Minggu, 15 Juli 2012

PERSEBAYA VS QPR

Senin, 16 Juli 2012 05:31:15 WIB Reporter : M. Syafaruddin

Surabaya (beritajatim.com) - Usai menyelesaikan pertandingan terakhir di Indonesia Premier League (IPL) lawan Arema, Persebaya mengambil ancang-ancang untuk bentrok lawan tim Premier League, Queens Park Rangers (QPR), 23 Juli mendatang di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya.

Persebaya nampaknya sadar ketimpangan antara keduanya. Meski QPR adalah klub papan bawah di Premier League musim lalu, namun kualitas tim besutan Mark Hughes ini masih dua atau tiga tingkat di atas Persebaya. Tak hanya itu, dilihat kualitas liga, Indonesia jauh di bawah Inggris.

Apalagi QPR diperkuat pemain yang sudah tak diragukan kualitasnya, seperti Djibril Cisse, Fabio da Silva, Anton Ferdinand, Shaun Wright-Philips serta pemain Asia paling sukses di dunia yang juga eks pemain Manchester United, Park Ji Sung.

Untuk meredam ketimpangan itu, manajemen Persebaya mengundang putra-putra terbaik Indonesia, khususnya jebolan Persebaya, untuk merasakan atmosfer bertanding lawan Park Ji Sung dan kawan-kawan. Menurut CEO Gede Widiade, pihaknya mempersilahkan semua pemain untuk merapat. Tak peduli pemain itu dari kompetisi Indonesian Premier League (IPL) maupun Indonesian Super League (ISL).

"Kita tidak mau tersekat-sekat antara IPL atau ISL. Kami hanya ingin mengundang putra-putra terbaik Indonesia, untuk bergabung bersama kami merasakan atmosfer tanding dengan tim Liga Inggris seperti QPR," terang Gede kepada wartawan.

Pria asal Wonokromo ini menambahkan, prioritas utama memang pemain lokal. Utamanya pemain asli binaan yang kini merantau di klub-klub lain. Namun manajemen juga tidak menutup peluang pada pemain asing. Hanya saja porsi untuk pemain asli Indonesia, utamanya produk Persebaya, lebih diutamakan.

"Bagi yang ingin bergabung dengan kami lawan QPR, mau pemain dari klub IPL maupun ISL, silahkan komunikasi dengan kami, melalui saya atau manajer," lanjut bos klub internal PSSI Surabaya, PS Rheza Mahasiswa ini.

Tapi tak semua pemain akan ditampung. Nantinya pelatih Divaldo Alves akan melakukan semacam seleksi untuk kemudian menentukan siapa yang layak bergabung dengan timnya. Langkah manajemen Persebaya bukannya berarti tanpa kritik. Dikhawatirkan, dengan memakai pemain dadakan, kekuatan Persebaya tidak solid lagi.

Tak hanya itu, dikhawatirkan terjadi kecemburuan antara pemain Persebaya dengan pemain baru. Namun Gede tak bergeming. Menurut Gede, langkah yang ia ambil semata-mata untuk menyajikan pertandingan yang menghibur. Selain itu, Gede juga ingin membangun image Indonesia sebagai salah satu poros sepakbola di Asia, khususnya kawasan  Asia Tenggara.

"Kalau nanti Persebaya kalah, pasti tim luar negeri lainnya jadi enggan kesini lagi. Apalagi pertandingan ini disiarkan langsung di Indonesia, Malaysia dan London. Kita harus menciptakan image positif bahwa tim Indonesia tak kalah dengan luar negeri," jelas pengusaha sukses di Jakarta ini.

Saat ini, Persebaya berencana mengirim proposal ke tiga pemain yang akan dipinjam tenaganya. Ketiganya adalah David Pagbe dan Edward Wilson Junior asal Semen Padang, serta bek Persipura Jayapura, Ricardo Salampessy. Sementara tim Persebaya akan kembali berlatih, Rabu (18/7/2012) mendatang.

Menutup pembicaraan, Gede, menilai saat ini Persebaya memiliki velue tinggi di Indonesia. Terbukti, Bajul Ijo dilirik untuk menjadi lawan tanding QPR. Meski sebenarnya, QPR bukan tim pertama yang datang ke Surabaya. Tim-tim besar macam AC Milan, Arsenal dan PSV Eidhoven sudah pernah menginjakkan kaki di Kota Pahlawan.[sya/kun]

Sabtu, 28 April 2012

PERSEBAYA KALAH

Minggu, 29 April 2012 00:13:00 WIB Reporter : M. Syafaruddin

Surabaya (beritajatim.com)--Manajemen Persebaya Surabaya meradang. Pasalnya, tim kebanggaan Bonek ini baru saja menelan kekalahan ketiga beruntun di pentas Indonesia Premier League (IPL). Sabtu (28/4/2012) sore di Stadion Andi Mattalatta, Bajul Ijo takluk atas tuan rumah PSM dengan skor 0-2.

CEO Persebaya, Gede Widiade tak bisa menyembunyikan kekecewaannya atas prestasi tim asuhan Divaldo Alves. Apalagi, kali ini Persebaya tumbang bukan karena kepemimpinan wasit yang membela tuan rumah, melainkan lebih ke kualitas. Bajul Ijo boleh dibilang bermain buruk di Makassar.

Gede semakin murka, sebab tim yang dihadapi sempat mengeluhkan masalah gaji. Sedangkan sebagai sesama tim IPL, keuangan Persebaya boleh dibilang paling sehat. Bahkan, seusai kalah lawan Persema, Gede masih memberikan bonus khusus ke pemain.

"Seolah tidak bertenaga dan kurang fokus. Padahal, gaji tidak telat, bonus juga diberi meski kalah lawan Persema," ucap Gede.

Meski meradang, Gede mencoba bersikap tenang. "Semua komponen harus introspeksi diri lebih dalam. Jangan ada yang saling menyalahkan satu sama lain, tapi cari solusi," katanya bijak.

Kekalahan 0-2 atas PSM adalah kekalahan ketiga beruntun. Sebelumnya, Persebaya juga takluk atas Semen Padang dan Persema. Di dua laga itu, Persebaya merasa kemenangannya 'dicuri' oleh wasit.

Namun untuk kali ini, absennya tiga pemain, Erol Iba, Mat Halil dan Jusmadi disebut sebagai faktor utama.

"Belum ada yang bermain seperti Halil dan Erol. Ini menjadi tugas coach untuk lebih menggenjot para pemain agar tampil lebih baik di kemudian hari," papar bos klub internal PSSI Surabaya, Rheza-Mahasiswa ini. Lalu bagaimana masa depan Divaldo? Gede rencananya datang ke Surabaya untuk mengevaluasi tim.

Diberitakan, dua gol PSM dicetak oleh Andi Oddang dan Ilija Spasojevic. Sementara itu, akibat kekalahan ini, posisi Persebaya melorot ke posisi tujuh. Persebaya kini tertinggal satu angka dari Persiraja. Laga kemarin menjadi kekalahan ketujuh dari 14 pertandingan Persebaya.

Kamis, 26 April 2012

SUSUNAN PEMAIN PERSEBAYA VS PSM

Kamis, 26 April 2012 11:08:40 WIB Reporter : M. Syafaruddin

Surabaya (beritajatim.com)--Meski belum mendapat pengesahan dari PT Liga Prima Indonesia Sportindo (LPIS), Walter Brizuela tetap dipersiapkan untuk menghadapi PSM, Sabtu (28/4/2012) besok sore. Total 19 pemain dibawa Persebaya ke Makassar.

Dalam daftar pemain yang diterima beritajatim.com dari Asisten pelatih Ibnu Grahan, Kamis (26/4/2012) siang, tim pelatih membawa empat pemain asing, mereka adalah Otavio Dutra, Mario Karlovic, Brizuela dan Fernando Soler.

Pada lawatan ini, pelatih Divaldo Alves tak bisa menampilkan tiga pemain, yakni Mat Halil, Jusmadi dan Erol Iba. "Tim berangkat jam 11.30," terang Media Relation Persebaya, Ram Surahman.[sya] Kiper: Endra Prasetya, Dimas Galih Pratama.

Belakang: Fastabiqul Khoirot , Oktavio Dutra, Khomad Suharto, Edi Gunawan, Yusuf Hamzah, dan Rivelino Ardiles.

Tengah: Wirya Kumandra, Andik Vermansyah, Taufiq, Rian Wahyu, Rendi Irwan, Feri Ariawan, Aulia Ardli, Mario Karlovic, dan Walter Brizuela.

Depan: Miko Ardiyanto dan Fernando Soler. 

PERSEBAYA VS PSM

Kamis, 26 April 2012 08:04:54 WIB Reporter : M. Syafaruddin

Surabaya (beritajatim.com) - Persebaya tampil pincang saat menghadapi tuan rumah PSM, Sabtu (28/4/2012) besok lusa di Stadion Andi Mattalatta, Makassar. Setidaknya tiga pemain inti tak akan diboyong ke markas Juku Eja itu. Mereka adalah, Mat Halil, Jusmadi dan kapten Erol Iba.

Halil dan Erol absen karena menjalani hukuman akumulasi kartu merah. Halil mendapat kartu merah langsung dari wasit Muchlis Ali Fathoni saat Persebaya tumbang atas tuan rumah Persema. Di pertandingan yang sama, kapten Erol Iba juga diusir karena mendapat dua kali kartu kuning.

Kehilangan dua pemain ini merupakan kerugian bagi Persebaya. Erol adalah bek kiri yang selama ini posisinya tak tergantikan. Meski sudah memasuki kepala tiga, namun daya jelajahnya patut diacungi jempol. Selain itu Erol menjabat kapten tim di Persebaya.

Sedangkan Halil sudah sangat enjoy menempati posisi barunya sebagai second striker. Meski bukan posisi asli, namun pemain paling setia di Persebaya saat ini, telah memberi bukti dengan dua gol, masing-masing ke gawang Negeri Sembilan dan Persema.

Tanpa kedua pemain ini, pelatih Divaldo Alves harus menyiapkan pengganti. Dua nama, Edi Gunawan dan Khomad Suharto diproyeksikan menggantikan Erol Iba. "Untuk Halil, di depan masih ada Feri Ariawan, Rian Wahyu atau Miko," kata Divaldo, Kamis (26/4/2012).

Selain Halil dan Erol, satu nama lain yang absen adalah gelandang bertahan Jusmadi. "Jusmadi menunggui istrinya yang mau melahirkan. Jadi dia tidak kita bawa ke Makassar," ucap Divaldo. Saat ini, Jusmadi sudah meninggalkan Surabaya dan berada di kota kelahirannya, Bontang.

Sementara itu, hingga kini pemain anyar, Walter Brizuela belum dapat dimainkan karena terkendala izin dari PT Liga Prima Indonesia Sportindo (LPIS). Menurut agen Brizuela, Gabriel Budi, pemainnya sudah menyerahkan seluruh berkas persyaratan ke LPIS.

Budi menegaskan, nama Brizuela sudah didaftarkan Persebaya ke LPIS, dua hari sebelum jendela transfer tutup, 18 Maret lalu. Dan segala kelengkapan juga sudah diserahkan ke penyelenggara Indonesia Premier League (IPL) itu. "Tinggal menunggu izin dari LPIS turun," tutur Budi.

Kabar baiknya, dua pemain asing, Mario Karlovic dan Fernando Soler sudah bisa tampil setelah bebas dari hukuman akumulasi kartu kuning. Hadinya Karlovic mampu menambal kekosongan akibat ditinggalkan Jusmadi. Sedangkan Soler diharapkan menambah pundi golnya di Makassar.

Persebaya sendiri dijadwalkan bertolak ke Makassar, Kamis siang hari. Untuk lawatannya kali ini, Divaldo memboyong 18 pemain.

Rabu, 04 Mei 2011

SOLO FC VS PERSEBAYA 1927

Panpel pertandingan Persebaya 1927 menyanggah kabar pertandingan lawan Solo FC, Senin (9/5/2011) bakal digelar tanpa penonton. Menurut Ketua Panpel, Sutrisno, tidak ada alasan yang kuat untuk melakukan hal itu.

Sebelumnya, Direktur Operasional Solo FC, Abraham EW Turangan menyatakan bakal berusaha agar laga kontra anak asuh Aji Santoso digeber tanpa penonton.

"Kalau di Surabaya tanpa penonton tapi tidak ada persoalan apa-apa mungkin nggak? Nanti penjelasannya ke penonton seperti apa. Kalau ada hukuman baru bisa," tegas Sutrisno, Rabu, (4/5/2011) sore. "Pihak Solo FC juga sepakat penyelenggara tetap Surabaya. Bahkan mereka sudah memesan tiket," sambung pria paruh baya ini.

Bahkan panpel sudah memesan 27 ribu tiket untuk laga ini. Persebaya 1927 mungkin menjadi tim paling beruntung di Liga Primer Indonesia (LPI) pekan ini. Bagaimana tidak, mereka tidak perlu capai-capai ke Solo, sebab laga kontra Solo FC digelar di kandang mereka, stadion Gelora 10 Nopember, meski Solo FC lah berstatus tuan rumah.

Pemindahan pertandingan ke Surabaya ini tak lepas dari keputusan Polrestabes Surakarta yang tidak memberikan izin laga di kandang Solo FC, stadion Manahan. Akibatnya, pertandingan pun digelar di Surabaya, Senin (9/5/2011) mendatang. "Kita sebenarnya hanya membantu. Istilahnya kita disewa untuk menyelenggarakan pertandingan," terang Sutrisno.

Meski kedapatan, Sutrisno menegaskan tidak ada bagi hasil, seperti yang biasa dilakukan oleh kompetisi selain LPI. "Dana sementara kita talangi. Tapi itu nanti ditanggung Solo. Nah, di pembukuan LPI pelaksanaan pertandingan ini juga masuk pos Solo FC," terang Sutrisno.
Kubu Persebaya 1927 menyambut baik pemindahan laga lawan Solo FC dari stadion Manahan ke stadion Gelora 10 Nopember, Senin (9/5/2011) mendatang. Persebaya 1927 pun menyebut pemindahan laga ini adalah keuntungan buat timnya.

Sejauh ini, Persebaya 1927 memang belum pernah menelan kekalahan ketika bermain di kandang sendiri. Bahkan 18 gol dari 36 gol yang mereka lesakkan terjadi di kandang sendiri. "Kalau bermain di Surabaya ya lebih baik. Kita bisa bermain di depan pendukung sendiri," kata asisten pelatih Persebaya 1927, Ahmad Rosyidin. Kepada beritajatim.com, mantan pelatih tim Divisi II, Surabaya Muda (SM) menambahkan, sejak awal pihaknya tidak terlalu merisaukan tentang laga lawan Solo FC. Bagi Persebaya 1927, bermain di maka saja mereka siap. "Saat ini kita fokus pertandingan lawan Solo FC. Program latihan kita fokus untuk itu," papar pria yang murah senyum ini.

Hingga hari ini, Rabu (4/5/2011), sesi berlatih Persebaya 1927 tidak ditemani pelatih kepala, Aji Santoso. Pasalnya, Aji masih melaksanakan tugas sebagai asisten pelatih Timnas Indonesia U-23. Meski begitu Ahmad yakin Aji bisa mendampingi tim saat melawan Laskar Jatayu, julukan Solo FC. "Bisa, tanggal 5 Mei besok Coach Aji sudah kembali ke Surabaya," akunya.

Minggu, 05 Desember 2010

SKOR PERSEBAYA VS PERSERU

Surabaya - Persebaya Divisi Utama (DU) menelan kekalahan keduanya musim ini. Bertandang di markas Perseru Serui, Minggu (5/12/2010) sore hari ini, M Kusen cs menyerah dengan skor tipis 1-0.

Satu-satunya gol Perseu dicetak pemain asing asal Liberia, Julius Kwateh menit ke-43. Aksi kakak pemain Roberto Kwateh ini sukses mengecoh kiper Persebaya DU, Aris Noviandi.

Usai pertandingan, pelatih Persebaya DU, Suwandi HS memprotes keputusan wasit yang mengesahkan gol Kwateh. "Sebenarnya gol itu berbau pelanggaran karena kiper kita dilanggar lawan. Tapi wasit tetap mengesahkan gol itu," ucapnya ketika dihubungi wartawan melalui telepon selulernya.

Selanjutnya, Persebaya DU akan bertandang ke markas Persidafon Dafonsoro, Kamis (9/12/2010) mendatang

Sabtu, 27 November 2010

PERSEBAYA VS PSBI

PERSEBAYA KALAH 0 - 1

LAGI2 PERSEBAYA KECEWA

Surabaya - Kekalahan memalukan dialami tim Persebaya Divisi Utama (DU). Tim bentukan Wisnu Wardhana ini harus menelan kekalahan perdana di partai kedua mereka.

Adalah PSBI Blitar yang membuat nama besar Persebaya tercoreng di stadion kebanggan masyarakat Kota Pahlawan, stadion Gelora 10 Nopember, Sabtu (27/11/2010) sore ini.

Atas kekalahan itu, pelatih Persebaya DU, Suwandi HS mengaku sangat kecewa terhadap penampilan Kuncoro cs. Bagaimana tidak, meski hujan peluang, tapi tak satupun yang berujung gol. Tak hanya itu 'harta karun' melalui titik penalti pun tidak bisa dimaksimalkan. Atas segala kejadian itu, Suwandi mengaku kecewa "Saya kecewa dengan penampilan anak-anak sore hari ini. Mereka tidak bisa menunjukkan skema yang sudah saya arahkan. Skema sama sekali tidak berjalan," ucap Suwandi kepada wartawan.

Ditemui dalam sesi jumpa pers, mantan wartawan PSIR Rembang ini menambahkan. "Kita memang banyak peluang tapi tidak bisa dimaksimalkan oleh pemain. Selain itu kita juga sering kehilangan bola dan ini memang masalah mental," sambung mantan bintang Petrokimia Putra ini.

Pada laga ini, satu kartu merah didapat pemain Persebaya, yakni Khodari Amir. Eks pemain Persikubar ini diusir wasit di menit ke-53 setelah terlihat adu fisik dengan bek PSBI Taufiq Angga. "Soal kartu merah sebenarnya tidak perlu terjadi. Tapi ini biasa dalam sepakbola," imbuh Suwandi.

"Semua lini akan kita evaluasi dengan baik sehingga pertandingan besok lawan Metro FC kita bisa lebih bagus," tutup Suwandi.

KALAH DIKANDANG SENDIRI

Surabaya- Kualitas memang tidak bisa dibohongi. Dan, nama besar Persebaya harus tercoreng di kandang sendiri. Bertanding menjamu PSBI Blitar, tim Persebaya Divisi Utama (DU) bentukan Wisnu Wardhana menyerah dengan skor 0-1. Parahnya, peluang emas melalui penalti tak mampu diselesaikan dengan maksimal oleh anak asuh Suwandi HS ini.

Babak kedua dibuka dengan insiden di depan kotak 16 meter PSBI pada menit ke-52. Berawal dari pelanggaran Andri Yansah terhadap Cornelis Kaimu, wasit memberikan tendangan bebas untuk Persebaya DU. Kuras puas, pemain kedua tim menghampiri wasit untuk melakukan protes. Bahkan sempat terjadi adu fisik antar pemain di kotak penalti Laskar Singo Lodro. Pengadil lapangan, Dodi Setia Purnama akhirnya bertindak tegas. Wasit asal Indramayu ini memutuskan memberi kartu kuning kedua bagi bek PSBI, Taufiq Angga serta kartu merah untuk pemain Persebaya DU, Khodari Amir.

Kehilangan satu pemain tak membuat kedua kubu lesu darah. Justru kedua tim meningkatkan tensi serangan dan membuat beberapa peluang menarik. PSBI tercatat mendapatkan kans melalui M 'Ucok' Arifin serta tandemnya, Purwanto. Sedangkan anak buah Suwandi menciptakan dua peluang lewat Charles Orock. Tapi tampilan memukau kiper Ngadiono mampu mementahkan kans Persebaya DU.

Peluang emas didapat Purwanto di menit ke-73. Meski tinggal berhadapan dengan gawang, mantan pemain Persidafon ini tak mampu mencetak gol. Bola tendangannya terlalu lemah sehingga dapat dipatahkan bek Persebaya DU, Imam Yulianto. Permainan monoton plus membosankan justru diperagakan tuan rumah. Berulang kali mereka kehilangan bola. Berulang kali pula gawang mereka hampir kebobolan gara-gara serangan balik PSBI.

Duet striker, Orock dan Cornalis Kaimu juga tak juga memberikan kontribusi. Keduanya lebih banyak berlari dan membuang peluang. Selain itu keduanya juga sering mendapatkan peluang matang. Namun kualitas berbicara, penyelesaian akhir kedua pemain ini sangat buruk.

Menit ke-84 wasit Dodi Setia memberikan hadiah penalti kepada Persebaya DU. Wasit menilai Bambang Sulistyo melakukan pelanggaran keras terhadap Orock. Namun Orock justru tak mampu memanfaatkan peluang emas itu. Mengulang kesalahan Kuncoro, tendangannya melambung tinggi di atas mistar gawang Ngadiono.

Bak karma, pelanggaran yang dilakukan bek Persebaya DU, S Arif kepada Ucok Arifin di menit ke-90 harus dibayar mahal. Wasit akhirnya memberikan penalti untuk PSBI. Han Jiho yang menjadi eksekutor dengan indah mengelabuhi kiper Aris Noviandi. Skor 0-1 untuk kemenangan PSBI pun bertahan hingga laga usai.

Rabu, 24 November 2010

PERSEBAYA TAK ADA GAMBARAN PSBI

Surabaya - Usai mendapatkan tiga poin saat menjamu Persigo Gorontalo, Persebaya Divisi Utama (DU) bakal melakoni pertandingan kandang kedua. Kali ini tim asuhan Suwandi HS dihadapkan dengan PSBI Blitar, Sabtu (27/11/2010) mendatang di stadion Gelora 10 Nopember.

Tiga haris menjelang pertandingan digelar, Suwandi mengaku sudah melakukan evaluasi usai pertandingan lawan Persigo. Menurut ada beberapa hal yang perlu ditingkatkan, salah satunya masalah penyelesaian akhir. "Kita sudah evaluasi kekurangan kita saat melawan Persigo, dan sudah kita perbaiki pula," ucap mantan pelatih Mojokerto Putra ini.

Ditemui usai sesi latihan, Rabu (24/11/2010) sore tadi, mantan pemain Petrokimia Putra Gresik ini menambahkan, dalam dua hari terakhir, ia meningkatkan intensitas latihannya. "Kita banyak latihan teknik," lanjutnya.

Mengenai kekuatan calon lawannya, Suwandi mengaku tidak mendapat banyak referensi. Ia hanya mendengar tim berlujuk Laskar Singo Lodro itu memiliki pemain Asia dengan kualitas cukup bagus.

"Saya belum tahu kekuatan mereka. Tapi dengar-dengar ada pemain Korea atau Jepang yang bagus," jelasnya.

Mengenai target, ia menegaskan bahwa kemenangan menjadi hal wajib di partai kandang timnya ini. "Jelas lah mas. Setiap pertandingan kandang kita optimis menang," imbuh Suwandi.

Pada pertandingan nanti, Suwandi sudah memastikan bahwa pemainnya, Fendi Taris sudah menanggalkan nomor punggung 19 milik Eri Irianto. Nomor yang juga sempat digunakan Fendi saat Persebaya menas atas Persigo. "Sudah beres. Dia ganti nomor 81," tutup Suwandi.

PERSEBAYA IPL TAK ADA RASA BOSAN BERLATIH

Surabaya - Dari dua versi Persebaya Surabaya, yakni Divisi Utama dan Indonesia Premiere League (IPL), baru tim DU yang sudah bertanding di kompetisi. Bahkan, pada pertandingan lawan Persigo Gorontalo, Minggu (21/11/2010) kemarin, tim asuhan Suwandi HS menang tipis 1-0.

Berbanding terbalik dengan Persebaya DU, tim IPL justru hanya berlatih dan berlatih saja. Terhitung, hanya sekali mereka bertanding, meski tidak dalam kompetisi resmi dan hanya sekedar laga amal lawan tim Indo-Holland. Pada laga itu, Andik Vermansyah cs harus menelan kekalahan tipis 1-2. Sabtu (27/11/2010) mendatang, tim DU kembali bertanding di Stadion Gelora 10 Nopember. Kali ini, M Kusen CS bermain lawan sesama tim Jatim, PSBI Blitar. Dan, sekali lagi, anak asuh Aji Santoso harus gigit jari. Mereka harus sabar dan menunggu kompetisi IPL yang rencananya akan digulirkan 8 Januari 2011 mendatang.

Dalam kondisi menunggu, pernahkah terbesit rasa iri dalam pikiran anak asuh Aji Santoso? Aji mengaku pemainnya tidak pernah mengeluh atau iri dengan kondisi ini. Ia bersyukur sebab pasukannya cukup sabar menunggu hingga kompetisi IPL digulirkan awal tahun 2011 mendatang. "Tidak ada pengaruh sama sekali. Kita tetap latihan," ucap pria asal Kepanjen, Kabupaten Malang ini.

Untuk menghilangkan rasa jenuh, Aji harus memutar otak dan membuat formulasi agar pemain tidak bosan karena hanya berlatih dan berlatih. "Setiap latihan saya selalu bikin fun. Selain itu kita berikan jeda," imbuhnya.

Rencananya, Kamis (25/11/2010) besok, pemain akan diliburkan untuk memberikan waktu bersantai. Meski kompetisi IPL baru digulirkan dua bulan lagi, Persebaya IPL bakal mendapat sedikit hiburan. Sebab mereka bakal menjadi tuan rumah untuk kompetisi pra musim. Rencananya, even ini akan digelar mulai 29 November mendatang.

Sementara itu, idola Persebaya, Andik Vermansyah juga tidak terlalu menanggapi kondisi dimana timnya belum jua bertanding. Justru dia balik bertanya siapa pemain Persebaya DU yang akan menjadi idola. "Nanti pasti tidak ada yang nyanyi Ayo John Tarkpor, ayo John Tarkpor, Bonek haus golmu," katanya lantas tertawa.

JELANG LIGA PRA MUSIM

Surabaya - Fokus ke pertandingan pra musim menjadi prioritas utama tim Persebaya Surabaya Indonesia Premiere League (IPL). Tim asuhan Aji Santoso sudah mempersiapkan banyak hal, termasuk mempersiapkan tim untuk bertanding.

Rencananya, pertandingan pra musim IPL akan dilaksanakan 29 November mendatang. Selain Surabaya yang ditunjuk sebagai tuan rumah, ada empat kota lainnya yang ditunjuk oleh pihak penyelenggara, di antaranya Jakarta, Semarang, Medan dan Makassar. Aji ketika ditemui di Mess Persebaya, Selasa (23/11/2010) mengatakan, saat ini pertandingan pra musim menjadi prioritas utama pasukannya. Sebagai tuan rumah, Persebaya IPL tidak ingin kehilangan muka di depan publik sendiri.

"Kita bersiap-siap untuk tanggal 29 November. Jadi atau tidaknya turnamen ini, tim saya sudah siap," kata Aji kepada wartawan.

Menurut Aji, fokus mengenai pertandingan pra musim juga sudah ia sampaikan ke Andik Vermansyah cs. "Sudah saya sampaikan ke pemain bahwa patokan kita adalah tanggal 29 nanti," lanjut mantan pelatih Persisam Samarinda dan Persik Kediri ini.

Menjelang pertandingan pra musim ini, tim Persebaya masih belum komplet 100 persen. Apalagi mereka belum memiliki pengganti Juan Marcelo Cirelli dan Amick Ciani. Untuk pengganti Cirelli, Persebaya membidik stopper asal Brazil, Otavio Dutra. "Kalau stopper kita hanya punya dua, Nur Fasta dan Johan Ibo," jelas Aji.

Sedangkan untuk lini depan, Aji sudah mendapatkan striker yang pernah bergabung dengan Persita Tanggerang dan Pelita Jaya, I Made Wirahadi. "Kita sudah deal dengan Made Wirahadi. Dia tinggal menyelesaikan masalah administrasi di kantor tempat ia berdinas," tambah Aji. Memang, Wirahadi adalah salah satu anggota polisi di Polres Tanggerang.

Senin, 22 November 2010

DEFENDER ASAL BRAZIL

SurabayA - Persebaya Surabaya Indonesia Premiere League (IPL) terus berburu pemain untuk menambal kekosongan di lini belakang dan tengah. Kali ini pelatih Aji Santoso mengaku kepincut dengan stopper asal Brazil bernama Otavio Dutra.

Otavio merupakan satu dari tiga pemain asing yang disodorkan oleh agen ke tim Persebaya. Pemain kelahiran Fortaleza, Brazil, 22 November 1983 ini berposisi sebagai central defender. Jika melihat dari rekaman videonya, Aji penasaran ingin melihat aksi Otavio secara langsung.

"Saya dan Pak Llano pernah melihat videonya langsung. Dan saya rasa kualitasnya bagus," kata Aji yang mengaku menyaksikan aksi Otavio bersama CEO PT Pengelola Persebaya, Llano Mahardika.

Ditemui beritajatim.com usai sesi berlatih, Senin (22/11/2010) siang, pria asal Kepanjen Kabupaten Malang ini mengatakan, mengenai kapan Otavio datang ke Surabaya, dirinya belum bisa memastikan. "Karena Pak Llano yang negoisasi. Kalau dalam minggu ini mungkin tidak," sambung eks pelatih Persisam Samarinda ini.

Menurut data yang diterima beritajatim.com pemain setinggu 190 cm dengan berat 80 kg ini pernah bergabung bersama salah satu raksasa sepakbola Brazil, Corinthians. Bersama mantan klub bintang Argentina, Carlos Tevez ini, Otavio menghabiskan waktunya selama tiga musim, yakni dari musim 2001 hingga 2003.

Mulai musim 2008 hingga 2010 ini, Otavio membela klub kasta ketiga Brazil, MacaƩ Esporte FC. Ia juga berjasa membawa MacaƩ juara Liga Serie C dan promosi ke Serie B. Rencananya, jika Otavio sudah tiba di Surabaya, maka akan dilakukan tes medis untuk melihat bagaimana kondisi kesehatannya.

"Kita mengambil berdasarkan rekomendasi dokter. Setelah itu baru kita coba di dua atau tiga kali latihan. Baru setelahnya bisa teken," pungkas mantan pelatih Persik Kediri ini.

Kamis, 11 November 2010

PELATIH INDO-HOLLAND PUJI ANDIK

Rabu, 10 November 2010 21:52:18 WIB
Reporter : M. Syafaruddin


Surabaya - Andik Vermansyah kembali menjadi sorotan mata seluruh tanah air. Aksinya saat memperkuat tim Soerabaya FC lawan Indo-Holland, Rabu (10/11/2010) malam mengundang decak kagum. Meski gagal mengantarkan timnya menang, namun Andik sukses mencuri perhatian pelatih Indo-Holland, Stanley Brard.

Stanley yang ditemui usai pertandingan mengaku suka dengan permainan Andik. Selain lincah dan cepat, Andik juga lihai mencapai peluang. Salah satunya bahkan berbuah gol di menit ke-77. Kolaborasinya bersama Erol Iba dan Rendi Irawan membuat lini belakang Indo-Holland kelabakan. "Saya suka striker (Andik) babak kedua," katanya. Tak hanya Andik, Stanley juga melontarkan pujian untuk tim besutan Aji Santoso. Meski bermain dengan 10 orang, namun tim ini mampu mengimbangi perlawanan Indo-Holland. "Kami bagus di babak pertama karena kami cetak dua gol. Di babak kedua, pemain kehilangan power karena lawan berikan perlawanan, sehingga bisa mencuri satu gol," kata Stanley.

Meski hanya menang dengan selisih satu gol, Stanley mengaku puas. Apalagi persiapan timnya sangat pendek. Belum lagi timnya harus melalui perjalanan panjang dari Belanda ke Indonesia. "Meski waktu sangat singkat, pengelolaan menuju pertandingan sangat profesional sehingga bisa menyatukan tim sangat cepat," imbuh kepala akademi Feyenoord ini.

Pada pertandingan kedua, tim Indo-Holland akan menghadapi Persema Malang, Jumat (12/11/2010) besok lusa di Stadion Gajayana, Malang. "Terima kasih atas undangan. Kita ada dua kali laga di sini," tutup Stanley.