sementara ini, kami akan mendorong melalui jalur formal dan informal agar Muscablub tetap dilaksanakan," kata Heroe.
Heroe menambahkan, nampaknya ada yang kurang tepat dalam sistem organisasi Pengcab versi Utami. "Selama ini mereka menggunakan skema top down, disamakan dengan partai politik. Seharusnya, saya sepakat dengan KONI Jatim dan Klub, kedaulatan seharusnya ada di tangan klub," sambung pria murah senyum ini.
Tindakan KONI Surabaya yang menolak desakan Komisi A mendapat apresiasi dari 21 klub pro Muscablub. "Kami memberikan apresiasi ke KONI yang berani menolak mengucurkan dana pembinaan ke Pengcab Utami," ucap Ketua PS Pelabuhan III, Kardi Suwito.
Perwakilan tim Indonesia Muda (IM), Suprastowo juag mendukung langkah KONI Surabaya. Sedikit memberikan catatan, Prastowo meminta KONI lebih bijak dalam mencairkan dana. Selain itu, ia juga meminta KONI lebih teliti dalam mengamati proses organisasi.
"Atas nama 21 klub, kami sangat-sangat tidak setuju bila dana dicairkan ke kelompok minoritas. Untuk itu kami minta agar KONI sangat berhati-hati dalam mengambil keputusan," harapnya.
Reporter : M. Syafaruddin
Surabaya - Meski mendapat desakan dari Komisi A DPRD Surabaya dan Pengurus Persebaya Surabaya Tandingan, KONI Surabaya berjanji tidak akan mengucurkan dana APBD untuk salah satu kubu, baik itu Pengcab PSSI Surabaya versi Taman Sari atau Utami.
Ketua Umum KONI Surabaya, Heroe Poernomohadi menjelaskan, hingga saat ini pihaknya tetap berusaha berjalan pada track yang ada, yakni sesuai dengan AD/ART KONI. Sayangnya AD/ART ini tidak digubris saat hearing dengan Komisi A, Senin (18/10/2010) siang. Dalam pertemuan itu, Komisi A mendesak agar KONI mengucurkan dana untuk PSSI versi Utami.
"Kami tidak akan terbawa arus. Kami akan berjalan sesuai aturan yang ada. Termasuk masalah anggaran, kami tidak akan terpengaruh siapapun," ucap Heroe.
Padahal di sisi lain, saat ini ada upaya yang dilakukan KONI Surabaya dan KONI Jatim untuk menggelar Muscablub, dalam rangka penyelesaian masalah dualisme kepemimpinan PSSI Surabaya. "Kita memang menghadapi orang-orang yang tidak memahami aturan. Sementara ini, kami akan mendorong melalui jalur formal dan informal agar Muscablub tetap dilaksanakan," kata Heroe.
Heroe menambahkan, nampaknya ada yang kurang tepat dalam sistem organisasi Pengcab versi Utami. "Selama ini mereka menggunakan skema top down, disamakan dengan partai politik. Seharusnya, saya sepakat dengan KONI Jatim dan Klub, kedaulatan seharusnya ada di tangan klub," sambung pria murah senyum ini.
Tindakan KONI Surabaya yang menolak desakan Komisi A mendapat apresiasi dari 21 klub pro Muscablub. "Kami memberikan apresiasi ke KONI yang berani menolak mengucurkan dana pembinaan ke Pengcab Utami," ucap Ketua PS Pelabuhan III, Kardi Suwito.
Perwakilan tim Indonesia Muda (IM), Suprastowo juag mendukung langkah KONI Surabaya. Sedikit memberikan catatan, Prastowo meminta KONI lebih bijak dalam mencairkan dana. Selain itu, ia juga meminta KONI lebih teliti dalam mengamati proses organisasi.
"Atas nama 21 klub, kami sangat-sangat tidak setuju bila dana dicairkan ke kelompok minoritas. Untuk itu kami minta agar KONI sangat berhati-hati dalam mengambil keputusan," harapnya.
NILAI SAHAM PERSEBAYA KE PEMKOT CUMA2
Selasa, 19 Oktober 2010 19:36:16 WIB
Reporter : M. Syafaruddin
Surabaya - Komisaris Utama PT Persebaya Indonesia (PTPI), Saleh Ismail Mukadar menampik anggapan dirinya menjual PTPI ke Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya. Menurut Saleh, dirinya akan memberikan seluruh sahamnya ke Pemkot secara cuma-cuma. Sebelumnya, Saleh mengirimkan surat ke Pemkot. Intinya, ia sebagai Komisaris Utama PTPI meminta Pemkot menjadi pemegang saham mayoritas. Sebab, Persebaya adalah milik masyarakat Surabaya, dalam hal ini terwakili oleh Pemkot.
Pertanyaannya apakah Saleh tidak merasa rugi bila memberikan saham mayoritas ke Pemkot. Sebab, sejak awal pembentukan PTPT dua tahun lalu, seluruh pendanaan ditanggung oleh pria yang juga anggota Komisi E DPRD Jatim ini. Tak heran jika namanya muncul sebagai pemegang saham mayoritas di PTPI.
"Tidak ada pengorbanan yang harus dibalas. Berkorban ya berkorban. Saya sudah bersyukur dengan kondisi saat ini, jadi tidak perlu jual-jual. Begitu saja kok repot," lanjut Saleh.
Mantan Ketua Umum KONI Surabaya ini menjelaskan, sebenarnya upaya untuk memasukkan Pemkot dalam struktur pemegang saham Persebaya sudah ia lakukan dua tahun lalu. "Tapi dengan alasan larangan Menteri Keuangan, mereka akhirnya tidak mau," urainya.
"Sekarang ketika prospeknya bagus kembali kita ajak mereka. Sehingga kedepan 100 persen saham dimiliki oleh publik," sambungnya.
Saleh berharap, sebelum Persebaya dikembalikan oleh PT Pengelola Persebaya Indonesia (PT PPI) ke tangannya, komposisi saham PTPI sudah tersusun rapi, dan terdiri dari Pemkot, klub internal dan asosiasi suporter.
"Terserah Pemkot mau ditanggapi kapan, harapan kita ya segera. Sebab, untuk saat ini keuntungan mungkin masih belum, tapi tidak akan rugi," tutup Saleh
Reporter : M. Syafaruddin
Surabaya - Komisaris Utama PT Persebaya Indonesia (PTPI), Saleh Ismail Mukadar menampik anggapan dirinya menjual PTPI ke Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya. Menurut Saleh, dirinya akan memberikan seluruh sahamnya ke Pemkot secara cuma-cuma. Sebelumnya, Saleh mengirimkan surat ke Pemkot. Intinya, ia sebagai Komisaris Utama PTPI meminta Pemkot menjadi pemegang saham mayoritas. Sebab, Persebaya adalah milik masyarakat Surabaya, dalam hal ini terwakili oleh Pemkot.
Pertanyaannya apakah Saleh tidak merasa rugi bila memberikan saham mayoritas ke Pemkot. Sebab, sejak awal pembentukan PTPT dua tahun lalu, seluruh pendanaan ditanggung oleh pria yang juga anggota Komisi E DPRD Jatim ini. Tak heran jika namanya muncul sebagai pemegang saham mayoritas di PTPI.
"Tidak ada pengorbanan yang harus dibalas. Berkorban ya berkorban. Saya sudah bersyukur dengan kondisi saat ini, jadi tidak perlu jual-jual. Begitu saja kok repot," lanjut Saleh.
Mantan Ketua Umum KONI Surabaya ini menjelaskan, sebenarnya upaya untuk memasukkan Pemkot dalam struktur pemegang saham Persebaya sudah ia lakukan dua tahun lalu. "Tapi dengan alasan larangan Menteri Keuangan, mereka akhirnya tidak mau," urainya.
"Sekarang ketika prospeknya bagus kembali kita ajak mereka. Sehingga kedepan 100 persen saham dimiliki oleh publik," sambungnya.
Saleh berharap, sebelum Persebaya dikembalikan oleh PT Pengelola Persebaya Indonesia (PT PPI) ke tangannya, komposisi saham PTPI sudah tersusun rapi, dan terdiri dari Pemkot, klub internal dan asosiasi suporter.
"Terserah Pemkot mau ditanggapi kapan, harapan kita ya segera. Sebab, untuk saat ini keuntungan mungkin masih belum, tapi tidak akan rugi," tutup Saleh
PEMKOT MENJADI PEMEGANG SAHAM PERSEBAYA
Selasa, 19 Oktober 2010 18:48:47 WIB
Reporter : Arif Fajar Ardianto
Surabaya - Permasalahan Persebaya semakin menggunung. Belum tuntas masalah status, kini muncul kabar baru yang juga tak sedap. Komisaris Utama PT Persebaya Indonesia, Saleh Ismail Mukadar terkesan 'menjual' PT Persebaya Indonesia (PTPI) kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya.
Hal ini dibuktikan dengan adanya surat permohonan yang dikirimkan PT Persebaya Indonesia kepada Pemkot Surabaya melalui surat bernomor 133.i/PSBY.SBY/X/2010 pada 5 Oktober 2010 yang ditanda tangani oleh Saleh Ismail Mukadar dan Direktur Utama, Cholid Ghoromah yang ditujukan ke Walikota Surabaya. Dalam surat yang juga ditembuskan kepada DPRD Surabaya tersebut, PT Persebaya Indonesia meminta Pemkot menjadi pemegang saham mayoritas PT Persebaya Indonesia. Berikut isi tulisan yang surat permohonan PT Persebaya Indonesia:
Salam Olahraga, Sehubungan dengan telah dilakukan penandatanganan kontrak kerjasama antara PT Persebaya Indonesia dengan pihak Investor. Dan mengingat sejarah panjang Persebaya Surabaya sebagai milik warga kota Surabaya, maka kami mohon dapatnya Pemerintah Kota Surabaya untuk masuk pada PT Persebaya Indonesia sebagai pemegang mayoritas saham di PT Persebaya Indonesia. Demikian surat kami, atas perhatian dan kerjasamanya diucapkan terima kasih.
Menyikapi hal ini, Walikota Surabaya, Tri Risma Harini mengatakan, pihaknya tidak akan gegabah dalam menentukan sikap di Persebaya. Bahkan, dia menegaskan tidak akan masuk dalam konflik Persebaya yang terus menghantam selama ini.
"Kalau soal Persebaya, saya akan berhati-hati. Saya tidak akan mau masuk dulu," ujar Risma saat ditemui di Gedung DPRD Surabaya, Selasa (19/10/2010).
Disinggung adanya surat permintaan untuk membeli saham PT Persebaya, Risma mengaku masih belum menerima. Namun,jika surat tersebut masuk, Risma mengaku akan melakukan konsultasi pada staf hukum di Pemkot. "Kalau memang seperti itu, saya harus konsultasi dulu dengan staf hukum," imbuhnya.
Mantan Kepala Bappeko ini menuturkan, sebenarnya persoalan dana APBD untuk sepakbola telah diserahkan sepenuhnya ada mekanisme yang ada. Artinya, persoalan dana sudah diserahkan di Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Surabaya. Sebab, anggaran yang masuk untuk Persebaya melalui KONI.
Sementara itu, anggota Komisi B DPRD Surabaya menjelaskan, bahwa Pemerintah Kota Surabaya tidak bisa serta-merta membeli saham pada suatu perusahaan. Pembelian dapat dilakukan dengan meminta izin dari DPRD.
Hal ini sesuai dengan UU nomor 1 tahun 2004 yang menyebutkan, penyertaan modal harus sepengetahuan DPRD. "Saya minta Pemkot berhati-hati, mekanisme pembelian saham, harus mendapat izin dari DPRD," tegasnya.
Bahkan Machmud mengancam, jika Pemkot tetap bersikeras menganggarkan dana untuk pembelian saham, maka DPRD Surabaya siap menghadang. Machmud beralasan, bahwa PT Persebaya Indonesia di bawah Saleh Ismail Mukadar merupakan milik swasta. Berarti, mereka tidak berhak menerima aliran dana APBD untuk menghidupi Persebaya.
Reporter : Arif Fajar Ardianto
Surabaya - Permasalahan Persebaya semakin menggunung. Belum tuntas masalah status, kini muncul kabar baru yang juga tak sedap. Komisaris Utama PT Persebaya Indonesia, Saleh Ismail Mukadar terkesan 'menjual' PT Persebaya Indonesia (PTPI) kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya.
Hal ini dibuktikan dengan adanya surat permohonan yang dikirimkan PT Persebaya Indonesia kepada Pemkot Surabaya melalui surat bernomor 133.i/PSBY.SBY/X/2010 pada 5 Oktober 2010 yang ditanda tangani oleh Saleh Ismail Mukadar dan Direktur Utama, Cholid Ghoromah yang ditujukan ke Walikota Surabaya. Dalam surat yang juga ditembuskan kepada DPRD Surabaya tersebut, PT Persebaya Indonesia meminta Pemkot menjadi pemegang saham mayoritas PT Persebaya Indonesia. Berikut isi tulisan yang surat permohonan PT Persebaya Indonesia:
Salam Olahraga, Sehubungan dengan telah dilakukan penandatanganan kontrak kerjasama antara PT Persebaya Indonesia dengan pihak Investor. Dan mengingat sejarah panjang Persebaya Surabaya sebagai milik warga kota Surabaya, maka kami mohon dapatnya Pemerintah Kota Surabaya untuk masuk pada PT Persebaya Indonesia sebagai pemegang mayoritas saham di PT Persebaya Indonesia. Demikian surat kami, atas perhatian dan kerjasamanya diucapkan terima kasih.
Menyikapi hal ini, Walikota Surabaya, Tri Risma Harini mengatakan, pihaknya tidak akan gegabah dalam menentukan sikap di Persebaya. Bahkan, dia menegaskan tidak akan masuk dalam konflik Persebaya yang terus menghantam selama ini.
"Kalau soal Persebaya, saya akan berhati-hati. Saya tidak akan mau masuk dulu," ujar Risma saat ditemui di Gedung DPRD Surabaya, Selasa (19/10/2010).
Disinggung adanya surat permintaan untuk membeli saham PT Persebaya, Risma mengaku masih belum menerima. Namun,jika surat tersebut masuk, Risma mengaku akan melakukan konsultasi pada staf hukum di Pemkot. "Kalau memang seperti itu, saya harus konsultasi dulu dengan staf hukum," imbuhnya.
Mantan Kepala Bappeko ini menuturkan, sebenarnya persoalan dana APBD untuk sepakbola telah diserahkan sepenuhnya ada mekanisme yang ada. Artinya, persoalan dana sudah diserahkan di Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Surabaya. Sebab, anggaran yang masuk untuk Persebaya melalui KONI.
Sementara itu, anggota Komisi B DPRD Surabaya menjelaskan, bahwa Pemerintah Kota Surabaya tidak bisa serta-merta membeli saham pada suatu perusahaan. Pembelian dapat dilakukan dengan meminta izin dari DPRD.
Hal ini sesuai dengan UU nomor 1 tahun 2004 yang menyebutkan, penyertaan modal harus sepengetahuan DPRD. "Saya minta Pemkot berhati-hati, mekanisme pembelian saham, harus mendapat izin dari DPRD," tegasnya.
Bahkan Machmud mengancam, jika Pemkot tetap bersikeras menganggarkan dana untuk pembelian saham, maka DPRD Surabaya siap menghadang. Machmud beralasan, bahwa PT Persebaya Indonesia di bawah Saleh Ismail Mukadar merupakan milik swasta. Berarti, mereka tidak berhak menerima aliran dana APBD untuk menghidupi Persebaya.
DANA PERSEBAYA TERGANTUNG KONI
Selasa, 19 Oktober 2010 16:34:44 WIB
Reporter : Arif Fajar Ardianto
Surabaya - Walikota Surabaya Tri Risma Harini menyerahkan sepenuhnya keputusan pencairan dana untuk kesebelasan Persebaya Surabaya kepada Komite Olah Raga Nasional Indonesia (KONI) Surabaya.
Kepada wartawan, Risma mengaku bahwa dirinya enggan masuk kedalam ranah konflik yang sedang merundung Persebaya, pasalnya Risma mengaku tidak mengetahui seluk beluk serta latar belakang konflik Persebaya. Mengenai kasus nyantolnya dana hibah untuk Persebaya pada KONI, Risma mengaku menyerahkan sepenuhnya pada KONI Surabaya, karena secara aturan yang berhak mencairkan adalah KONI sebagai instansi pengayom para cabang olah raga.
"Kalau masalah dana, saya serahkan sepenuhnya pada KONI, karena memang aturannya seperti itu," ujar Risma saat ditemui usai mengikuti sidang Paripurna DPRD Surabaya, Selasa (19/10/2010).
Ketika dikonfirmasi apakah ada upaya dari Pemkot untuk menyelesaikan kasus yang terjadi pada Persebaya, Risma mengaku, bahwa saat ini dirinya tengah melakukan konsultasi dengan staf akhlinya, serta bagian hukum guna menentukan langkah dalam mengatasi konflik yang terjadi pada Persebaya.
"Aku masih konsultasi dengan bagian hukum dan staf ahliku, karena memang mereka yang lebih paham," imbuh Risma.
Saat ini Risma memilih berada di luar ring konflik terlebih dahulu sebagai upaya preventif, serta memahami konflik yang sedang terjadi.
Reporter : Arif Fajar Ardianto
Surabaya - Walikota Surabaya Tri Risma Harini menyerahkan sepenuhnya keputusan pencairan dana untuk kesebelasan Persebaya Surabaya kepada Komite Olah Raga Nasional Indonesia (KONI) Surabaya.
Kepada wartawan, Risma mengaku bahwa dirinya enggan masuk kedalam ranah konflik yang sedang merundung Persebaya, pasalnya Risma mengaku tidak mengetahui seluk beluk serta latar belakang konflik Persebaya. Mengenai kasus nyantolnya dana hibah untuk Persebaya pada KONI, Risma mengaku menyerahkan sepenuhnya pada KONI Surabaya, karena secara aturan yang berhak mencairkan adalah KONI sebagai instansi pengayom para cabang olah raga.
"Kalau masalah dana, saya serahkan sepenuhnya pada KONI, karena memang aturannya seperti itu," ujar Risma saat ditemui usai mengikuti sidang Paripurna DPRD Surabaya, Selasa (19/10/2010).
Ketika dikonfirmasi apakah ada upaya dari Pemkot untuk menyelesaikan kasus yang terjadi pada Persebaya, Risma mengaku, bahwa saat ini dirinya tengah melakukan konsultasi dengan staf akhlinya, serta bagian hukum guna menentukan langkah dalam mengatasi konflik yang terjadi pada Persebaya.
"Aku masih konsultasi dengan bagian hukum dan staf ahliku, karena memang mereka yang lebih paham," imbuh Risma.
Saat ini Risma memilih berada di luar ring konflik terlebih dahulu sebagai upaya preventif, serta memahami konflik yang sedang terjadi.
PERSEBAYA TANDINGAN LAUNCHING JUM'AT
Selasa, 19 Oktober 2010 14:30:28 WIB
Reporter : Arif Fajar Ardianto
Surabaya - Ketua PSSI Surabaya versi muscablub Hotel Utami, Wisnu Wardhana mengakui adanya pengunduran jadwal rencana launching tim kesebelasan sepakbola Persebaya Surabaya.
Saat dikonfirmasi, pria yang juga menjabat sebagai Ketua DPRD Surabaya tersebut mengatakan bahwa saat ini pihaknya tengah menyiapkan segala keperluan yang dibutuhkan tim, baik untuk berlaga, maupun persiapan saat acara launching. "Memang molor, tapi itu demi matangnya semua persiapan launching," ujar Wisnu saat ditemui usai memimpin sidang paripurna DPRD Surabaya, Selasa (19/10/2010).
Ketika ditanya persiapan apa yang sedang dilakukan oleh PSSI dan kekurangan apa yang melatarbelakangi molornya launching? Wisnu enggan menjelaskan. Namun, dia menjanjikan bakal memberikan kejutan untuk warga Surabaya dengan munculnya tim baru tersebut.
"Apa yang disiapkan, itu masih rahasia. Pokoknya kita akan memberikan kejutan yang luar biasa untuk warga Surabaya," ujar Wisnu dengan nada antusias.
Wisnu mengklaim bahwa tim besutannya tersebut bakal diminati dan menyatu dengan masyarakat Surabaya layaknya kesebelasan Persebaya saat ini. "Pokoknya ini akan menjadi sesuatu yang berarti untuk masyarakat Surabaya," katanya.
Apakah kemoloran launching tim baru ini karena padatnya jadwal dia sebagai Ketua DPRD yang mengharuskan tugas ke luar kota? Dengan tegas Wisnu membantah, kemoloran itu murni karena persiapan.
"Ndak, saya di Surabaya kok, launching itu molor karena kita ingin persiapannya matang dulu," imbuhnya.
Wisnu memastikan bahwa hari Jumat (22/10/2010) mendatang, tim besutan PSSI Surabaya tersebut bakal benar - benar dikenalkan kepada publik. "Jumat kita launching. Jadi tunggu saja kejutannya," tegas Wisnu.
Reporter : Arif Fajar Ardianto
Surabaya - Ketua PSSI Surabaya versi muscablub Hotel Utami, Wisnu Wardhana mengakui adanya pengunduran jadwal rencana launching tim kesebelasan sepakbola Persebaya Surabaya.
Saat dikonfirmasi, pria yang juga menjabat sebagai Ketua DPRD Surabaya tersebut mengatakan bahwa saat ini pihaknya tengah menyiapkan segala keperluan yang dibutuhkan tim, baik untuk berlaga, maupun persiapan saat acara launching. "Memang molor, tapi itu demi matangnya semua persiapan launching," ujar Wisnu saat ditemui usai memimpin sidang paripurna DPRD Surabaya, Selasa (19/10/2010).
Ketika ditanya persiapan apa yang sedang dilakukan oleh PSSI dan kekurangan apa yang melatarbelakangi molornya launching? Wisnu enggan menjelaskan. Namun, dia menjanjikan bakal memberikan kejutan untuk warga Surabaya dengan munculnya tim baru tersebut.
"Apa yang disiapkan, itu masih rahasia. Pokoknya kita akan memberikan kejutan yang luar biasa untuk warga Surabaya," ujar Wisnu dengan nada antusias.
Wisnu mengklaim bahwa tim besutannya tersebut bakal diminati dan menyatu dengan masyarakat Surabaya layaknya kesebelasan Persebaya saat ini. "Pokoknya ini akan menjadi sesuatu yang berarti untuk masyarakat Surabaya," katanya.
Apakah kemoloran launching tim baru ini karena padatnya jadwal dia sebagai Ketua DPRD yang mengharuskan tugas ke luar kota? Dengan tegas Wisnu membantah, kemoloran itu murni karena persiapan.
"Ndak, saya di Surabaya kok, launching itu molor karena kita ingin persiapannya matang dulu," imbuhnya.
Wisnu memastikan bahwa hari Jumat (22/10/2010) mendatang, tim besutan PSSI Surabaya tersebut bakal benar - benar dikenalkan kepada publik. "Jumat kita launching. Jadi tunggu saja kejutannya," tegas Wisnu.
Senin, 18 Oktober 2010
SALEH : TAK PERLU TANGGAPI ORANG STRESS
Selasa, 19 Oktober 2010 09:50:02 WIB
Reporter : M. Syafaruddin
Surabaya - Komisaris Utama PT Persebaya Indonesia (PTPI), Saleh Ismail Mukadar terlihat santai. Padahal saat ini kondisi internal Bajul Ijo sangat rumit.
Hal ini setelah Pengcab PSSI Surabaya versi Utami membentuk tim Persebaya Tandingan, tim yanbg diproyeksikan untuk Divisi Utama.
Kepada beritajatim.com, Selasa (19/10/2010) pagi ini, Saleh mengaku tidak terlalu memusingkan dengan adanya tim Persebaya Tandingan. Dengan enteng ia menjawab. "Buat apa saya meladeni orang-orang stres, bisa-bisa saya ikut stres juga," kata lantas terkekeh. Menurutnya, saat ini ia lebih banyak lebih fokus mempersiapkan timnya untuk berkompetisi di Liga Primer Indonesia. "Biarkan mereka melakukan apa saja, saya lebih baik diam saja. Pokoknya kita hanya fokus untuk LPI," sambung mantan Ketua Umum KONI Surabaya ini.
Saleh juga tidak yakin tim Persebaya bentukan PSSI pimpinan Wisnu Wardhana bakal eksis di kompetisi Divisi Utama. Apalagi hingga saat ini pendanaan untuk tim masih belum jelas. Wisnu hanya menyebut Persebaya mengandalkan dana dari simpatisan.
"Lha wong mereka buat kompetisi saja tidak bisa kok mau bentuk tim. Mungkin bisa, tapi cuma bentuk jadwal saja, kalau pelaksanaannya ya tidak tahu. Saya juga tidak yakin mereka bisa launching tim," sindir Saleh.
Mengenai pernyataan Wisnu, bahwa PT Persebaya ilegal dan tidak berdasar dan tidak diakui PSSI, Saleh hanya tertawa. "Sudah lah, saya tidak mau menanggapi, bisa-bisa saya ikut stres juga," tutup pria berbadan subur ini.
Reporter : M. Syafaruddin
Surabaya - Komisaris Utama PT Persebaya Indonesia (PTPI), Saleh Ismail Mukadar terlihat santai. Padahal saat ini kondisi internal Bajul Ijo sangat rumit.
Hal ini setelah Pengcab PSSI Surabaya versi Utami membentuk tim Persebaya Tandingan, tim yanbg diproyeksikan untuk Divisi Utama.
Kepada beritajatim.com, Selasa (19/10/2010) pagi ini, Saleh mengaku tidak terlalu memusingkan dengan adanya tim Persebaya Tandingan. Dengan enteng ia menjawab. "Buat apa saya meladeni orang-orang stres, bisa-bisa saya ikut stres juga," kata lantas terkekeh. Menurutnya, saat ini ia lebih banyak lebih fokus mempersiapkan timnya untuk berkompetisi di Liga Primer Indonesia. "Biarkan mereka melakukan apa saja, saya lebih baik diam saja. Pokoknya kita hanya fokus untuk LPI," sambung mantan Ketua Umum KONI Surabaya ini.
Saleh juga tidak yakin tim Persebaya bentukan PSSI pimpinan Wisnu Wardhana bakal eksis di kompetisi Divisi Utama. Apalagi hingga saat ini pendanaan untuk tim masih belum jelas. Wisnu hanya menyebut Persebaya mengandalkan dana dari simpatisan.
"Lha wong mereka buat kompetisi saja tidak bisa kok mau bentuk tim. Mungkin bisa, tapi cuma bentuk jadwal saja, kalau pelaksanaannya ya tidak tahu. Saya juga tidak yakin mereka bisa launching tim," sindir Saleh.
Mengenai pernyataan Wisnu, bahwa PT Persebaya ilegal dan tidak berdasar dan tidak diakui PSSI, Saleh hanya tertawa. "Sudah lah, saya tidak mau menanggapi, bisa-bisa saya ikut stres juga," tutup pria berbadan subur ini.
TUNDA LAUNCHING PERSEBAYA TANDINGAN
Selasa, 19 Oktober 2010 09:00:21 WIB
Reporter : M. Syafaruddin
Surabaya - Launching tim Persebaya Surabaya tandingan dipastikan tidak akan dilakukan, Selasa (19/10/2010) hari ini. Sebagai gantinya, tim bentukan Pengcab PSSI Surabaya versi Utami ini akan diperkenalkan ke publik, Kamis (21/10/2010) mendatang di tempat yang belum ditentukan.
Sekum PSSI Surabaya versi Utami, Wastimo Suheri memastikan launching tim Persebaya Tandingan dipastikan molor hingga Kamis mendatang. Mengenai tempat pelaksanaan, Wastomi belum bisa menyebutkan. "Hingga saat ini belum ditentukan tempatnya. Nanti kalau sudah beres sampeyan saya kabari lah," katanya ketika dihubungi pagi ini.
Berdasarkan informasi yang diterima beritajatim.com, pembatalan launching dikarenakan pengurus Tim Persebaya Tandingan belum mendapatkan dana untuk membayar Down Payment (DP) pemain ke salah satu agen lokal sebesar Rp 500 juta.
Padahal sang agen sudah menyiapkan seluruh kebutuhan tim, mulai dari pemain hingga pelatih yang akan membesut tim ini.
Kini sang agen pun menuntut agar pihaknya segera melunasi pembayaran pemain. Sebab pemain serta pelatih yang disiapkan sudah menantikan hal itu. Namun Wastomi membantah kabar ini. Menurutnya, pengunduran jadwal launching murni dikarenakan masalah tim. Ia menjelaskan, setidaknya ada enam pemain lokal yang belum bergabung dengan tim.
"Saat ini kita sudah punya 11 pemain dimana tiga di antaranya adalah pemain asing. Nah, ada enam pemain incaran kita yang belum bergabung, kita masih menunggu itu," jelas pria yang juga pembina Yayasan Suporter Surabaya (YSS) ini.
Wastomi juga mengelak jika pihaknya dikabarkan belum membayar DP pemain. Tapi ia membenarkan pihaknya harus berhutang ke pihak ketiga untuk membayar DP pemain. "Sudah ada pihak ketiga yang menalangi kita. Tapi maaf saya tidak bisa bocorkan namanya," imbuhnya.
Wastomi menambahkan, sebenarnya ada rencana untuk melaunching tim, Rabu (20/10/2010) besok. Namun Ketua Persebaya Tandingan, Wisnu Wardhana. "Kebetulan Pak Wisnu ada agenda ke luar kota, jadi terpaksa diundur Kamis," tutup Wastomi.
Reporter : M. Syafaruddin
Surabaya - Launching tim Persebaya Surabaya tandingan dipastikan tidak akan dilakukan, Selasa (19/10/2010) hari ini. Sebagai gantinya, tim bentukan Pengcab PSSI Surabaya versi Utami ini akan diperkenalkan ke publik, Kamis (21/10/2010) mendatang di tempat yang belum ditentukan.
Sekum PSSI Surabaya versi Utami, Wastimo Suheri memastikan launching tim Persebaya Tandingan dipastikan molor hingga Kamis mendatang. Mengenai tempat pelaksanaan, Wastomi belum bisa menyebutkan. "Hingga saat ini belum ditentukan tempatnya. Nanti kalau sudah beres sampeyan saya kabari lah," katanya ketika dihubungi pagi ini.
Berdasarkan informasi yang diterima beritajatim.com, pembatalan launching dikarenakan pengurus Tim Persebaya Tandingan belum mendapatkan dana untuk membayar Down Payment (DP) pemain ke salah satu agen lokal sebesar Rp 500 juta.
Padahal sang agen sudah menyiapkan seluruh kebutuhan tim, mulai dari pemain hingga pelatih yang akan membesut tim ini.
Kini sang agen pun menuntut agar pihaknya segera melunasi pembayaran pemain. Sebab pemain serta pelatih yang disiapkan sudah menantikan hal itu. Namun Wastomi membantah kabar ini. Menurutnya, pengunduran jadwal launching murni dikarenakan masalah tim. Ia menjelaskan, setidaknya ada enam pemain lokal yang belum bergabung dengan tim.
"Saat ini kita sudah punya 11 pemain dimana tiga di antaranya adalah pemain asing. Nah, ada enam pemain incaran kita yang belum bergabung, kita masih menunggu itu," jelas pria yang juga pembina Yayasan Suporter Surabaya (YSS) ini.
Wastomi juga mengelak jika pihaknya dikabarkan belum membayar DP pemain. Tapi ia membenarkan pihaknya harus berhutang ke pihak ketiga untuk membayar DP pemain. "Sudah ada pihak ketiga yang menalangi kita. Tapi maaf saya tidak bisa bocorkan namanya," imbuhnya.
Wastomi menambahkan, sebenarnya ada rencana untuk melaunching tim, Rabu (20/10/2010) besok. Namun Ketua Persebaya Tandingan, Wisnu Wardhana. "Kebetulan Pak Wisnu ada agenda ke luar kota, jadi terpaksa diundur Kamis," tutup Wastomi.
GILA BENER, 19 MILIAR UNTUK PERSEBAYA TANDINGAN
Senin, 18 Oktober 2010 16:19:49 WIB
Reporter : Arif Fajar Ardianto
Surabaya- Dengan rasa percaya diri, Wisnu Wardhana mengatakan bahwa dirinya akan tetap melanjutkan persiapan pembentukan tim Persebaya tandingan.
Saat ditemui di gedung DPRD Surabaya, Wisnu mengatakan, bahwa saat ini persiapan tim tandingan untuk Persebaya tersebut sudah masuk dalam kategori finising. Semua kebutuhan tim sudah dilengkapi, termasuk dalam hal pendanaan. "Kita lanjut. Pokoknya jalan terus," ujar Wisnu, Senin (18/10/2010). Ketika dikonfirmasi masalah pendanaan, Wisnu mengatakan, bahwa secara teknis tim Persebaya tandingan ini akan memanfaatkan dana kucuran dari APBD yang dialirkan melalui KONI. Wisnu memprediksi tim Persebaya versinya akan mendapat kucuran dana sekitar Rp 19 miliar dari APBD tahun 2011 mendatang. "Kalau dana ya tetap menggunakan mekanisme yang dulu, tidak ada yang berubah," imbuh Wisnu.
Saat ditanya mengenai tidak singkronnya dana yang akan keluar pada 2011 mendatang dengan kebutuhan tim bentukannya, dengan sumringah Wisnu mengatakan, bahwa saat ini sudah ada investor yang mau menalangi dulu segala kebutuhan keuangan Persebaya selama menunggu kucuran dana dari APBD. "Sudah, kita sudah siapkan semuanya," ujarnya.
Namun sayang, Wisnu enggan membeberkan, siapa yang meminjamkan dananya untuk tim Persebaya tandingan tersebut. Menurut Wisnu, hal itu tidak perlu dibesar-besarkan, yang terpenting baginya adalah memikirkan tim bentukannya dapat eksis pada ajang liga-liga PSSI. "Ada lah, nggak etis kalau disebutkan. Pokoknya yang terpenting adalah bagaimana tim ini eksis," pungkasnya.
Reporter : Arif Fajar Ardianto
Surabaya- Dengan rasa percaya diri, Wisnu Wardhana mengatakan bahwa dirinya akan tetap melanjutkan persiapan pembentukan tim Persebaya tandingan.
Saat ditemui di gedung DPRD Surabaya, Wisnu mengatakan, bahwa saat ini persiapan tim tandingan untuk Persebaya tersebut sudah masuk dalam kategori finising. Semua kebutuhan tim sudah dilengkapi, termasuk dalam hal pendanaan. "Kita lanjut. Pokoknya jalan terus," ujar Wisnu, Senin (18/10/2010). Ketika dikonfirmasi masalah pendanaan, Wisnu mengatakan, bahwa secara teknis tim Persebaya tandingan ini akan memanfaatkan dana kucuran dari APBD yang dialirkan melalui KONI. Wisnu memprediksi tim Persebaya versinya akan mendapat kucuran dana sekitar Rp 19 miliar dari APBD tahun 2011 mendatang. "Kalau dana ya tetap menggunakan mekanisme yang dulu, tidak ada yang berubah," imbuh Wisnu.
Saat ditanya mengenai tidak singkronnya dana yang akan keluar pada 2011 mendatang dengan kebutuhan tim bentukannya, dengan sumringah Wisnu mengatakan, bahwa saat ini sudah ada investor yang mau menalangi dulu segala kebutuhan keuangan Persebaya selama menunggu kucuran dana dari APBD. "Sudah, kita sudah siapkan semuanya," ujarnya.
Namun sayang, Wisnu enggan membeberkan, siapa yang meminjamkan dananya untuk tim Persebaya tandingan tersebut. Menurut Wisnu, hal itu tidak perlu dibesar-besarkan, yang terpenting baginya adalah memikirkan tim bentukannya dapat eksis pada ajang liga-liga PSSI. "Ada lah, nggak etis kalau disebutkan. Pokoknya yang terpenting adalah bagaimana tim ini eksis," pungkasnya.
WISNU : PERSEBAYA TAK BISA JADI PT
Senin, 18 Oktober 2010 16:10:21 WIB
Reporter : Arif Fajar Ardianto
Surabaya- Wisnu Wardhana membantah adanya dualisme kepengurusan pada tubuh PSSI Surabaya. Menurut Wisnu kepengurusan yang sah adalah kepengurusan yang diakui oleh PSSI pusat yakni kepengurusannya sendiri.
Wisnu menerangkan, bahwa Persebaya saat ini dengan PT nya dianggap ilegal karena tidak dibawah naungan PSSI sebagai instansi resmi yang menaungi persepakbolaan di Indonesia.
"Kalau menurut saya, PT Persebaya itu ilegal karena tidak berdasar dan tidak diakui oleh PSSI," Wisnu mempertanyakan mekanisme Persebaya yang berasal dari perserikatan bisa berubah bentuk menjadi Perseroan Terbatas. Menurut Wisnu sebuah perserikatan tidak dapat di ubah menjadi perseroan terbatas, terkecuali jika sebelumnya Persebaya berbentuk galatama.
"Coba tanya ke pakar - pakar mana saja. apa bisa perserikatan berubah menjadi PT. Tidak pernah ada mas," imbuh Wisnu.
Ketika dikonfirmasi mengenai adanya dualisme kepengurusan yang terjadi pada tubuh PSSI, dengan tegas Wisnu mengatakan, bahwa saat ini hanya ada satu kepengurusan PSSI surabaya yang diakui oleh pusat, yakni kepengurusannya sendiri.
"Tidak ada dualisme kepemimpinan, bagi saya tetap satu yang diakui oleh PSSI pusat," tegas Wisnu.
Ketika dikonfirmasi mengenai statusnya yang tak kunjung di anggap sah oleh KONI dengan enteng Wisnu mengatakan, bahwa pengakuan itu pasti akan jatuh pada kepengurusannya, hanya tinggal menunggu waktu.
"Kalau siapa yang resmi itu kan sudah pasti, kalau pengakuan hanya masalah waktu saja," pungkas Wisnu.
Reporter : Arif Fajar Ardianto
Surabaya- Wisnu Wardhana membantah adanya dualisme kepengurusan pada tubuh PSSI Surabaya. Menurut Wisnu kepengurusan yang sah adalah kepengurusan yang diakui oleh PSSI pusat yakni kepengurusannya sendiri.
Wisnu menerangkan, bahwa Persebaya saat ini dengan PT nya dianggap ilegal karena tidak dibawah naungan PSSI sebagai instansi resmi yang menaungi persepakbolaan di Indonesia.
"Kalau menurut saya, PT Persebaya itu ilegal karena tidak berdasar dan tidak diakui oleh PSSI," Wisnu mempertanyakan mekanisme Persebaya yang berasal dari perserikatan bisa berubah bentuk menjadi Perseroan Terbatas. Menurut Wisnu sebuah perserikatan tidak dapat di ubah menjadi perseroan terbatas, terkecuali jika sebelumnya Persebaya berbentuk galatama.
"Coba tanya ke pakar - pakar mana saja. apa bisa perserikatan berubah menjadi PT. Tidak pernah ada mas," imbuh Wisnu.
Ketika dikonfirmasi mengenai adanya dualisme kepengurusan yang terjadi pada tubuh PSSI, dengan tegas Wisnu mengatakan, bahwa saat ini hanya ada satu kepengurusan PSSI surabaya yang diakui oleh pusat, yakni kepengurusannya sendiri.
"Tidak ada dualisme kepemimpinan, bagi saya tetap satu yang diakui oleh PSSI pusat," tegas Wisnu.
Ketika dikonfirmasi mengenai statusnya yang tak kunjung di anggap sah oleh KONI dengan enteng Wisnu mengatakan, bahwa pengakuan itu pasti akan jatuh pada kepengurusannya, hanya tinggal menunggu waktu.
"Kalau siapa yang resmi itu kan sudah pasti, kalau pengakuan hanya masalah waktu saja," pungkas Wisnu.
Minggu, 17 Oktober 2010
4 ALASAN INDAH TIDAK MAU BERGABUNG
Senin, 18 Oktober 2010 04:16:41 WIB
Reporter : M. Syafaruddin
Surabaya- Setelah tidak aktif dalam dunia bola, khususnya Persebaya Surabaya, nama Indah Kurnia kembali mencuat ke permukaan. Indah menjadi kandidat kuat manajer Bajul Ijo Tandingan. Sayang, Indah mengaku tak tertarik lagi dengan jabatan yang pernah ia geluti dua tahun lalu ini.
Indah mengaku mustahil dirinya kembali menekuni jabatan manajer tim. Ia pun membeberkan empat alasan mengapa ia kurang tertarik kembali ke klub yang melambungkan namanya ini. Alasan pertama adalah posisinya yang lebih banyak di Jakarta dari pada Surabaya. Maklum, sebagai anggota dewan, ia disibukkan dengan seabrek aktifitas yang menguras tenaga dan pikiran. "Kedua, masalah Persebaya harus jelas dan beres dulu," tulisnya dalam percakapan digital dengan beritajatim.com.
Alasan ketiga mengenai tim. Hingga saat ini Indah tidak tahu, siapa pelatih Persebaya Tandingan atau siapa saja pemainnya. Apalagi Ketua Umum Persebaya Tandingan, Wisnu Wardhana tidak mau memberikan bocoran mengenai dua hal itu.
"Pelatih dan pemainnya siapa saja saya tidak tahu, soalnya selama ini saya tidak mengikuti," sambung ibu tiga anak ini.
Sedangkan alasan keempat Indah mengatakan. "Jika ketiganya terpenuhi atau terselesaikan maka apakah mungkin pegang Persebaya bisa tenang dan terbebas dari gangguan serta intervensi yang seringkali kontra produktif dengan pencapaian prestasi," tanya Indah.
Oleh sebab itu, Indah tidak yakin ia akan mau menerima amanah itu. "Selama dua kali menjadi manajer, saya stres dengan gangguan-gangguan dan intervensi yang membuat konsisi tim memanas," tutup Indah. Ia pun berpesan agar masalah di internal harus segera diselesaikan.
Reporter : M. Syafaruddin
Surabaya- Setelah tidak aktif dalam dunia bola, khususnya Persebaya Surabaya, nama Indah Kurnia kembali mencuat ke permukaan. Indah menjadi kandidat kuat manajer Bajul Ijo Tandingan. Sayang, Indah mengaku tak tertarik lagi dengan jabatan yang pernah ia geluti dua tahun lalu ini.
Indah mengaku mustahil dirinya kembali menekuni jabatan manajer tim. Ia pun membeberkan empat alasan mengapa ia kurang tertarik kembali ke klub yang melambungkan namanya ini. Alasan pertama adalah posisinya yang lebih banyak di Jakarta dari pada Surabaya. Maklum, sebagai anggota dewan, ia disibukkan dengan seabrek aktifitas yang menguras tenaga dan pikiran. "Kedua, masalah Persebaya harus jelas dan beres dulu," tulisnya dalam percakapan digital dengan beritajatim.com.
Alasan ketiga mengenai tim. Hingga saat ini Indah tidak tahu, siapa pelatih Persebaya Tandingan atau siapa saja pemainnya. Apalagi Ketua Umum Persebaya Tandingan, Wisnu Wardhana tidak mau memberikan bocoran mengenai dua hal itu.
"Pelatih dan pemainnya siapa saja saya tidak tahu, soalnya selama ini saya tidak mengikuti," sambung ibu tiga anak ini.
Sedangkan alasan keempat Indah mengatakan. "Jika ketiganya terpenuhi atau terselesaikan maka apakah mungkin pegang Persebaya bisa tenang dan terbebas dari gangguan serta intervensi yang seringkali kontra produktif dengan pencapaian prestasi," tanya Indah.
Oleh sebab itu, Indah tidak yakin ia akan mau menerima amanah itu. "Selama dua kali menjadi manajer, saya stres dengan gangguan-gangguan dan intervensi yang membuat konsisi tim memanas," tutup Indah. Ia pun berpesan agar masalah di internal harus segera diselesaikan.
PERSEBAYA TANDINGAN AKAN LAUNCHING SELASA
Senin, 18 Oktober 2010 00:07:50 WIB
Reporter : M. Syafaruddin
Surabaya- Pengurus tim Persebaya Surabaya Tandingan benar-benar ajaib. Dalam kurun waktu tak kurang dari seminggu, mereka sudah mengantongi daftar pemain untuk kompetisi Divisi Utama mendatang. Bahkan, mereka akan melaunching tim, Selasa (19/10/2010) besok.
Meski hingga saat ini belum jelas siapa yang akan menghuni tim instan ini, namun Ketua Umum Persebaya Tandingan, Wisnu Wardhana mengklaim sudah membentuk tim. Selain itu, ia juga sudah menunjuk pelatih dan manajer. "Kalau tidak Selasa ya Rabu, tapi kami berusaha agar Selasa bisa launching," ucap pria yang menjabat sebagai Ketua DPRD Kota Surabaya ini.
Meski sudah menjadwalkan tanggal pengenalan tim, namun masih ada pertanyaan yang mengganjal tentang komposisi pemain. Sebab, dalam kondisi kompetisi Divisi Utama yang akan bergulir dua minggu lagi, tentu sulit mendapatkan pemain berkualitas. Muncul dugaan, pemainnya berasal dari klub-klub internal yang mendukung Wisnu.
Wisnu pun membantah. Menurutnya, persiapan tim, terutama perekrutan pemain sudah ia lakukan sejak lama. Bahkan, tim ini sudah berlatih sejak lama. Dugaan pun semakin kuat bahwa tim Persebaya Tandingan sudah direncanakan sejak awal. Selain itu, ada anggapan Wisnu bakal menggunakan tenaga tim Surabaya Muda bentukannya yang gagal total di level rendah, yakni Divisi II.
"Pokoknya semuanya sudah beres," sambung pria asal Malang ini.
Meski tidak mau membocorkan siapa-siapa yang masuk dalam komposisi tim, pelatih serta manajemen, nama Freddy Muli masih menjadi kandidat kuat untuk mengisi posisi pelatih kepala. Sedangkan untuk manajer, Anggota DPR RI, Indah Kurnia dan Ketua Komisi A DPRD Surabaya, Armudji santer dikabarkan bakal mengisi posisi itu.
Atas kabar itu, Indah yang dihubungi beritajatim.com secara tegas membantah. "Yang bilang siapa? Saya tidak tahu, tidak ada pembicaraan apa-apa dengan saya. Memang, srek-arek Bonek itu dari dulu minta saya dan Freddy kembali pegang Persebaya. Tapi mana mungkin," kilahnya.
Reporter : M. Syafaruddin
Surabaya- Pengurus tim Persebaya Surabaya Tandingan benar-benar ajaib. Dalam kurun waktu tak kurang dari seminggu, mereka sudah mengantongi daftar pemain untuk kompetisi Divisi Utama mendatang. Bahkan, mereka akan melaunching tim, Selasa (19/10/2010) besok.
Meski hingga saat ini belum jelas siapa yang akan menghuni tim instan ini, namun Ketua Umum Persebaya Tandingan, Wisnu Wardhana mengklaim sudah membentuk tim. Selain itu, ia juga sudah menunjuk pelatih dan manajer. "Kalau tidak Selasa ya Rabu, tapi kami berusaha agar Selasa bisa launching," ucap pria yang menjabat sebagai Ketua DPRD Kota Surabaya ini.
Meski sudah menjadwalkan tanggal pengenalan tim, namun masih ada pertanyaan yang mengganjal tentang komposisi pemain. Sebab, dalam kondisi kompetisi Divisi Utama yang akan bergulir dua minggu lagi, tentu sulit mendapatkan pemain berkualitas. Muncul dugaan, pemainnya berasal dari klub-klub internal yang mendukung Wisnu.
Wisnu pun membantah. Menurutnya, persiapan tim, terutama perekrutan pemain sudah ia lakukan sejak lama. Bahkan, tim ini sudah berlatih sejak lama. Dugaan pun semakin kuat bahwa tim Persebaya Tandingan sudah direncanakan sejak awal. Selain itu, ada anggapan Wisnu bakal menggunakan tenaga tim Surabaya Muda bentukannya yang gagal total di level rendah, yakni Divisi II.
"Pokoknya semuanya sudah beres," sambung pria asal Malang ini.
Meski tidak mau membocorkan siapa-siapa yang masuk dalam komposisi tim, pelatih serta manajemen, nama Freddy Muli masih menjadi kandidat kuat untuk mengisi posisi pelatih kepala. Sedangkan untuk manajer, Anggota DPR RI, Indah Kurnia dan Ketua Komisi A DPRD Surabaya, Armudji santer dikabarkan bakal mengisi posisi itu.
Atas kabar itu, Indah yang dihubungi beritajatim.com secara tegas membantah. "Yang bilang siapa? Saya tidak tahu, tidak ada pembicaraan apa-apa dengan saya. Memang, srek-arek Bonek itu dari dulu minta saya dan Freddy kembali pegang Persebaya. Tapi mana mungkin," kilahnya.
PERSEBAYA DITANGANI TIM KHUSUS
Minggu, 17 Oktober 2010 08:00:39 WIB
Reporter : M. Syafaruddin
Surabaya- Usai membuat Persebaya Surabaya profesional, PT Pengelola Persebaya Indonesia mengambil langkah cepat.
Dalam waktu dekat mereka bakal membentuk manajemen baru. Namun, untuk masalah financial dan marketing, mereka bakal menyerahkan ke tim khusus yang ahli di kedua bidang ini. CEO PT PPI, Llano Mahardika mengatakan, sebelum membentuk susunan manajemen, pihaknya bakal melakukan pembicaraan dengan konsorsium. Berdasarkan info yang diterima beritajatim.com, selain Arifin Panigoro, terdapat dua perusahaan besar asal Amerika Serikat dan Australia yang masuk dalam bagian konsorsium.
Setelahnya, Llano akan mencari figur yang pas untuk menjadi General Manager (GM) di empat sektor, yakni marketing, teknik, financial dan opersional. Hanya saja, khusus untuk financial dan marketing, dua bidang ini akan ditangani tim khusus.
"Khusus untuk dua departemen, financial dan marketing ditunjuk langsung dari Jakarta," ucap Llano, Minggu (17/10/2010). Ia beralasan, dua bidang ini bakal menjadi tumpuan utama dalam masalah keuangan tim Bajul Ijo.
Sedangkan untuk susunan pengurus, Llano berjanji tidak akan melakukan cuci gudang. Meski akan mendatangkan orang baru yang lebih profesional, Persebaya juga akan mempertahankan muka lama yang dirasa pantas dan sesuai.
"Orang-orang ini yang mengerti benar bagaimana manajemen sebelumnya. Namun, tetap, kami bakal melakukan test untuk menentukan apakah yang bersangkutan berkompeten di bidangnya," lanjut elumni SMAN 5 Surabaya ini.
Mantan direktur lisensi PT Liga Indonesia (PTLI) mampu memprofesionalkan Persebaya. Katanya, Bajul Ijo punya banyak hal yang seharusnya bisa dikomersilkan. Hanya saja, selama ini tidak ada yang mampu melakukan itu.
Reporter : M. Syafaruddin
Surabaya- Usai membuat Persebaya Surabaya profesional, PT Pengelola Persebaya Indonesia mengambil langkah cepat.
Dalam waktu dekat mereka bakal membentuk manajemen baru. Namun, untuk masalah financial dan marketing, mereka bakal menyerahkan ke tim khusus yang ahli di kedua bidang ini. CEO PT PPI, Llano Mahardika mengatakan, sebelum membentuk susunan manajemen, pihaknya bakal melakukan pembicaraan dengan konsorsium. Berdasarkan info yang diterima beritajatim.com, selain Arifin Panigoro, terdapat dua perusahaan besar asal Amerika Serikat dan Australia yang masuk dalam bagian konsorsium.
Setelahnya, Llano akan mencari figur yang pas untuk menjadi General Manager (GM) di empat sektor, yakni marketing, teknik, financial dan opersional. Hanya saja, khusus untuk financial dan marketing, dua bidang ini akan ditangani tim khusus.
"Khusus untuk dua departemen, financial dan marketing ditunjuk langsung dari Jakarta," ucap Llano, Minggu (17/10/2010). Ia beralasan, dua bidang ini bakal menjadi tumpuan utama dalam masalah keuangan tim Bajul Ijo.
Sedangkan untuk susunan pengurus, Llano berjanji tidak akan melakukan cuci gudang. Meski akan mendatangkan orang baru yang lebih profesional, Persebaya juga akan mempertahankan muka lama yang dirasa pantas dan sesuai.
"Orang-orang ini yang mengerti benar bagaimana manajemen sebelumnya. Namun, tetap, kami bakal melakukan test untuk menentukan apakah yang bersangkutan berkompeten di bidangnya," lanjut elumni SMAN 5 Surabaya ini.
Mantan direktur lisensi PT Liga Indonesia (PTLI) mampu memprofesionalkan Persebaya. Katanya, Bajul Ijo punya banyak hal yang seharusnya bisa dikomersilkan. Hanya saja, selama ini tidak ada yang mampu melakukan itu.
FREDY DAN INDAH AKAN KEMBALI KE PERSEBAYA
Minggu, 17 Oktober 2010 05:04:30 WIB
Reporter : M. Syafaruddin
Surabaya- Meski menyatakan bakal membentuk manajemen dan menentukan tim pelatih, namun hingga saat ini kedua rencana itu belum dilaksanakan oleh pengurus tim Persebaya Surabaya Tandingan.
Ketua Umum Persebaya Tandingan, Wisnu Wardhana mengatakan, hingga saat ini dirinya belum menunjuk manajer maupun pelatih tim Persebaya Tandingan. Padahal, Jumat (15/10/2010) malam, dirinya sudah melakukan rapat dengan pengurus tim yang akan bertanding di Divisi Utama ini. "Mudah-mudahan dalam waktu satu-dua hari ini, sudah ada pelatih dan manajer," kata pria asal Malang ini. Untuk posisi manajer, nama Indah Kurnia santer dikabarkan menjadi kandidat utama. Sedangkan untuk pelatih, sosok Freddy Muli dianggap sebagai orang yang pas. Hanya saja hingga saat ini belum ada kepastian posisi kedua orang ini.
Meski belum menentukan manajer serta pelatih, pengurus tim Persebaya Tandingan sudah merencanakan untuk melaunching tim. Launching ini akan dilakukan dalam waktu dekat. "Segera juga akan kita launching dalam waktu tidak lama lagi," sambung pria yang juga menjabat sebagai Ketua DPRD Surabaya ini.
Sejauh ini PT Liga Indonesia (PTLI) selaku regulator kompetisi belum memberikan pengesahan terhadap Persebaya Tandingan. Mereka masih menunggu tim ini benar-benar siap. Alhasil tim yang dibuat oleh Pengcab PSSI Surabaya versi Utami ini diberi tempat khusus.
PTLI memberikan dispensasi khusu untuk Persebaya hingga H-2. Pelaksanaa kompetisi Divisi Utama yang rencananya akan dimulai Senin, (25/10/2010) mendatang.
Reporter : M. Syafaruddin
Surabaya- Meski menyatakan bakal membentuk manajemen dan menentukan tim pelatih, namun hingga saat ini kedua rencana itu belum dilaksanakan oleh pengurus tim Persebaya Surabaya Tandingan.
Ketua Umum Persebaya Tandingan, Wisnu Wardhana mengatakan, hingga saat ini dirinya belum menunjuk manajer maupun pelatih tim Persebaya Tandingan. Padahal, Jumat (15/10/2010) malam, dirinya sudah melakukan rapat dengan pengurus tim yang akan bertanding di Divisi Utama ini. "Mudah-mudahan dalam waktu satu-dua hari ini, sudah ada pelatih dan manajer," kata pria asal Malang ini. Untuk posisi manajer, nama Indah Kurnia santer dikabarkan menjadi kandidat utama. Sedangkan untuk pelatih, sosok Freddy Muli dianggap sebagai orang yang pas. Hanya saja hingga saat ini belum ada kepastian posisi kedua orang ini.
Meski belum menentukan manajer serta pelatih, pengurus tim Persebaya Tandingan sudah merencanakan untuk melaunching tim. Launching ini akan dilakukan dalam waktu dekat. "Segera juga akan kita launching dalam waktu tidak lama lagi," sambung pria yang juga menjabat sebagai Ketua DPRD Surabaya ini.
Sejauh ini PT Liga Indonesia (PTLI) selaku regulator kompetisi belum memberikan pengesahan terhadap Persebaya Tandingan. Mereka masih menunggu tim ini benar-benar siap. Alhasil tim yang dibuat oleh Pengcab PSSI Surabaya versi Utami ini diberi tempat khusus.
PTLI memberikan dispensasi khusu untuk Persebaya hingga H-2. Pelaksanaa kompetisi Divisi Utama yang rencananya akan dimulai Senin, (25/10/2010) mendatang.
Sabtu, 16 Oktober 2010
MENGGELIKAN PERSEBAYA GUNAKAN DANA SIMPATISAN
Sabtu, 16 Oktober 2010 11:09:16 WIB
Reporter : M. Syafaruddin
Surabaya- Cholid, Direktur Utama PT Persebaya Indonesia (PTPI) geli mendengar tim Persebaya Divisi Utama bakal mengandalkan dana simpatisan. Cholid pun pesimistis tim yang dibentuk Pengcab PSSI Surabaya versi Utami bakal eksis.
Meski mengecam terbentuknya tim Persebaya Surabaya Divisi Utama, Cholid mengaku mendukung terbentuknya tim sepakbola dari Kota Pahlawan. Sebab semakin banyak tim sepakbola dari Surabaya, maka akan lebih baik. "Saya mendukung, karena dia gunakan uang-uangnya sendiri, itu harus disupport. Ikut saja di Divisi Utama. Tapi Persebaya hanya satu dan sudah berbadan hukum," kata Cholid, Sabtu (16/10/2010)
Hanya saja Cholid tidak yakin tim yang dibentuk Wisnu Wardhana bisa eksis selama menjalani pertandingan di Divisi Utama. Ia menuturkan, untuk membiayai klub sepakbola tak semudah membalikkan tangan. Apalagi tahun ini tidak ada dana APBD yang mengucur untuk Bajul Ijo.
"Itu sama saja mimpi buruk," sambung eks asisten manajer Bajul Ijo ini.
Sebelumnya, pihak Wisnu menyadari timnya tidak bisa mengandalkan uang rakyat. Sebab dalam PAK, dana untuk Persebaya sudah dialihkan ke pos kesehatan. Oleh sebab itu, Wisnu bakal mengandalkan dana dari simpatisan yang berempati dengan Persebaya.
"Untuk gaji pemain saja kita bisa keluar uang Rp 600 juta hingga Rp 700 juta. Itu baru gaji pemain saja loh ya," sambung Cholid. "Jika mengandalkan simpati dari orang lain, sampai kapan mereka bisa bertahan," katanya dengan nada pesimis.
Di sisi lain Cholid mengaku salut dengan klub internal yang sangat solid. Ia juga saya bangga dengan klub yang tetap konsisten mendukung Saleh Ismail Mukadar. "Saya sangat salut sebab itu tidak mudah, apalagi mereka selalu mendapat gangguan dan rayuan," tutup Cholid.
Reporter : M. Syafaruddin
Surabaya- Cholid, Direktur Utama PT Persebaya Indonesia (PTPI) geli mendengar tim Persebaya Divisi Utama bakal mengandalkan dana simpatisan. Cholid pun pesimistis tim yang dibentuk Pengcab PSSI Surabaya versi Utami bakal eksis.
Meski mengecam terbentuknya tim Persebaya Surabaya Divisi Utama, Cholid mengaku mendukung terbentuknya tim sepakbola dari Kota Pahlawan. Sebab semakin banyak tim sepakbola dari Surabaya, maka akan lebih baik. "Saya mendukung, karena dia gunakan uang-uangnya sendiri, itu harus disupport. Ikut saja di Divisi Utama. Tapi Persebaya hanya satu dan sudah berbadan hukum," kata Cholid, Sabtu (16/10/2010)
Hanya saja Cholid tidak yakin tim yang dibentuk Wisnu Wardhana bisa eksis selama menjalani pertandingan di Divisi Utama. Ia menuturkan, untuk membiayai klub sepakbola tak semudah membalikkan tangan. Apalagi tahun ini tidak ada dana APBD yang mengucur untuk Bajul Ijo.
"Itu sama saja mimpi buruk," sambung eks asisten manajer Bajul Ijo ini.
Sebelumnya, pihak Wisnu menyadari timnya tidak bisa mengandalkan uang rakyat. Sebab dalam PAK, dana untuk Persebaya sudah dialihkan ke pos kesehatan. Oleh sebab itu, Wisnu bakal mengandalkan dana dari simpatisan yang berempati dengan Persebaya.
"Untuk gaji pemain saja kita bisa keluar uang Rp 600 juta hingga Rp 700 juta. Itu baru gaji pemain saja loh ya," sambung Cholid. "Jika mengandalkan simpati dari orang lain, sampai kapan mereka bisa bertahan," katanya dengan nada pesimis.
Di sisi lain Cholid mengaku salut dengan klub internal yang sangat solid. Ia juga saya bangga dengan klub yang tetap konsisten mendukung Saleh Ismail Mukadar. "Saya sangat salut sebab itu tidak mudah, apalagi mereka selalu mendapat gangguan dan rayuan," tutup Cholid.
Jumat, 15 Oktober 2010
DANA DIVISI UTAMA MASIH SIMPANG SIUR
um'at, 15 Oktober 2010 20:30:58 WIB
Reporter : M. Syafaruddin
Surabaya- Tahun ini dipastikan tidak ada dana APBD Surabaya yang akan mengucur untuk klub profesional, yakni Persebaya. Oleh sebab itu, nantinya tim Persebaya Divisi Utama akan mengandalkan uang dari simpatisan.
Ketua Umum Persebaya Divisi Utama, Wisnu Wardhana mengatakan, hingga saat ini pihaknya belum memikirkan soal dana. Sebab, langkah awal yang menjadi prioritasnya adalah menyelamatkan Baajul Ijo agar bisa berlaga di Divisi Utama. "Yang penting hidup dulu, kita jangan tanya uang dari mana," kata Wisnu, Jumat (15/10/2010). Pria asal Malang ini sadar, dana APBD tidak akan turun untuk Persebaya. Meski begitu, ia sangat yakin tim Persebaya bisa tetap eksis. "APBD memang tidak akan cair. Kita akan gunakan dana dari simpatisan yang berempati kepada Persebaya," imbuh Wisnu.
Mengenai ancaman Komisaris PT Persebaya Indonesia (PTPI), Saleh Ismail Mukadar yang akan melaporkan Wisnu ke Polisi, Ketua DPRD Surabaya ini tidak gentar. Justru ia menilai tindakan Saleh adalah hal konyol.
"Silahkan, tidak punya Persebaya kok melaporkan, ya saya laporkan balik. Persebaya bukan milik perorangan. Kalau dilaporkan malah konyol yang melaporkan itu," sindirnya lantas tersenyum.
Wisnu juga mempertanyakan status PT Persebaya Indonesia yang terbentuk tahun 2008 lalu. Menurut Wisnu, perusahaan ini tidak jelas kepemilikannya serta pendanannya. Apalagi saat ini sudah bekerja sama dengan konsorsium Liga Primer Indonesia. "Bagaimana orang membeli Persebaya, coba saya diajari," imbunnya.
Dikonfirmasi mengenai hal ini, Direktur Utama PTPI, Cholid Goromah marah besar. Ia menyangkal jika PTPI dimiliki perorangan. Sebab dalam pembentukannya dua tahun lalu, 30 klub juga dilibatkan. Bahkan terdapat dua perwakilan, yakni Wastomi Suheri dan Amang Mulia.
"Ini tidak jelas, ini dusta. Dalam pembentukan PT, Wastomi dilibatkan, coba tanyakan saja ke dia. PT itu dibuat oleh 30 klub, bukan perorangan," sanggah Cholid.
Reporter : M. Syafaruddin
Surabaya- Tahun ini dipastikan tidak ada dana APBD Surabaya yang akan mengucur untuk klub profesional, yakni Persebaya. Oleh sebab itu, nantinya tim Persebaya Divisi Utama akan mengandalkan uang dari simpatisan.
Ketua Umum Persebaya Divisi Utama, Wisnu Wardhana mengatakan, hingga saat ini pihaknya belum memikirkan soal dana. Sebab, langkah awal yang menjadi prioritasnya adalah menyelamatkan Baajul Ijo agar bisa berlaga di Divisi Utama. "Yang penting hidup dulu, kita jangan tanya uang dari mana," kata Wisnu, Jumat (15/10/2010). Pria asal Malang ini sadar, dana APBD tidak akan turun untuk Persebaya. Meski begitu, ia sangat yakin tim Persebaya bisa tetap eksis. "APBD memang tidak akan cair. Kita akan gunakan dana dari simpatisan yang berempati kepada Persebaya," imbuh Wisnu.
Mengenai ancaman Komisaris PT Persebaya Indonesia (PTPI), Saleh Ismail Mukadar yang akan melaporkan Wisnu ke Polisi, Ketua DPRD Surabaya ini tidak gentar. Justru ia menilai tindakan Saleh adalah hal konyol.
"Silahkan, tidak punya Persebaya kok melaporkan, ya saya laporkan balik. Persebaya bukan milik perorangan. Kalau dilaporkan malah konyol yang melaporkan itu," sindirnya lantas tersenyum.
Wisnu juga mempertanyakan status PT Persebaya Indonesia yang terbentuk tahun 2008 lalu. Menurut Wisnu, perusahaan ini tidak jelas kepemilikannya serta pendanannya. Apalagi saat ini sudah bekerja sama dengan konsorsium Liga Primer Indonesia. "Bagaimana orang membeli Persebaya, coba saya diajari," imbunnya.
Dikonfirmasi mengenai hal ini, Direktur Utama PTPI, Cholid Goromah marah besar. Ia menyangkal jika PTPI dimiliki perorangan. Sebab dalam pembentukannya dua tahun lalu, 30 klub juga dilibatkan. Bahkan terdapat dua perwakilan, yakni Wastomi Suheri dan Amang Mulia.
"Ini tidak jelas, ini dusta. Dalam pembentukan PT, Wastomi dilibatkan, coba tanyakan saja ke dia. PT itu dibuat oleh 30 klub, bukan perorangan," sanggah Cholid.
CHOLID : WISNU MEMANFAATKAN UNTUK POLITIK
Jum'at, 15 Oktober 2010 20:04:13 WIB
Reporter : M. Syafaruddin
Surabaya - Direktur Utama PT Persebaya Indonesia, Cholid Goromah tidak habis pikir dengan tindakan Ketua PSSI Surabaya versi Utami, Wisnu Wardhana yang menggelar Musyawarah Cabang Luar Biasa (Muscablub) Persebaya Surabaya dan menyatakan sebagai Ketua Umum.
Jumat (15/10/2010) petang, Cholid menduga Wisnu sengaja melakukan ini demi satu tujuan, yakni Pemilihan Umum Kepala daerah (Pemilukada) Kota Surabaya 2014 mendatang.
"Ini sudah tidak benar. Orang ini gila jabatan dan urat malunya sudah putus. Nampaknya Wisnu sudah kebelet untuk pemelihan walikota, makanya dia mau memimpin Persebaya. Tulis itu," sindir Cholid. Cholid terdengar sangat geram dengan ulah Wisnu. Tak hanya itu, ia tidak habis pikir mengapa Persebaya disamaratakan dengan PSSI Surabaya. "Itukan rapat rekayasa, rapat yang dibuat dengan tidak mentaati atur dan mereka berbuat seenaknya sendiri," ucap Cholid.
Menurutnya, di Persebaya tidak mengenal Muscablub. Sebab Muscablub hanya dilakukan untuk Pengcab. Karena sudah berbadan hukum, maka satu-satunya yang berlaku di Persebaya saat ini adalah Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).
"Ini sudah menyalahi koridor sepakbola. Mana ada Muscablub di Persebaya. Persebaya itu sudah berbadan hukum dan dibuat oleh 30 klub. Ada koperasi yang dibuat Wastomi (Suheri) dan Amang Mulia Sendiri sebagai perwakilan klub," lanjutnya dengan nada tinggi.
Sebelumnya, Wisnu semakin mantab membentuk tim Persebaya untuk Divisi Utama karena mendapat restu dari Ketua Umum PSSI, Nurdin Halid. Mengenai hal itu, Cholid mengatakan, Nurdin tidak punya hak untuk campur tangan dalam urusan internal Persebaya.
"Ini orang bodoh dan satunya lagi orang yang merusak. Mestinya Nurdin jadi ketua umum dan Wisnu jadi wakilnya," katanya. "Ini yang saya hadapi orang yang tidak waras, seharus Wisnu banyak minum obat," tutup mantan asisten manajer Persebaya ini.
Reporter : M. Syafaruddin
Surabaya - Direktur Utama PT Persebaya Indonesia, Cholid Goromah tidak habis pikir dengan tindakan Ketua PSSI Surabaya versi Utami, Wisnu Wardhana yang menggelar Musyawarah Cabang Luar Biasa (Muscablub) Persebaya Surabaya dan menyatakan sebagai Ketua Umum.
Jumat (15/10/2010) petang, Cholid menduga Wisnu sengaja melakukan ini demi satu tujuan, yakni Pemilihan Umum Kepala daerah (Pemilukada) Kota Surabaya 2014 mendatang.
"Ini sudah tidak benar. Orang ini gila jabatan dan urat malunya sudah putus. Nampaknya Wisnu sudah kebelet untuk pemelihan walikota, makanya dia mau memimpin Persebaya. Tulis itu," sindir Cholid. Cholid terdengar sangat geram dengan ulah Wisnu. Tak hanya itu, ia tidak habis pikir mengapa Persebaya disamaratakan dengan PSSI Surabaya. "Itukan rapat rekayasa, rapat yang dibuat dengan tidak mentaati atur dan mereka berbuat seenaknya sendiri," ucap Cholid.
Menurutnya, di Persebaya tidak mengenal Muscablub. Sebab Muscablub hanya dilakukan untuk Pengcab. Karena sudah berbadan hukum, maka satu-satunya yang berlaku di Persebaya saat ini adalah Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).
"Ini sudah menyalahi koridor sepakbola. Mana ada Muscablub di Persebaya. Persebaya itu sudah berbadan hukum dan dibuat oleh 30 klub. Ada koperasi yang dibuat Wastomi (Suheri) dan Amang Mulia Sendiri sebagai perwakilan klub," lanjutnya dengan nada tinggi.
Sebelumnya, Wisnu semakin mantab membentuk tim Persebaya untuk Divisi Utama karena mendapat restu dari Ketua Umum PSSI, Nurdin Halid. Mengenai hal itu, Cholid mengatakan, Nurdin tidak punya hak untuk campur tangan dalam urusan internal Persebaya.
"Ini orang bodoh dan satunya lagi orang yang merusak. Mestinya Nurdin jadi ketua umum dan Wisnu jadi wakilnya," katanya. "Ini yang saya hadapi orang yang tidak waras, seharus Wisnu banyak minum obat," tutup mantan asisten manajer Persebaya ini.
NURDIN DUKUNG WISNU PIMPIN PERSEBAYA
Jum'at, 15 Oktober 2010 18:21:13 WIB
Reporter : M. Syafaruddin
Surabaya- Ketua Pengcab PSSI Surabaya, Wisnu Wardhana mengukuhkan diri sebagai Ketua Umum Persebaya tandingan. Menurut Wisnu, ia sudah mendapat restu dari Ketua Umum PSSI, Nurdin Halid untuk mengambil alih kepemimpinan Bajul Ijo.
"Saya Ketua Umum PSSI Surabaya dan secara ex officio akan jadi Ketua Umum Persebaya," aku Wisnu kepada wartawan, Jumat (15/10/2010) sore ini. Pria kelahiran Malang ini menceritakan, dirinya sudah bertemu dengan Nurdin, Rabu (13/10/2010) lalu. Dalam pertemuan itu, Wisnu juga disambut Sekjen Nugraha Besoes dan dua petinggi PT Liga Indonesia, Andi Darussalam Tabussala dan Joko Driyono.
"Ketua Umum PSSI pusat sudah menggaransi bahwa Persebaya akan masuk Divisi Utama. Selain itu Pak Nudin juga memberikan mandat dan kuasa penuh kepada PSSI cabang Surabaya untuk menyelesaikan masalah Persebaya," katanya.
Menurutnya, agar tidak dikira hanya membual, Wisnu menunjukkan surat mandat dengan nomor 2503/PGD/72/X-2010 yang ditandatangani Nurdin dan Nugraha. "Dan inilah Persebaya yang akan masuk di Divisi Utama. Kalau Persebaya tidak bisa masuk di Divisi Utama, maka Persebaya akan hilang," sambungnya.
Pria yang juga Ketua DPRD Surabaya ini menambahkan, Persebaya tidak bisa dimiliki perorangan, sebab Persebaya itu milik warga Surabaya dan klub-klub internal. Hanya saja, pada acara Musyawarah Cabang Luar Biasa (Muscablub) Persebaya Surabaya tadi, hanya 14 klub yang hadir.
"Hari ini ada 14 klub, tidak masalah. Apabila tidak memenuhi kuorum kan kita tunggu paling lama 2X15 menit. Yang jelas semua sudah diundang, tapi kalau tidak datang ya biarkan," beber Wisnu.
Sementara itu, Ke-14 klub yang hadir antara lain, Fajar, Fatahillah, Nanggala, Sinar Agung (HBS), Putra Indonesia, PS AD, Sakti, Setia Naga Kuning, Asyabbab, Ega Putra, Reedo, Polda, Maesa dan Suryanaga.
Reporter : M. Syafaruddin
Surabaya- Ketua Pengcab PSSI Surabaya, Wisnu Wardhana mengukuhkan diri sebagai Ketua Umum Persebaya tandingan. Menurut Wisnu, ia sudah mendapat restu dari Ketua Umum PSSI, Nurdin Halid untuk mengambil alih kepemimpinan Bajul Ijo.
"Saya Ketua Umum PSSI Surabaya dan secara ex officio akan jadi Ketua Umum Persebaya," aku Wisnu kepada wartawan, Jumat (15/10/2010) sore ini. Pria kelahiran Malang ini menceritakan, dirinya sudah bertemu dengan Nurdin, Rabu (13/10/2010) lalu. Dalam pertemuan itu, Wisnu juga disambut Sekjen Nugraha Besoes dan dua petinggi PT Liga Indonesia, Andi Darussalam Tabussala dan Joko Driyono.
"Ketua Umum PSSI pusat sudah menggaransi bahwa Persebaya akan masuk Divisi Utama. Selain itu Pak Nudin juga memberikan mandat dan kuasa penuh kepada PSSI cabang Surabaya untuk menyelesaikan masalah Persebaya," katanya.
Menurutnya, agar tidak dikira hanya membual, Wisnu menunjukkan surat mandat dengan nomor 2503/PGD/72/X-2010 yang ditandatangani Nurdin dan Nugraha. "Dan inilah Persebaya yang akan masuk di Divisi Utama. Kalau Persebaya tidak bisa masuk di Divisi Utama, maka Persebaya akan hilang," sambungnya.
Pria yang juga Ketua DPRD Surabaya ini menambahkan, Persebaya tidak bisa dimiliki perorangan, sebab Persebaya itu milik warga Surabaya dan klub-klub internal. Hanya saja, pada acara Musyawarah Cabang Luar Biasa (Muscablub) Persebaya Surabaya tadi, hanya 14 klub yang hadir.
"Hari ini ada 14 klub, tidak masalah. Apabila tidak memenuhi kuorum kan kita tunggu paling lama 2X15 menit. Yang jelas semua sudah diundang, tapi kalau tidak datang ya biarkan," beber Wisnu.
Sementara itu, Ke-14 klub yang hadir antara lain, Fajar, Fatahillah, Nanggala, Sinar Agung (HBS), Putra Indonesia, PS AD, Sakti, Setia Naga Kuning, Asyabbab, Ega Putra, Reedo, Polda, Maesa dan Suryanaga.
WISNU MASIH TAK PAHAM SOAL PERATURAN LIGA
Jum'at, 15 Oktober 2010 19:03:51 WIB
Reporter : M. Syafaruddin
Surabaya- Sebagai Ketua Umum Persebaya tandingan, Wisnu Wardhana ternyata belum mengerti aturan-aturan sepakbola nasional. Terbukti dari rencananya mendatangkan lima pemain asing, padahal timnya bermain di Divisi Utama.
Ditemui wartawan, Jumat (15/10/2010) sore, Wisnu mengatakan, dalam waktu dekat pihaknya akan membentuk tim. Bahkan ia mengaku tim Persebaya tandingan sudah dipersiapkan sejak lama. Selain itu, Wisnu juga mengklaim sudah mendapatkan pemain asing. "Untuk musim ini kita akan gunakan empat hingga lima pemain asing," katanya. Kontan hal ini sedikit menggelikan. Sebab, menurut aturan pemain asing, untuk tim Divisi Utama, hanya diperbolehkan memakai tenaga tiga asing. Sedangkan untuk klub Superliga baru diperbolehkan lima asing. Masalahnya persebayanya Wisnu direncanakan bakal bertanding di Divis Utama.
Ketika diingatkan wartawan, Wisnu terlihat kikuk. Meski begitu, ia sempat berkilah. "Ya kan bisa hal itu akan kita lakukan musim depan," kilah pria kelahiran Malang ini.
Selain tetap menggunakan lima pemain asing, Persebaya akan didukung pemain lokal dari kompetisi internal PSSU Surabaya. "Saya sangat berharap Persebaya kembali ke Superliga," sambung Ketua DPRD Jatim ini.
Selain membentuk tim, beberapa pelatih bakal diburu untuk menangani tim ini. Nama yang santer dikabarkan bakal merapat adalah Freddy Muli. Sedangkan untuk manajer, sosok Indah Kurnia muncul sebagai kandidat kuat.
"Saya tidak bisa bilang sekarang, satu atau dua hari ini kalian pasti tahu siapa manajer dan pelatihnya," tutupnya.
Sedangkan untuk homa base dan tempat latihan, tim Persebaya versi wisnu berencana menghubungi Pemkot Surabaya untuk meminia izin menggunakan stadion Gelora Bung Tomo. Sementara untuk mess, Wisnu mengaku sudah menyiapkannya, tapi bukan di Mes Eri Irianto.
Reporter : M. Syafaruddin
Surabaya- Sebagai Ketua Umum Persebaya tandingan, Wisnu Wardhana ternyata belum mengerti aturan-aturan sepakbola nasional. Terbukti dari rencananya mendatangkan lima pemain asing, padahal timnya bermain di Divisi Utama.
Ditemui wartawan, Jumat (15/10/2010) sore, Wisnu mengatakan, dalam waktu dekat pihaknya akan membentuk tim. Bahkan ia mengaku tim Persebaya tandingan sudah dipersiapkan sejak lama. Selain itu, Wisnu juga mengklaim sudah mendapatkan pemain asing. "Untuk musim ini kita akan gunakan empat hingga lima pemain asing," katanya. Kontan hal ini sedikit menggelikan. Sebab, menurut aturan pemain asing, untuk tim Divisi Utama, hanya diperbolehkan memakai tenaga tiga asing. Sedangkan untuk klub Superliga baru diperbolehkan lima asing. Masalahnya persebayanya Wisnu direncanakan bakal bertanding di Divis Utama.
Ketika diingatkan wartawan, Wisnu terlihat kikuk. Meski begitu, ia sempat berkilah. "Ya kan bisa hal itu akan kita lakukan musim depan," kilah pria kelahiran Malang ini.
Selain tetap menggunakan lima pemain asing, Persebaya akan didukung pemain lokal dari kompetisi internal PSSU Surabaya. "Saya sangat berharap Persebaya kembali ke Superliga," sambung Ketua DPRD Jatim ini.
Selain membentuk tim, beberapa pelatih bakal diburu untuk menangani tim ini. Nama yang santer dikabarkan bakal merapat adalah Freddy Muli. Sedangkan untuk manajer, sosok Indah Kurnia muncul sebagai kandidat kuat.
"Saya tidak bisa bilang sekarang, satu atau dua hari ini kalian pasti tahu siapa manajer dan pelatihnya," tutupnya.
Sedangkan untuk homa base dan tempat latihan, tim Persebaya versi wisnu berencana menghubungi Pemkot Surabaya untuk meminia izin menggunakan stadion Gelora Bung Tomo. Sementara untuk mess, Wisnu mengaku sudah menyiapkannya, tapi bukan di Mes Eri Irianto.
Kamis, 14 Oktober 2010
SALEH AKAN MUNDUR JIKA WISNU JUGA MUNDUR
Jum'at, 15 Oktober 2010 06:15:09 WIB
Reporter : M. Syafaruddin
Surabaya- Ketua PSSI Surabaya versi Taman Sari, Saleh Ismail Mukadar menyambut baik usulan Ketua Umum KONI Surabaya, Heroe Poernomohadi agar dirinya dan Wisnu Wardhana tidak mencalonkan diri bila dilakukan Musyawarah Cabang Luar Biasa (Muscablub).
Menurut Saleh, itu adalah gagasan yang sangat fair. Hanya saja, bila Wisnu yang merupakan Ketua PSSI Surabaya versi Utami tetap ngotot, maka dirinya siap melawan. "Saya tidak masalah kalau ada figur baru. Kalau Wisnu mundur saya juga akan mundur. Tapi kalau dia tetap maju, saya akan melawan," ucap Saleh.
Sebelumnya, Heroe mengusulkan agar muncul tokoh baru yang disepakati oleh 30 klub. Dasarnya karena, Saleh tengah dihukum selama dua tahun oleh Pengprov PSSI Jatim, sedangkan jika memaksakan ke Wisnu, ke-21 klub ini pasti menolak.
"Jadi tiap klub harus satu lembar sendiri," ucap Wakil Ketua Pengprov PSSI Jatim, Ahmad Riyad.
Hanya saja, hingga saat ini pelaksanaan Muscablum masih belum jelas. APalagi Pengprov meminta 21 klub memperbaiki surat permintaan Muscablub, baik alasan maupun formatnya. Selain itu, Pengprov juga meminta klub menunjuk koordinator.
Atas keputusan ini, ke-21 klub pun berontak. Menurut mereka, apa yang dilakukan
sudah memenuhi standard. Apalagi dalam statuta yang PSSI, tidak ada aturan yang menjelaskan per klub, melainkan 2/3 dari keseluruhan klub
Reporter : M. Syafaruddin
Surabaya- Ketua PSSI Surabaya versi Taman Sari, Saleh Ismail Mukadar menyambut baik usulan Ketua Umum KONI Surabaya, Heroe Poernomohadi agar dirinya dan Wisnu Wardhana tidak mencalonkan diri bila dilakukan Musyawarah Cabang Luar Biasa (Muscablub).
Menurut Saleh, itu adalah gagasan yang sangat fair. Hanya saja, bila Wisnu yang merupakan Ketua PSSI Surabaya versi Utami tetap ngotot, maka dirinya siap melawan. "Saya tidak masalah kalau ada figur baru. Kalau Wisnu mundur saya juga akan mundur. Tapi kalau dia tetap maju, saya akan melawan," ucap Saleh.
Sebelumnya, Heroe mengusulkan agar muncul tokoh baru yang disepakati oleh 30 klub. Dasarnya karena, Saleh tengah dihukum selama dua tahun oleh Pengprov PSSI Jatim, sedangkan jika memaksakan ke Wisnu, ke-21 klub ini pasti menolak.
"Jadi tiap klub harus satu lembar sendiri," ucap Wakil Ketua Pengprov PSSI Jatim, Ahmad Riyad.
Hanya saja, hingga saat ini pelaksanaan Muscablum masih belum jelas. APalagi Pengprov meminta 21 klub memperbaiki surat permintaan Muscablub, baik alasan maupun formatnya. Selain itu, Pengprov juga meminta klub menunjuk koordinator.
Atas keputusan ini, ke-21 klub pun berontak. Menurut mereka, apa yang dilakukan
sudah memenuhi standard. Apalagi dalam statuta yang PSSI, tidak ada aturan yang menjelaskan per klub, melainkan 2/3 dari keseluruhan klub
PEMAIN PERSEBAYA AKAN MEMBAYAR PAJAK SEBAGAI WUJUD PROFESIONALISME
Kamis, 14 Oktober 2010 12:56:10 WIB
Reporter : M. Syafaruddin
Surabaya - Sebagai salah satu perwujudan klub profesional, Persebaya Surabaya mengharuskan pemainnya untuk membayar pajak penghasilan. Pajak ini dipotong dari gaji mereka setiap bulan.
Komisaris PT Persebaya Indonesia, Saleh Ismail Mukadar menegaskan, pembayaran pajak penghasilan ini sebagai wujud profesional yang disandang Persebaya. "Nanti pemain juga harus bayar pajak atas gajinya," ucap Saleh. Nantinya, ketika pemain menerima gaji, uang yang mereka terima sudah terpotong pajak. Ditemui di Mes Eri Irianto, Kamis (14/10/2010) siang ini, selain mewajibkan pemain membayar pajak, pihak PT Pengelola Persebaya Indonesia juga akan membayar pajak mess dan stadion.
"Karena tanah di mess kita masih milik Pemkot Surabaya, lapangan juga milik Pemkot. Nantinya kita akan bayar itu," sambung Saleh.
Saleh berharap, dengan penandatanganan kerja sama dengan pengelola, Bajul Ijo mampu meraih prestasi terbaik. Selain itu, profesionalisme Persebaya juga menjadi tonggak kebangkitan sepakbola nasional.
Saleh juga ingin menghapus anggapan bahwa dirinya memiliki Persebaya karena saham mayoritas dimiliki Saleh. Ia juga menegaskan bahwa 100 persen Persebaya masih milik rakyat Surabaya dan klub-klub internal.
"Saya ini hanya pelaksana mandat. Apalagi dalam aturan Menteri Keuangan disebutkan, Pemkot tidak boleh masuk dalam badan usaha yang tidak untung," tutup Saleh.
Reporter : M. Syafaruddin
Surabaya - Sebagai salah satu perwujudan klub profesional, Persebaya Surabaya mengharuskan pemainnya untuk membayar pajak penghasilan. Pajak ini dipotong dari gaji mereka setiap bulan.
Komisaris PT Persebaya Indonesia, Saleh Ismail Mukadar menegaskan, pembayaran pajak penghasilan ini sebagai wujud profesional yang disandang Persebaya. "Nanti pemain juga harus bayar pajak atas gajinya," ucap Saleh. Nantinya, ketika pemain menerima gaji, uang yang mereka terima sudah terpotong pajak. Ditemui di Mes Eri Irianto, Kamis (14/10/2010) siang ini, selain mewajibkan pemain membayar pajak, pihak PT Pengelola Persebaya Indonesia juga akan membayar pajak mess dan stadion.
"Karena tanah di mess kita masih milik Pemkot Surabaya, lapangan juga milik Pemkot. Nantinya kita akan bayar itu," sambung Saleh.
Saleh berharap, dengan penandatanganan kerja sama dengan pengelola, Bajul Ijo mampu meraih prestasi terbaik. Selain itu, profesionalisme Persebaya juga menjadi tonggak kebangkitan sepakbola nasional.
Saleh juga ingin menghapus anggapan bahwa dirinya memiliki Persebaya karena saham mayoritas dimiliki Saleh. Ia juga menegaskan bahwa 100 persen Persebaya masih milik rakyat Surabaya dan klub-klub internal.
"Saya ini hanya pelaksana mandat. Apalagi dalam aturan Menteri Keuangan disebutkan, Pemkot tidak boleh masuk dalam badan usaha yang tidak untung," tutup Saleh.
SAATNA PERSEBAYA SUKSES REKKK
Kamis, 14 Oktober 2010 13:38:35 WIB
Reporter : M. Syafaruddin
Surabaya- Mantan Direktur Lisensi PT Liga Indonesia (PTLI) yang kini menjabat sebagai CE0 PT Pengelola Persebaya Indonesia, Llano Mahardika mengatakan, saatnya Persebaya harus berubah menuju kesuksesan.
Ditemui di Mess Eri Irianto, Kamis (14/10/2010) siang, Llano berterima kasih sekaligus salut dengan keberanian Persebaya menjadi pionir perubahan sepakbola nasional. "Ini adalah klub pertama yang menjadi percobaan untuk menjadi klub yang benar-benar profesional," kata Llano. Menurut Llano, ketertarikannya dengan Persebaya sangat besar. Selain karena karena dekat dengan rumah orang tuanya, di Jl Walikota Mustajab, Persebaya, menurut Llano mempunyai visi yang luar biasa.
"Sepakbola Indonesia sudah saatnya tidak berkaitan dengan politik dan pemerintah. Persebaya harus bisa mandiri, mudah-mudahan itu terjadi," imbuh Llano.
Dalam waktu dekat, langkah awal yang akan ia lakukan adalah mereview kembali apa yang sudah dilakukan manajemen lama. Setelah itu ia akan membentuk empat departemen yang masing-masing dipimpin oleh General Manager (GM). Empat departemen itu adalah teknik, marketing, operasional, dan finansial.
Mengenai jumlah dana yang akan diberikan pada Persebaya selama semusim, Llano tidak bisa memberikan gambaran. "Karena dana akan kita gunakan sesuai dengan target. Saya tidak bisa menyebutkan berapa pastinya," lanjutnya.
Pria berbadan subur ini yakin, di bawah kendalinya, Bajul Ijo akan berprestasi maksimal di Liga Primer Indonesia (LPI). "Mungkin lima atau tiga besar," tutup Llano.
Reporter : M. Syafaruddin
Surabaya- Mantan Direktur Lisensi PT Liga Indonesia (PTLI) yang kini menjabat sebagai CE0 PT Pengelola Persebaya Indonesia, Llano Mahardika mengatakan, saatnya Persebaya harus berubah menuju kesuksesan.
Ditemui di Mess Eri Irianto, Kamis (14/10/2010) siang, Llano berterima kasih sekaligus salut dengan keberanian Persebaya menjadi pionir perubahan sepakbola nasional. "Ini adalah klub pertama yang menjadi percobaan untuk menjadi klub yang benar-benar profesional," kata Llano. Menurut Llano, ketertarikannya dengan Persebaya sangat besar. Selain karena karena dekat dengan rumah orang tuanya, di Jl Walikota Mustajab, Persebaya, menurut Llano mempunyai visi yang luar biasa.
"Sepakbola Indonesia sudah saatnya tidak berkaitan dengan politik dan pemerintah. Persebaya harus bisa mandiri, mudah-mudahan itu terjadi," imbuh Llano.
Dalam waktu dekat, langkah awal yang akan ia lakukan adalah mereview kembali apa yang sudah dilakukan manajemen lama. Setelah itu ia akan membentuk empat departemen yang masing-masing dipimpin oleh General Manager (GM). Empat departemen itu adalah teknik, marketing, operasional, dan finansial.
Mengenai jumlah dana yang akan diberikan pada Persebaya selama semusim, Llano tidak bisa memberikan gambaran. "Karena dana akan kita gunakan sesuai dengan target. Saya tidak bisa menyebutkan berapa pastinya," lanjutnya.
Pria berbadan subur ini yakin, di bawah kendalinya, Bajul Ijo akan berprestasi maksimal di Liga Primer Indonesia (LPI). "Mungkin lima atau tiga besar," tutup Llano.
SALEH : SILAHKAN DAFTAR DIVISI UTAMA, ASAL...?
Kamis, 14 Oktober 2010 15:13:29 WIB
Reporter : M. Syafaruddin
Surabaya - Komisaris PT Persebaya Indonesia (PTPI) mengizinkan Pengcab PSSI versi Utami untuk mendaftarkan tim ke Divisi Utama. Namun dengan satu catatan, tidak menggunakan nama, logo, warna dan segala macam yang mengandung embel-embel Persebaya.
. Saleh mengatakan, jika pihak Pengcab versi Utami melanggar persyaratannya itu, maka pengcab yang diketuai Wisnu Wardhana ini harus bersiap berhadapan dengan hukum. "Kalau mereka mandaftarkan atas nama Persebaya, dengan logo, warna dan nama yang sama, pasti akan kita polisikan," kata Saleh kepada wartawan.
Menurut Saleh, aspek meliputi nama, warna, logo serta domisili sudah dipatenkan dan memiliki akta notaris. Jadi bila nama Persebaya tetap dicatutkan, maka hukum yang akan berbicara. "Karena kita sudah patenkan nama dan aspek lainnya," katanya.
Senada dengan Saleh, Direktur PTPT, Cholid Goromah juga tidak mempermasalahkan adanya tim di Divisi Utama. "Justru semakin banyak tim dari Surabaya malah semakin bagus. Tapi jangan gunakan nama Persebaya. Gunaka nama Surabaya United atau yang lainnya," sindir Cholid.
Sejatinya antara Persebaya dengan Pengcab PSSI Surabaya sudah berbeda ranah sejak tahun 2006. Persebaya sudah berbadan hukum yakni, perseroan terbatas (PT) dan merupakan anggota PSSI pusat. Sedangkan Pengcab adalah anggota Pengprov PSSI Jatim. "Dari sini saja ranahnya sudah jelas," kata Saleh singkat.
Jika Pengcab membuat tim baru, maka menurut aturan, tim itu harus bertanding di level terendah, yakni Divisi III, lalu beranjak ke Divisi II dan seterusnya hingga Divisi Utama atau Superliga Indonesia. "Lagi pula mereka itu tidak bisa membuat kompetisi kok mau buat tim. Pengcabnya saja tidak jelas, tidak jelas siapa yang milih dia," pungkas Saleh
Reporter : M. Syafaruddin
Surabaya - Komisaris PT Persebaya Indonesia (PTPI) mengizinkan Pengcab PSSI versi Utami untuk mendaftarkan tim ke Divisi Utama. Namun dengan satu catatan, tidak menggunakan nama, logo, warna dan segala macam yang mengandung embel-embel Persebaya.
. Saleh mengatakan, jika pihak Pengcab versi Utami melanggar persyaratannya itu, maka pengcab yang diketuai Wisnu Wardhana ini harus bersiap berhadapan dengan hukum. "Kalau mereka mandaftarkan atas nama Persebaya, dengan logo, warna dan nama yang sama, pasti akan kita polisikan," kata Saleh kepada wartawan.
Menurut Saleh, aspek meliputi nama, warna, logo serta domisili sudah dipatenkan dan memiliki akta notaris. Jadi bila nama Persebaya tetap dicatutkan, maka hukum yang akan berbicara. "Karena kita sudah patenkan nama dan aspek lainnya," katanya.
Senada dengan Saleh, Direktur PTPT, Cholid Goromah juga tidak mempermasalahkan adanya tim di Divisi Utama. "Justru semakin banyak tim dari Surabaya malah semakin bagus. Tapi jangan gunakan nama Persebaya. Gunaka nama Surabaya United atau yang lainnya," sindir Cholid.
Sejatinya antara Persebaya dengan Pengcab PSSI Surabaya sudah berbeda ranah sejak tahun 2006. Persebaya sudah berbadan hukum yakni, perseroan terbatas (PT) dan merupakan anggota PSSI pusat. Sedangkan Pengcab adalah anggota Pengprov PSSI Jatim. "Dari sini saja ranahnya sudah jelas," kata Saleh singkat.
Jika Pengcab membuat tim baru, maka menurut aturan, tim itu harus bertanding di level terendah, yakni Divisi III, lalu beranjak ke Divisi II dan seterusnya hingga Divisi Utama atau Superliga Indonesia. "Lagi pula mereka itu tidak bisa membuat kompetisi kok mau buat tim. Pengcabnya saja tidak jelas, tidak jelas siapa yang milih dia," pungkas Saleh
Rabu, 13 Oktober 2010
PERSEBAYA KINI MENJADI TEAM PROFESIONAL
Kamis, 14 Oktober 2010 11:20:45 WIB
Reporter : M. Syafaruddin
Surabaya- Persebaya Surabaya memasuki babak baru menuju klub profesional. Hal ini ditandai dengan kesepatakan antara PT Persebaya Indonesia dengan PT Pengelola Persebaya Indonesia.
Kesepakatan kerja sama dengan pengelola dilakukan di mess Eri Irianto, Kamis (14/10/2010) siang ini.
Yang mengejutkan, duduk sebagai direktur PT Pengelola Persebaya Indonesia adalah Llano Mahardika. Llano memang bukan orang lama. Sebab ia pernah bekerja untuk PT Liga Indonesia.
Dalam acara ini, hadir pula Kadispora Surabaya, Sigit, perwakilan KONI Surabaya, perwakilan Polrestabes Surabaya dan seluruh klub internal.
"Kalau lalu PT bentukan PT Liga itu hanya formalitas belaka, sekarang kita akan benar-benar profesional," kata komisaris PT Persebaya Indonesia, Saleh Ismail Mukadar.
Reporter : M. Syafaruddin
Surabaya- Persebaya Surabaya memasuki babak baru menuju klub profesional. Hal ini ditandai dengan kesepatakan antara PT Persebaya Indonesia dengan PT Pengelola Persebaya Indonesia.
Kesepakatan kerja sama dengan pengelola dilakukan di mess Eri Irianto, Kamis (14/10/2010) siang ini.
Yang mengejutkan, duduk sebagai direktur PT Pengelola Persebaya Indonesia adalah Llano Mahardika. Llano memang bukan orang lama. Sebab ia pernah bekerja untuk PT Liga Indonesia.
Dalam acara ini, hadir pula Kadispora Surabaya, Sigit, perwakilan KONI Surabaya, perwakilan Polrestabes Surabaya dan seluruh klub internal.
"Kalau lalu PT bentukan PT Liga itu hanya formalitas belaka, sekarang kita akan benar-benar profesional," kata komisaris PT Persebaya Indonesia, Saleh Ismail Mukadar.
I MADE WIRAHADI BERGABUNG PERSEBAYA??
Rabu, 13 Oktober 2010 15:50:53 WIB
Reporter : M. Syafaruddin
Surabaya (beritajatim.com) - Keinginan Persebaya untuk segera menggunakan tenaga mantan striker Pelita Jaya Karawang, I Made Adi Wirahadi harus menunggu lama. Sebab hingga saat ini Wirahadi belum mendapat izin dari tempat ia berdinas, yakni Polres Kabupaten Tanggerang.
Dari info yang dihimpun beritajatim.com di lapangan, Rabu (13/10/2010) siang, hingga saat ini Persebaya belum mendapatkan izin dari pimpinan Wirahadi. Bahkan, surat untuk tempat Wirahadi bekerja juga belum diserahkan oleh pengurus Bajul Ijo.
"Saya sendiri heran mengapa kok diberitakan Wirahadi segera bergabung," kata sumber yang meminta namanya tidak diwartakan ini.
Ketika dikonfirmasi, Ketua Harian Persebaya, Cholid Goromah membantah kabar ini. Menurut Cholid, pihaknya sudah mendapat lampu hijau dari Polres Kabupaten Tanggerang. "Sudak oke kok," katanya singkat.
Cholid menambahkan, Kamis (14/10/2010) besok, pihaknya bakal mengirim utusan untuk bertemu dengan Wirahadi. "Rencananya besok kita akan mengirim orang untuk mebertemu Wirahadi di Jakarta," imbuh Cholid.
Menutup pembicaraan, Cholid mengatakan, Minggu depan Wirahadi sudah bisa bergabung dengan tim. "Insya Allah minggu depan," tutup Cholid.
Hingga saat ini Wirahadi menjadi satu-satunya pemain lokal yang belum bergabung dengan tim. Sebelumnya, lantaran ia membela PS Polri di turnamen Panglima TNI, Wirahadi mendapat dispensasi khusus dari Bajul Ijo. "Kalau kita dapat Made Wirahadi ya Alhamdulillah," tutup mantan Tim PON Jatim ini.
Reporter : M. Syafaruddin
Surabaya (beritajatim.com) - Keinginan Persebaya untuk segera menggunakan tenaga mantan striker Pelita Jaya Karawang, I Made Adi Wirahadi harus menunggu lama. Sebab hingga saat ini Wirahadi belum mendapat izin dari tempat ia berdinas, yakni Polres Kabupaten Tanggerang.
Dari info yang dihimpun beritajatim.com di lapangan, Rabu (13/10/2010) siang, hingga saat ini Persebaya belum mendapatkan izin dari pimpinan Wirahadi. Bahkan, surat untuk tempat Wirahadi bekerja juga belum diserahkan oleh pengurus Bajul Ijo.
"Saya sendiri heran mengapa kok diberitakan Wirahadi segera bergabung," kata sumber yang meminta namanya tidak diwartakan ini.
Ketika dikonfirmasi, Ketua Harian Persebaya, Cholid Goromah membantah kabar ini. Menurut Cholid, pihaknya sudah mendapat lampu hijau dari Polres Kabupaten Tanggerang. "Sudak oke kok," katanya singkat.
Cholid menambahkan, Kamis (14/10/2010) besok, pihaknya bakal mengirim utusan untuk bertemu dengan Wirahadi. "Rencananya besok kita akan mengirim orang untuk mebertemu Wirahadi di Jakarta," imbuh Cholid.
Menutup pembicaraan, Cholid mengatakan, Minggu depan Wirahadi sudah bisa bergabung dengan tim. "Insya Allah minggu depan," tutup Cholid.
Hingga saat ini Wirahadi menjadi satu-satunya pemain lokal yang belum bergabung dengan tim. Sebelumnya, lantaran ia membela PS Polri di turnamen Panglima TNI, Wirahadi mendapat dispensasi khusus dari Bajul Ijo. "Kalau kita dapat Made Wirahadi ya Alhamdulillah," tutup mantan Tim PON Jatim ini.
Selasa, 12 Oktober 2010
KONTRAK CIANI MENUNGGU KITAS
Selasa, 12 Oktober 2010 21:12:44 WIB
Reporter : M. Syafaruddin
Surabaya - Pengurus Persebaya Surabaya tidak mau gegabah untuk mengikat striker asal Prancis, Amick Ciani. Pengurus memutuskan akan mengontrak mantan pemain SK Ronse ini jika sudah memiliki Kartu Izin Tinggal Sementara (Kitas).
Ketua Harian Persebaya, Cholid Goromah mengatakan, pihaknya tidak ingin tergesa-gesa untuk mengontrak Ciani. Sebab hingga saat ini Kitas pemain kelahiran Clichy la Garenne, Prancis ini masih belum tuntas. "Kita baru kontrak dia kalau Kitasnya beres. Saat ini kita masih menunggu Kitasnya," ucap Cholid saat dihubungi beritajatim.com, Selasa (12/10/2010) petang.
Sebelumnya, pemain yang pernah membela tiga klub Divisi I Skotlandia, Dundee FC, Raith Rovers FC dan Ross County FC ini direncanakan bakal menandatangani kontrak dengan Persebaya sore hari ini. Tapi ternyata rencana itu batal.
Selain Kitas yang belum selesai, Ciani hampir tidak memiliki masalah. Ia sudah menyelesaikan International Transfer Certificate (ITC). Selain itu, ia juga sudah menjalani tes kesehatan dan mendapat rekomendasi dari dokter tim Persebaya, dr Heri Siswanto.
"Amick adalah pemain yang bagus. Posturnya sangat bagus sebagai striker. Kemampuan mengolah bolanya juga bagus," kata juru taktik Persebaya, Aji Santoso.
Sebenarnya, antara pengurus dengan agen Ciani sudah mendapat kata sepakat. Selama semusim membela panji Persebaya, kakak dari pemain Timnas Prancis, Michael Ciani ini akan dibayar Rp 1.1 miliar. Ia pun didaulat debagai pemain termahal Bajul Ijo musim ini.
Reporter : M. Syafaruddin
Surabaya - Pengurus Persebaya Surabaya tidak mau gegabah untuk mengikat striker asal Prancis, Amick Ciani. Pengurus memutuskan akan mengontrak mantan pemain SK Ronse ini jika sudah memiliki Kartu Izin Tinggal Sementara (Kitas).
Ketua Harian Persebaya, Cholid Goromah mengatakan, pihaknya tidak ingin tergesa-gesa untuk mengontrak Ciani. Sebab hingga saat ini Kitas pemain kelahiran Clichy la Garenne, Prancis ini masih belum tuntas. "Kita baru kontrak dia kalau Kitasnya beres. Saat ini kita masih menunggu Kitasnya," ucap Cholid saat dihubungi beritajatim.com, Selasa (12/10/2010) petang.
Sebelumnya, pemain yang pernah membela tiga klub Divisi I Skotlandia, Dundee FC, Raith Rovers FC dan Ross County FC ini direncanakan bakal menandatangani kontrak dengan Persebaya sore hari ini. Tapi ternyata rencana itu batal.
Selain Kitas yang belum selesai, Ciani hampir tidak memiliki masalah. Ia sudah menyelesaikan International Transfer Certificate (ITC). Selain itu, ia juga sudah menjalani tes kesehatan dan mendapat rekomendasi dari dokter tim Persebaya, dr Heri Siswanto.
"Amick adalah pemain yang bagus. Posturnya sangat bagus sebagai striker. Kemampuan mengolah bolanya juga bagus," kata juru taktik Persebaya, Aji Santoso.
Sebenarnya, antara pengurus dengan agen Ciani sudah mendapat kata sepakat. Selama semusim membela panji Persebaya, kakak dari pemain Timnas Prancis, Michael Ciani ini akan dibayar Rp 1.1 miliar. Ia pun didaulat debagai pemain termahal Bajul Ijo musim ini.
Senin, 11 Oktober 2010
Indah Kurnia: Terlalu Banyak Intervensi Persebaya
Selasa, 12 Oktober 2010 07:00:56 WIB
Reporter : M. Syafaruddin
Surabaya (beritajatim.com) - Mantan manajer Persebaya Surabaya, Indah Kurnia tidak ingin masuk dalam polemik yang mencatut mantan timnya. Indah hanya berharap Bajul Ijo tidak keluar dari PSSI, meski bukan rahasia umum jika Ketua Umum Saleh Ismail Mukadar tidak sejalan dengan Ketua Umum PSSI, Nurdin Halid.
Kepada beritajatim.com Indah menyampaikan, selama ini ia tidak pernah mengikuti perkembangan Persebaya di media massa. Apalagi aktifitasnya sebagai anggota DPR RI membuatnya menjadi orang yang super sibuk.
Meski begitu, bukan berarti Indah kehilangan informasi seputar Persebaya. Ia selalu mendapatkan kabar seputar sepakbola, khususnya Persebaya dari beberapa kawan. Entah itu melalui email atau pesan singkat (sms).
"Bahkan kalau ada undangan sepakbola di tingkat nasional, saya selalu diundang kok," katanya.
Soal Persebaya yang akan bertanding di kompetisi Liga Primer Indonesia, Indah tidak bisa memberikan banyak komentar. "Saya tidak mau ikut campur masalah ini. Tapi saya hanya minta jangan sampai Persebaya keluar dari PSSI, meski tidak suka Nurdin Halid," harapnya.
Meski tidak ingin Bajul Ijo keluar dadi PSSI, bukan berarti Indah menyalahkan jika Persebaya ikut LPI. Bahkan, Indah setuju jika terjadi revolusi menuju klub profesional di tubuh tim kesayangan 'Arek-arek Suroboyo' ini.
"Kalau LPI bisa kucurkan Rp 20 miliar ke setiap klub, saya berharap itu terealisasi, ambil saja kenapa tidak. Saya mendukung jika Persebaya dikelola manajemen profesional," sambungnya. Selain itu, ia sangat berharap tidak ada pihak-pihak yang cawe-cawe dengan Persebaya.
"Menurut saya Persebaya terlalu banyak intervensi. Jangan sampai semuanya mau jadi pengurus, semuanya mau jadi pelatih. Solusinya, kesampingkan dulu keinginan orang yang mengklaim diri sebagai pengelola Persebaya, mari duduk bersama dan membicarakan masalah ini," tutup Indah.
Reporter : M. Syafaruddin
Surabaya (beritajatim.com) - Mantan manajer Persebaya Surabaya, Indah Kurnia tidak ingin masuk dalam polemik yang mencatut mantan timnya. Indah hanya berharap Bajul Ijo tidak keluar dari PSSI, meski bukan rahasia umum jika Ketua Umum Saleh Ismail Mukadar tidak sejalan dengan Ketua Umum PSSI, Nurdin Halid.
Kepada beritajatim.com Indah menyampaikan, selama ini ia tidak pernah mengikuti perkembangan Persebaya di media massa. Apalagi aktifitasnya sebagai anggota DPR RI membuatnya menjadi orang yang super sibuk.
Meski begitu, bukan berarti Indah kehilangan informasi seputar Persebaya. Ia selalu mendapatkan kabar seputar sepakbola, khususnya Persebaya dari beberapa kawan. Entah itu melalui email atau pesan singkat (sms).
"Bahkan kalau ada undangan sepakbola di tingkat nasional, saya selalu diundang kok," katanya.
Soal Persebaya yang akan bertanding di kompetisi Liga Primer Indonesia, Indah tidak bisa memberikan banyak komentar. "Saya tidak mau ikut campur masalah ini. Tapi saya hanya minta jangan sampai Persebaya keluar dari PSSI, meski tidak suka Nurdin Halid," harapnya.
Meski tidak ingin Bajul Ijo keluar dadi PSSI, bukan berarti Indah menyalahkan jika Persebaya ikut LPI. Bahkan, Indah setuju jika terjadi revolusi menuju klub profesional di tubuh tim kesayangan 'Arek-arek Suroboyo' ini.
"Kalau LPI bisa kucurkan Rp 20 miliar ke setiap klub, saya berharap itu terealisasi, ambil saja kenapa tidak. Saya mendukung jika Persebaya dikelola manajemen profesional," sambungnya. Selain itu, ia sangat berharap tidak ada pihak-pihak yang cawe-cawe dengan Persebaya.
"Menurut saya Persebaya terlalu banyak intervensi. Jangan sampai semuanya mau jadi pengurus, semuanya mau jadi pelatih. Solusinya, kesampingkan dulu keinginan orang yang mengklaim diri sebagai pengelola Persebaya, mari duduk bersama dan membicarakan masalah ini," tutup Indah.
Hearing Persebaya Melebar ke Dualisme PSSI Surabaya
Senin, 11 Oktober 2010 21:55:21 WIB
Reporter : M. Syafaruddin
Surabaya- Agenda utama hearing DPRD Surabaya, yakni menyelamatkan Persebaya mulai melebar ke masalag dualisme Pengcab PSSI Surabaya. Setidaknya itu yang terjadi dalam hearing kedua, Senin (11/10/2010) sore hari tadi.
Hearing yang dilakukan di ruang rapat Komisi A ini berlangsung cukup panas. Sebab tema utama, yakni menyelamatkan Persebaya sudah melebar hingga ke masalah dualisme Pengcab PSSI Surabaya.
"Kalau boleh saya usul, titelnya jangan selamatkan Persebaya, tapi selamatkan klub-klub," kata pemilik klub Fatahillah yang menjabat sebagai Bidang Organisasi Pengcab Persebaya versi Utami, Amang Mulia. Amang menambahkan, sejak dirinya bersama sembilan klub lainnya menggelar Muscab di Hotel Utami beberapa waktu lalu, timnya, yakni Fatahillah tidak pernah lagi mendapat kucuran dana APBD. Ia juga mengeluh karena tidak dilibatkan dalam pembentukan PT Persebaya Indonesia.
"Penggunaan uang untuk Pengcab juga harus dipertanggungjawabkan, mengapa bisa lari ke Persebaya," lanjut Amang.
Tak hanya Amang, Wakil Ketua Umum Pengcab versi Utami, Andi Slamet juga mengeluhkan masalah dualisme kepemimpinan di Pengcab PSSi Surabaya. Andi meminta DPRD mendesak Pemkot agar fasilitas lapangan olahraga tidak hanya dinikmati Pengcab versi Taman sari.
"Kita sebenarnya mau menggelar kompetisi, tapi kita terhambat infrastruktur. Sekarang Lapangan Karanggayam dipakai Pengcabnya Saleh, Gelora 10 Nopember juga, lalu kompetisi kita digelar di mana," keluh Andi.
Lontaran mengenai permasalahan PSSI Surabaya juga dikatakan Komisi Hukum Pengprov PSSI Jatim, Yulianto. "Persebaya buat aturannya sendiri, Ketua Pengcab juga jadi Ketua Persebaya, tidak ada ceritanya seperti itu," kata Yulianto.
Mengenai keluhan tentang masalah dualisme Pengcab, Ketua Komisi A DPRD Surabaya, Armudji mengatakan, jalan keluar terbaik adalah menggelar Muscablub. Apalagi Saleh Ismail Mukadar sebagai Ketua Pengcab versi Taman sari sudah dihukum selama dua tahun.
"Sebenarnya mudah saja. Orang yang kena sanksi kan tidak bisa mencalonkan lagi. Jadi kenapa harus takut?" tegas Armudji.
Reporter : M. Syafaruddin
Surabaya- Agenda utama hearing DPRD Surabaya, yakni menyelamatkan Persebaya mulai melebar ke masalag dualisme Pengcab PSSI Surabaya. Setidaknya itu yang terjadi dalam hearing kedua, Senin (11/10/2010) sore hari tadi.
Hearing yang dilakukan di ruang rapat Komisi A ini berlangsung cukup panas. Sebab tema utama, yakni menyelamatkan Persebaya sudah melebar hingga ke masalah dualisme Pengcab PSSI Surabaya.
"Kalau boleh saya usul, titelnya jangan selamatkan Persebaya, tapi selamatkan klub-klub," kata pemilik klub Fatahillah yang menjabat sebagai Bidang Organisasi Pengcab Persebaya versi Utami, Amang Mulia. Amang menambahkan, sejak dirinya bersama sembilan klub lainnya menggelar Muscab di Hotel Utami beberapa waktu lalu, timnya, yakni Fatahillah tidak pernah lagi mendapat kucuran dana APBD. Ia juga mengeluh karena tidak dilibatkan dalam pembentukan PT Persebaya Indonesia.
"Penggunaan uang untuk Pengcab juga harus dipertanggungjawabkan, mengapa bisa lari ke Persebaya," lanjut Amang.
Tak hanya Amang, Wakil Ketua Umum Pengcab versi Utami, Andi Slamet juga mengeluhkan masalah dualisme kepemimpinan di Pengcab PSSi Surabaya. Andi meminta DPRD mendesak Pemkot agar fasilitas lapangan olahraga tidak hanya dinikmati Pengcab versi Taman sari.
"Kita sebenarnya mau menggelar kompetisi, tapi kita terhambat infrastruktur. Sekarang Lapangan Karanggayam dipakai Pengcabnya Saleh, Gelora 10 Nopember juga, lalu kompetisi kita digelar di mana," keluh Andi.
Lontaran mengenai permasalahan PSSI Surabaya juga dikatakan Komisi Hukum Pengprov PSSI Jatim, Yulianto. "Persebaya buat aturannya sendiri, Ketua Pengcab juga jadi Ketua Persebaya, tidak ada ceritanya seperti itu," kata Yulianto.
Mengenai keluhan tentang masalah dualisme Pengcab, Ketua Komisi A DPRD Surabaya, Armudji mengatakan, jalan keluar terbaik adalah menggelar Muscablub. Apalagi Saleh Ismail Mukadar sebagai Ketua Pengcab versi Taman sari sudah dihukum selama dua tahun.
"Sebenarnya mudah saja. Orang yang kena sanksi kan tidak bisa mencalonkan lagi. Jadi kenapa harus takut?" tegas Armudji.
Langganan:
Komentar (Atom)