Sabtu, 27 November 2010

PERSEBAYA VS PSBI

PERSEBAYA KALAH 0 - 1

LAGI2 PERSEBAYA KECEWA

Surabaya - Kekalahan memalukan dialami tim Persebaya Divisi Utama (DU). Tim bentukan Wisnu Wardhana ini harus menelan kekalahan perdana di partai kedua mereka.

Adalah PSBI Blitar yang membuat nama besar Persebaya tercoreng di stadion kebanggan masyarakat Kota Pahlawan, stadion Gelora 10 Nopember, Sabtu (27/11/2010) sore ini.

Atas kekalahan itu, pelatih Persebaya DU, Suwandi HS mengaku sangat kecewa terhadap penampilan Kuncoro cs. Bagaimana tidak, meski hujan peluang, tapi tak satupun yang berujung gol. Tak hanya itu 'harta karun' melalui titik penalti pun tidak bisa dimaksimalkan. Atas segala kejadian itu, Suwandi mengaku kecewa "Saya kecewa dengan penampilan anak-anak sore hari ini. Mereka tidak bisa menunjukkan skema yang sudah saya arahkan. Skema sama sekali tidak berjalan," ucap Suwandi kepada wartawan.

Ditemui dalam sesi jumpa pers, mantan wartawan PSIR Rembang ini menambahkan. "Kita memang banyak peluang tapi tidak bisa dimaksimalkan oleh pemain. Selain itu kita juga sering kehilangan bola dan ini memang masalah mental," sambung mantan bintang Petrokimia Putra ini.

Pada laga ini, satu kartu merah didapat pemain Persebaya, yakni Khodari Amir. Eks pemain Persikubar ini diusir wasit di menit ke-53 setelah terlihat adu fisik dengan bek PSBI Taufiq Angga. "Soal kartu merah sebenarnya tidak perlu terjadi. Tapi ini biasa dalam sepakbola," imbuh Suwandi.

"Semua lini akan kita evaluasi dengan baik sehingga pertandingan besok lawan Metro FC kita bisa lebih bagus," tutup Suwandi.

KALAH DIKANDANG SENDIRI

Surabaya- Kualitas memang tidak bisa dibohongi. Dan, nama besar Persebaya harus tercoreng di kandang sendiri. Bertanding menjamu PSBI Blitar, tim Persebaya Divisi Utama (DU) bentukan Wisnu Wardhana menyerah dengan skor 0-1. Parahnya, peluang emas melalui penalti tak mampu diselesaikan dengan maksimal oleh anak asuh Suwandi HS ini.

Babak kedua dibuka dengan insiden di depan kotak 16 meter PSBI pada menit ke-52. Berawal dari pelanggaran Andri Yansah terhadap Cornelis Kaimu, wasit memberikan tendangan bebas untuk Persebaya DU. Kuras puas, pemain kedua tim menghampiri wasit untuk melakukan protes. Bahkan sempat terjadi adu fisik antar pemain di kotak penalti Laskar Singo Lodro. Pengadil lapangan, Dodi Setia Purnama akhirnya bertindak tegas. Wasit asal Indramayu ini memutuskan memberi kartu kuning kedua bagi bek PSBI, Taufiq Angga serta kartu merah untuk pemain Persebaya DU, Khodari Amir.

Kehilangan satu pemain tak membuat kedua kubu lesu darah. Justru kedua tim meningkatkan tensi serangan dan membuat beberapa peluang menarik. PSBI tercatat mendapatkan kans melalui M 'Ucok' Arifin serta tandemnya, Purwanto. Sedangkan anak buah Suwandi menciptakan dua peluang lewat Charles Orock. Tapi tampilan memukau kiper Ngadiono mampu mementahkan kans Persebaya DU.

Peluang emas didapat Purwanto di menit ke-73. Meski tinggal berhadapan dengan gawang, mantan pemain Persidafon ini tak mampu mencetak gol. Bola tendangannya terlalu lemah sehingga dapat dipatahkan bek Persebaya DU, Imam Yulianto. Permainan monoton plus membosankan justru diperagakan tuan rumah. Berulang kali mereka kehilangan bola. Berulang kali pula gawang mereka hampir kebobolan gara-gara serangan balik PSBI.

Duet striker, Orock dan Cornalis Kaimu juga tak juga memberikan kontribusi. Keduanya lebih banyak berlari dan membuang peluang. Selain itu keduanya juga sering mendapatkan peluang matang. Namun kualitas berbicara, penyelesaian akhir kedua pemain ini sangat buruk.

Menit ke-84 wasit Dodi Setia memberikan hadiah penalti kepada Persebaya DU. Wasit menilai Bambang Sulistyo melakukan pelanggaran keras terhadap Orock. Namun Orock justru tak mampu memanfaatkan peluang emas itu. Mengulang kesalahan Kuncoro, tendangannya melambung tinggi di atas mistar gawang Ngadiono.

Bak karma, pelanggaran yang dilakukan bek Persebaya DU, S Arif kepada Ucok Arifin di menit ke-90 harus dibayar mahal. Wasit akhirnya memberikan penalti untuk PSBI. Han Jiho yang menjadi eksekutor dengan indah mengelabuhi kiper Aris Noviandi. Skor 0-1 untuk kemenangan PSBI pun bertahan hingga laga usai.

Rabu, 24 November 2010

PERSEBAYA TAK ADA GAMBARAN PSBI

Surabaya - Usai mendapatkan tiga poin saat menjamu Persigo Gorontalo, Persebaya Divisi Utama (DU) bakal melakoni pertandingan kandang kedua. Kali ini tim asuhan Suwandi HS dihadapkan dengan PSBI Blitar, Sabtu (27/11/2010) mendatang di stadion Gelora 10 Nopember.

Tiga haris menjelang pertandingan digelar, Suwandi mengaku sudah melakukan evaluasi usai pertandingan lawan Persigo. Menurut ada beberapa hal yang perlu ditingkatkan, salah satunya masalah penyelesaian akhir. "Kita sudah evaluasi kekurangan kita saat melawan Persigo, dan sudah kita perbaiki pula," ucap mantan pelatih Mojokerto Putra ini.

Ditemui usai sesi latihan, Rabu (24/11/2010) sore tadi, mantan pemain Petrokimia Putra Gresik ini menambahkan, dalam dua hari terakhir, ia meningkatkan intensitas latihannya. "Kita banyak latihan teknik," lanjutnya.

Mengenai kekuatan calon lawannya, Suwandi mengaku tidak mendapat banyak referensi. Ia hanya mendengar tim berlujuk Laskar Singo Lodro itu memiliki pemain Asia dengan kualitas cukup bagus.

"Saya belum tahu kekuatan mereka. Tapi dengar-dengar ada pemain Korea atau Jepang yang bagus," jelasnya.

Mengenai target, ia menegaskan bahwa kemenangan menjadi hal wajib di partai kandang timnya ini. "Jelas lah mas. Setiap pertandingan kandang kita optimis menang," imbuh Suwandi.

Pada pertandingan nanti, Suwandi sudah memastikan bahwa pemainnya, Fendi Taris sudah menanggalkan nomor punggung 19 milik Eri Irianto. Nomor yang juga sempat digunakan Fendi saat Persebaya menas atas Persigo. "Sudah beres. Dia ganti nomor 81," tutup Suwandi.

PERSEBAYA IPL TAK ADA RASA BOSAN BERLATIH

Surabaya - Dari dua versi Persebaya Surabaya, yakni Divisi Utama dan Indonesia Premiere League (IPL), baru tim DU yang sudah bertanding di kompetisi. Bahkan, pada pertandingan lawan Persigo Gorontalo, Minggu (21/11/2010) kemarin, tim asuhan Suwandi HS menang tipis 1-0.

Berbanding terbalik dengan Persebaya DU, tim IPL justru hanya berlatih dan berlatih saja. Terhitung, hanya sekali mereka bertanding, meski tidak dalam kompetisi resmi dan hanya sekedar laga amal lawan tim Indo-Holland. Pada laga itu, Andik Vermansyah cs harus menelan kekalahan tipis 1-2. Sabtu (27/11/2010) mendatang, tim DU kembali bertanding di Stadion Gelora 10 Nopember. Kali ini, M Kusen CS bermain lawan sesama tim Jatim, PSBI Blitar. Dan, sekali lagi, anak asuh Aji Santoso harus gigit jari. Mereka harus sabar dan menunggu kompetisi IPL yang rencananya akan digulirkan 8 Januari 2011 mendatang.

Dalam kondisi menunggu, pernahkah terbesit rasa iri dalam pikiran anak asuh Aji Santoso? Aji mengaku pemainnya tidak pernah mengeluh atau iri dengan kondisi ini. Ia bersyukur sebab pasukannya cukup sabar menunggu hingga kompetisi IPL digulirkan awal tahun 2011 mendatang. "Tidak ada pengaruh sama sekali. Kita tetap latihan," ucap pria asal Kepanjen, Kabupaten Malang ini.

Untuk menghilangkan rasa jenuh, Aji harus memutar otak dan membuat formulasi agar pemain tidak bosan karena hanya berlatih dan berlatih. "Setiap latihan saya selalu bikin fun. Selain itu kita berikan jeda," imbuhnya.

Rencananya, Kamis (25/11/2010) besok, pemain akan diliburkan untuk memberikan waktu bersantai. Meski kompetisi IPL baru digulirkan dua bulan lagi, Persebaya IPL bakal mendapat sedikit hiburan. Sebab mereka bakal menjadi tuan rumah untuk kompetisi pra musim. Rencananya, even ini akan digelar mulai 29 November mendatang.

Sementara itu, idola Persebaya, Andik Vermansyah juga tidak terlalu menanggapi kondisi dimana timnya belum jua bertanding. Justru dia balik bertanya siapa pemain Persebaya DU yang akan menjadi idola. "Nanti pasti tidak ada yang nyanyi Ayo John Tarkpor, ayo John Tarkpor, Bonek haus golmu," katanya lantas tertawa.

JELANG LIGA PRA MUSIM

Surabaya - Fokus ke pertandingan pra musim menjadi prioritas utama tim Persebaya Surabaya Indonesia Premiere League (IPL). Tim asuhan Aji Santoso sudah mempersiapkan banyak hal, termasuk mempersiapkan tim untuk bertanding.

Rencananya, pertandingan pra musim IPL akan dilaksanakan 29 November mendatang. Selain Surabaya yang ditunjuk sebagai tuan rumah, ada empat kota lainnya yang ditunjuk oleh pihak penyelenggara, di antaranya Jakarta, Semarang, Medan dan Makassar. Aji ketika ditemui di Mess Persebaya, Selasa (23/11/2010) mengatakan, saat ini pertandingan pra musim menjadi prioritas utama pasukannya. Sebagai tuan rumah, Persebaya IPL tidak ingin kehilangan muka di depan publik sendiri.

"Kita bersiap-siap untuk tanggal 29 November. Jadi atau tidaknya turnamen ini, tim saya sudah siap," kata Aji kepada wartawan.

Menurut Aji, fokus mengenai pertandingan pra musim juga sudah ia sampaikan ke Andik Vermansyah cs. "Sudah saya sampaikan ke pemain bahwa patokan kita adalah tanggal 29 nanti," lanjut mantan pelatih Persisam Samarinda dan Persik Kediri ini.

Menjelang pertandingan pra musim ini, tim Persebaya masih belum komplet 100 persen. Apalagi mereka belum memiliki pengganti Juan Marcelo Cirelli dan Amick Ciani. Untuk pengganti Cirelli, Persebaya membidik stopper asal Brazil, Otavio Dutra. "Kalau stopper kita hanya punya dua, Nur Fasta dan Johan Ibo," jelas Aji.

Sedangkan untuk lini depan, Aji sudah mendapatkan striker yang pernah bergabung dengan Persita Tanggerang dan Pelita Jaya, I Made Wirahadi. "Kita sudah deal dengan Made Wirahadi. Dia tinggal menyelesaikan masalah administrasi di kantor tempat ia berdinas," tambah Aji. Memang, Wirahadi adalah salah satu anggota polisi di Polres Tanggerang.

Senin, 22 November 2010

DEFENDER ASAL BRAZIL

SurabayA - Persebaya Surabaya Indonesia Premiere League (IPL) terus berburu pemain untuk menambal kekosongan di lini belakang dan tengah. Kali ini pelatih Aji Santoso mengaku kepincut dengan stopper asal Brazil bernama Otavio Dutra.

Otavio merupakan satu dari tiga pemain asing yang disodorkan oleh agen ke tim Persebaya. Pemain kelahiran Fortaleza, Brazil, 22 November 1983 ini berposisi sebagai central defender. Jika melihat dari rekaman videonya, Aji penasaran ingin melihat aksi Otavio secara langsung.

"Saya dan Pak Llano pernah melihat videonya langsung. Dan saya rasa kualitasnya bagus," kata Aji yang mengaku menyaksikan aksi Otavio bersama CEO PT Pengelola Persebaya, Llano Mahardika.

Ditemui beritajatim.com usai sesi berlatih, Senin (22/11/2010) siang, pria asal Kepanjen Kabupaten Malang ini mengatakan, mengenai kapan Otavio datang ke Surabaya, dirinya belum bisa memastikan. "Karena Pak Llano yang negoisasi. Kalau dalam minggu ini mungkin tidak," sambung eks pelatih Persisam Samarinda ini.

Menurut data yang diterima beritajatim.com pemain setinggu 190 cm dengan berat 80 kg ini pernah bergabung bersama salah satu raksasa sepakbola Brazil, Corinthians. Bersama mantan klub bintang Argentina, Carlos Tevez ini, Otavio menghabiskan waktunya selama tiga musim, yakni dari musim 2001 hingga 2003.

Mulai musim 2008 hingga 2010 ini, Otavio membela klub kasta ketiga Brazil, MacaƩ Esporte FC. Ia juga berjasa membawa MacaƩ juara Liga Serie C dan promosi ke Serie B. Rencananya, jika Otavio sudah tiba di Surabaya, maka akan dilakukan tes medis untuk melihat bagaimana kondisi kesehatannya.

"Kita mengambil berdasarkan rekomendasi dokter. Setelah itu baru kita coba di dua atau tiga kali latihan. Baru setelahnya bisa teken," pungkas mantan pelatih Persik Kediri ini.

Kamis, 11 November 2010

PELATIH INDO-HOLLAND PUJI ANDIK

Rabu, 10 November 2010 21:52:18 WIB
Reporter : M. Syafaruddin


Surabaya - Andik Vermansyah kembali menjadi sorotan mata seluruh tanah air. Aksinya saat memperkuat tim Soerabaya FC lawan Indo-Holland, Rabu (10/11/2010) malam mengundang decak kagum. Meski gagal mengantarkan timnya menang, namun Andik sukses mencuri perhatian pelatih Indo-Holland, Stanley Brard.

Stanley yang ditemui usai pertandingan mengaku suka dengan permainan Andik. Selain lincah dan cepat, Andik juga lihai mencapai peluang. Salah satunya bahkan berbuah gol di menit ke-77. Kolaborasinya bersama Erol Iba dan Rendi Irawan membuat lini belakang Indo-Holland kelabakan. "Saya suka striker (Andik) babak kedua," katanya. Tak hanya Andik, Stanley juga melontarkan pujian untuk tim besutan Aji Santoso. Meski bermain dengan 10 orang, namun tim ini mampu mengimbangi perlawanan Indo-Holland. "Kami bagus di babak pertama karena kami cetak dua gol. Di babak kedua, pemain kehilangan power karena lawan berikan perlawanan, sehingga bisa mencuri satu gol," kata Stanley.

Meski hanya menang dengan selisih satu gol, Stanley mengaku puas. Apalagi persiapan timnya sangat pendek. Belum lagi timnya harus melalui perjalanan panjang dari Belanda ke Indonesia. "Meski waktu sangat singkat, pengelolaan menuju pertandingan sangat profesional sehingga bisa menyatukan tim sangat cepat," imbuh kepala akademi Feyenoord ini.

Pada pertandingan kedua, tim Indo-Holland akan menghadapi Persema Malang, Jumat (12/11/2010) besok lusa di Stadion Gajayana, Malang. "Terima kasih atas undangan. Kita ada dua kali laga di sini," tutup Stanley.

RIGAN AGACHI MANTAN PEMAIN PSV

Kamis, 11 November 2010 06:29:32 WIB
Reporter : M. Syafaruddin


Surabaya - Masih ingatkan anda dengan Rigan Agachi. Ya, pemain asli Indonesia ini pernah masuk tim PSV Eindhoven junior saat usianya baru 16 tahun. Kini pemilik nama asli Muhamad Rigan Agachi ini sudah tumbuh menjadi pesepakbola profesional di Belanda. Masihkan Rigan memimpikan bermain untuk klub di Indonesia.

Tahun 2001 silam, Rigan mendapat panggilan untuk memperkuat tim junior PSV. Di negeri kincir angin, pemain kelahiran Jakarta 4 Agustus 1984 ini bermain di kompetisi seri yunior Belanda. Kini Rigan sudah tidak di PSV, ia bergabung dengan tim kasta ketiga, FC Geldrop.Pertanyannya, masihkan Rigan memilih untuk pulang ke Indonesia dan bermain di salah satu klub di tanah air. "Tidak mungkin saya bilang tidak, tapi sekarang saya puas main di Belanda," katanya usai pertandingan antara Soerabaya FC dengan Indo-Holland, Rabu (10/11/2010) malam.

Rigan mengaku bangga menjadi warga negara Indonesia di negara Belanda. Menurutnya, di Belanda juga sangat simpatik dengan bencana alam yang beberapa hari terakhir melanda Indonesia. Oleh sebabnya, ketika ditawari untuk ikut laga amal, ia langsung setuju.

Mengenai pertandingan lawan tim Soerabaya FC, Rigan menyebut tim asuhan Aji Santoso tidak pernah menyerah dan tak mau kalah.

AJI KESEMSEM PEMAIN INDO-HOLAND

Kamis, 11 November 2010 03:11:32 WIB
Reporter : M. Syafaruddin


Surabaya - Pelatih Persebaya Surabaya, Aji Santoso mengaku kepincut dengan beberapa pemain Indo-Holland. Setidaknya ada dua nama yang mencuri perhatianya, yaikni Ruben Wuarbanaran yang mengenakan jersey nomor 6 dan pemain bernomor punggung 7, Dane Brard.

Kepada wartawan, Rabu (10/11/2010), Aji mengakui ada beberapa pemain yang berkualitas dan layak untuk bergabung dengan timnya. Dua pemain itu adalah Ruben dan Dane. Bahkan, untuk lebih mematangkan pilihannya, Aji akan melihat kiprah kedua pemain ini saat menghadapi Persema Malang, Jumat (12/11/2010) besok lusa. "Saya akan lihat lebih lanjut di Malang nanti," katanya singkat. Selain memuji dua pemain Indo-Holland, Aji juga salut dengan permainan anak buahnya. Apalagi dari 11 plus empat pemain pengganti, tujuh diantaranya masih berusia di bawah 23 tahun. "Saya cukup puas apalagi yang tampil hampir seluruhnya pemain muda. Menurut saya mereka cukup progresif," papar mantan pelatih Tim PON Jatim ini.

Mengenai kartu merah yang didapat pemain senior, Mat Halil, Aji tidak mau banyak komentar. "Soal Halil, itu hanya reflek yang tidak sengaja," tutupnya. Pada pertandingan di Stadion Gelora 10 Nopember, tim pemain binaan Aji, Andik Vermansyah menjadi primadona dengan satu gol yang dicetaknya ke gawang Indo-Holland.

Selasa, 09 November 2010

IZIN PERTANDINGAN SUDAH DITANGAN

Selasa, 09 November 2010 12:42:07 WIB
Reporter : -

Jakarta - Laga amal antara tim Indo-Holland dan Persebaya Surabaya yang digelar Liga Primer Indonesia (LPI) siap dilangsungkan menyusul dikeluarkannya izin pertandingan dari pihak Polda Jawa Timur.

"Sudah turun kok (izinnya) pagi ini. Bisa dicek," ujar General Manager Liga, LPI, Arya Abhiseka, Selasa (9/10/2010).
Sebelumnya, Kapolda Jatim Irjen Pol Badrodin Haiti menyatakan tak akan memberikan izin pertandingan kepada Persebaya, baik versi Divisi Utama maupun Liga Primer Indonesia (LPI). Selama Persebaya masih mendua, Polda tidak akan menanggung risiko memberikan izin keamanan termasuk dalam laga amal di Surabaya.

Arya menjelaskan pihak Kepolisian Jawa Timur bisa melihat secara arif laga yang akan digelar Rabu besok di Stadion Gelora 10 November Surabaya. Pasalnya laga itu didedikasikan untuk membantu korban bencana di Wasior, Mentawai dan Gunung Merapi.

"Secara etika memang tidak perlu dilarang karena ini untuk amal membantu korban bencana," papar Arya seraya menambahkan izin pihak berwajib untuk laga tim pemain keturunan dari Belanda melawan Persema Malang di Stadion Gajayana Malang, Jumat (12/11) juga sudah dikantongi panitia.

Sikap Kapolda Jatim yang memberikan izin pertandingan Persebaya Surabaya versi LPI ini juga memunculkan optimisme bagi Arya bahwa Persebaya bisa melangsungkan pertandingan di markasnya saat LPI bergulir. "Kalau melihat indikasi ini (pemberian izin di laga amal), pihak berwajib arif melihat persoalannya, dan bisa diajak bekerja sama," kata Arya.

Minggu, 07 November 2010

PERSEBAYA MURNI AKAN HADAPI INDO-BELANDA

Surabaya - Awalnya tim Persebaya Surabaya yang disiapkan menghadapi tim Indo-Belanda dalam pertandingan amal, Rabu (10/11/2010) mendatang memang bukan 100 persen Bajul Ijo. Ada penambahan tiga hingga empat pemain dari tim lain. Tapi seiring berjalannya waktu, hal itu pun berubah.

CEO PT Pengelola Persebaya (PT PP), Llano Mahardika menegaskan, tim yang akan bertanding di stadion Gelora 10 Nopember adalah murni Bajul Ijo. "Tidak benar, tim yang akan tanding tadi murni Persebaya yang dilatih Aji Santoso," kata Llano kepada beritajatim.com, Minggu (7/11/2010).
Llano menambahkan, meski tim besutan Aji sudah kehilangan tiga pemain, yakni Juan Marcelo Cirelli, Amick Ciani dan Harri Salisburi, tapi bukan berarti timnya tampil compang camping. "Kita akan bermain semaksimal mungkin," lanjut mantan petinggi PT Liga Indonesia (PTLI) ini.

Rencananya, rombongan pemain Indo-Belanda akan mendarat di Jakarta, Senin (8/11/2010) besok. Keesokan harinya, Jonny Van Bukering cs akan dijamu Menpora, Andi Mallarangeng. "Baru Selasa sore mereka terbang ke Surabaya dan Rabu mereka bertanding," imbuh Llano.

Pertandingan amal ini rencananya akan disumbangkan untuk korban bencana alam Gunung Merapi dan Tsunami di Mentawai. Oleh sebab itu, untuk meminimalisir adanya calo, panpel pun memutuskan untuk menjual sebagian tiket via online.

Selasa, 02 November 2010

PERSEBAYA AJAK PEMAIN BICARA

Rabu, 03 November 2010 05:30:05 WIB
Reporter : M. Syafaruddin


Surabaya - Di tengah kondisi yang mulai tidak kondusif, PT Pengelola Persebaya (PT PP) mulai mengaja bicara pemain. Rencananya, Rabu (3/11/2010) siang, PT PP akan kembali menemui pemain untuk membicarakan masalah Persebaya.

Seperti diberitakan, sejak menyatakan diri menjadi bagian dari Indonesia Premiere League (IPL), Persebaya mendapat tenanan berat dari PSSI. Berawal dari ancaman pencoretan, kini organisasi pimpinan Nurdin Halid mulai merambah banyak aspek, slaah satunya adalah mencabut izin tinggal dan kerja pemain asing, izin usaha agen bahkan lisensi pelatih. Meski awalnya tidak gentar, namun lambat laut Persebaya mulai gembos. Setelah Amick Ciani gagal merapat, dua pemain asing, Juan Marcelo Cirelli adan John Tarkpor juga terancam meninggalkan Persebaya. Sedangkan pemain lokalm Harri Salisburi yang tak lain adalah menantu enggota exco, M Zein sudah pamitan untuk pulang.

Menghadapi kondisi seperti ini, CEO PT PP, Llano Mahardika mencoba untuk bersikap lebih dingin. Ia mengaku sudah bicara ke pemain. Pihaknya bahkan bakal menjamin keabsahan pemain, khususnya punggawa asing yang sangat takut dengan ancaman PSSI.

"Kita akan pr0teksi pemain. Tapi kita juga butuh kerjasama dari mereka. Saya sudah bicara ke mereka, katanya mereka minta waktu untuk berpikir," kata Llano.

Khususnya untuk pemain asing, ia meminta Tarkpor dan Cirelli tidak gentar menghadapi PSSI. Ia tentu sangat berharap kejadian Ciani tidak terulang ke keduanya. Apalagi Tarkpor dan Cirelli sudah menandatangani kontrak bersama Persebaya.

"Siang ini saya akan ke Surabaya untuk temui mereka. Saya akan bicara lagi dan minta jawaban pemain. Saya berharap pemain mengerti. Untuk segala urusan, kami berusaha menyelesaikan permasalahan secara kekeluargaan," pungkas Llano.

PERSEBAYA JAJAL PEMAIN KETURUNAN

Selasa, 02 November 2010 11:08:36 WIB
Reporter : Ribut Wijoto


Surabaya- Tanggal 10 November nanti, tepat pada hari Pahlawan, Persebaya bakal melakukan laga ujicoba. Lawannya bukan main-main, mereka adalah 18 pemain keturunan Indonesia yang saat ini sedang berlaga di Belanda.

"Ini pertandingan spesial bagi masyarakat Surabaya yang sedang memperingati Hari Pahlawan. Kebetulan, Persebaya mendapat tawaran ini berasal dari konsursium LPI di Jakarta," kata Ketua Umum Persebaya, Saleh Mukadar, Selasa (2/11/2010). Saleh menambahkan, 18 pemain keturunan tersebut bakal didampingi kepala Feyenoord Academy Rotterdam, Stanley Brard, dan asisten pelatih Feyenoord, Martens. Tak hanya itu, tim Persebaya yang akan melawan tim pemain naturalisasi ini bukan murni pemain Bajul Ijo. Pihak LPI sebagai penyelenggara menggunakan tenaga pemain tim LPI lainnya meski meminjam nama 'Persebaya'.

Berikut nama-nama pemain keturunan yang akan berlaga di Surabaya: Jhonny van Beukering dan Danny van Dijk yang bermain untuk DIO Groningen, Youry Verhappen FC Geldrop (kiper), Simon Latumalea ACV Assen Hoofdklasse (kiper), Rigan Agachi FC Geldrop (defender), Jeffrey Pohowainjaan FC Berkun Hoofdklasee (defender), Stephan Rahantoknam HHC Topklasse (defender/forward), Sergio Kawarmala VV De Valk Valkenswaart Topklasse (midfielder), Ruben Wuarbanaran FC Den Bosch Jupiler League (midfielder), Danny Van Dijk DIO Groningen (midfielder), Larry Van Ommen VV Dongen (midfielder), Dane Brard FC Dordrecht (midfielder), Tjaka Rahantoknam Be Quick (midfielder), Joram Pesulima DTS 351(midfielder), Bjorn Beckers VV Gement(midfielder), Jhonny van Beukering Transferable (forward), Jordi de Kat TOP (forward), Raphael Maitimu (forward), Koben Farneubun Prinses Irene(forward), dan Geovannni Wilikin TOP (defender).

Senin, 01 November 2010

Slemania Terima Bantuan Bonek untuk Korban Merapi

Senin, 01 November 2010 19:10:42 WIB
Reporter : Oryza A. Wirawan


Surabaya - Bantuan Bonek untuk korban bencana gunung Merapi akan terus mengalir hingga Selasa (2/11/2010). Bantuan pertama sudah diterima oleh pengurus Slemania, suporter PSS Sleman.

Menurut situs resmi www.slemania.or.id, bantuan dari Bonek sudah tiba Sabtu siang (30/10/2010). Bonek diterima Slemania di Posko Peduli Merapi, Stadion Tridadi, Sleman.
Ada sepuluh perwakilan Bonek yang hadir ke Sleman dan bertemu dengan pengurus pusat Slemania. Bantuan langsung disalurkan ke pengungsian Candibinangun Pakem.

Rencananya, Bonek masih akan membawa bantuan lagi sampai Selasa (2/11/2010). Saat itu, rencananya Persebaya Surabaya versi Wisnu Wardhana akan beruji coba dengan PSS Sleman di Stadion Maguwoharjo.

Sebagaimana diberitakan beritajatim.com, sejak Jumat (29/10/2010) lalu, pihaknya sudah mengirimkan relawan ke Sleman. "Mereka berangkat naik kereta api, Jumat malam," ucap Hasim, Senin (1/11/2010).

Selama di Sleman, menurut Hasim, rekan-rekan Bonek diperbantukan di daerah Umbulharjo. "Kami membawa bantuan makanan, pakaian dan kebutuhan yang kiranya bisa kami bantu. Insya Allah hari ini ada lagi relawan yang berangkat ke Sleman," lanjut pria berambut gondrong ini.

BONEK KIRIM RELAWAN KE MERAPI`

Senin, 01 November 2010 11:31:41 WIB
Reporter : M. Syafaruddin


Surabaya- Kepedulian terhadap bencana Gunung Merapi dan Tsunami Mentawai terus berdatangan. Kali ini suporter Persebaya, Bonek menyatakan kepeduliannya terhadap korban bencana. Aksi kepedulian itu direalisasikan melalui pengiriman relawan dan konser amal.

Koordinator Bonek, Nur Hasim mengatakan, sejak Jumat (29/10/2010) lalu, pihaknya sudah mengirimkan relawan ke Sleman. "Mereka berangkat naik kereta api, Jumat malam," ucap Hasim, Senin (1/11/2010). Selama di Sleman, menurut Hasim, rekan-rekan Bonek diperbantukan di daerah Umbulharjo. "Kami membawa bantuan makanan, pakaian dan kebutuhan yang kiranya bisa kami bantu. Insya Allah hari ini ada lagi relawan yang berangkat ke Sleman," lanjut pria berambut gondrong ini.

Tak hanya mengirimkan relawan ke Sleman, Bonek juga mengadakan konser amal bersama Arek Band. Konser ini diadakan di salah satu distro Bonek di Jalan Urip Sumoharjo, Surabaya. Di tempat yang sama pula, Bonek melakukan aksi turun ke jalan untuk menggalang dana. Segala aksi itu diberi nama 'Bonek Satu Hati untuk Negeri for Merapi and Mentawai'.

"Seluruh hasil dari acara ini akan kami sumbangkan ke Mentawai dan Merapi. Memang jumlahnya tidak seberapa, tapi kami berusaha sebisa mungkin bermanfaat bagi korban bencana," pungkas Hasim.

AJI SANTOSO TANGGAPI SANTAI ANCAMAN PSSI

Senin, 01 November 2010 09:13:35 WIB
Reporter : M. Syafaruddin

Surabaya - Tak hanya agen dan pemain asing yang mendapat ancaman oleh PSSI, para pelatih yang mengarsiteki tim Indonesia Premiere League (IPL) juga mendapat ancaman dari PSSI. Meski begitu Aji Santoso, pembesut Persebaya terlihat santai.

Ketika ditanya apakah dia tidak takut lisensi kepelatihannya akan dicabut oleh PSSI, Aji tidak memberikan jawaban bertele-tele. Dengan santai ia menjawab. "Saya tidak mau memikirkan hal itu dulu lah mas. Saya fokus tim," katanya. Meski santai ketika menjawab, namun dari wajahnya, nampak jelas rona cemas dan beban yang sangat berat. Maklum, pelatih mana yang mau lisensinya dicabut secara otoriter oleh PSSI dan tanpa pandang bulu. Apalagi mereka sudah mengeluarkan uang jutaan rupiah untuk kursus kepelatihan.

Apalagi, menurut catatan beritajatim.com, Aji merupakan salah satu lulusan terbaik kursus kepelatihan lisensi A tahun 2008 lalu. Bersama asisten pelatih Timnas, Widodo C Putra, kedua legenda Indonesia ini duduk di peringkat teratas daftar lulusan terbaik.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, satu persatu komponen tim Persebaya IPL 'mrotoli'. Setelah Amick Ciani dipastikan batal bergabung, Bajul Ijo juga terancam kehilangan Juan Marcelo dan John Tarkpor. Tak hanya itu, menantu petinggi PSSI, Harri Salisburi juga berniat angkat kopor.