Jumat, 01 Oktober 2010

BONEK DEMO

Langkah Saleh Ismail Mukadar membawa Persebaya tampil di Liga Primer Indonesia (LPI) mulai dapat ganjalan dari dalam. Sekelompok orang yang mengaku suporter Persebaya melakukan aksi penolakan dengan menggelar demonstrasi ke DPRD dan Walikota Surabaya, Kamis (30/9).

Di dua tempat ini, sekitar 200 suporter yang melakukan demo mendesak dewan memanggil Saleh dan ketua harian Cholid Ghoromah. Menurut mereka, kedua orang itu dianggap bertanggung jawab membawa Persebaya ke LPI. Kami minta langkah ini dihentikan. Persebaya harus ikut Divisi Utama. Bukan LPI," tegas Imron, salah satu pendemo.

Walikota Surabaya Tri Rismaharini berjanji akan menindakanjuti aksi ini. Pemkot, terang walikota yang baru dua hari dilantik ini, akan mencoba mengkomunikasikan persoalan ini dengan pengurus Persebaya.

"Kalau saya disuruh pegang (Persebaya) jelas tak mampu. Tapi saya akan coba komunikasikan hal ini," ujarnya.

Menanggapi aksi ini, Saleh Mukadar hanya tersenyum. Menurutnya, ada dua hal yang bisa dibaca dari aksi tersebut. Pertama, bisa jadi aksi ini dilatarbelakangi ketidaktahuan tentang langkah Persebaya menuju profesionalisme murni. Ini dibuktikan dengan menggandeng Medco guna menutup pembiayaan karena tak lagi menggunakan APBD.

"Kalau itu yang melatarbelakangi, maka kami akan undang teman-teman suporter untuk mendapatkan pemahaman utuh," jelasnya.

Tapi, lanjut Saleh, bisa juga demo tersebut sudah membawa kepentingan tertentu. Artinya, aksi ini ada yang mendalangi atau menunggangi.

"Kalau lihat orang-orangnya, saya kira diragukan niatan mereka untuk memajukan Persebaya. Dulu, mereka ini yang berteriak kencang menghujat PSSI, tapi sekarang justru minta kita menyembah Nurdin Halid. Ada apa?" sergahnya..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar