Kamis, 14 Oktober 2010

PEMAIN PERSEBAYA AKAN MEMBAYAR PAJAK SEBAGAI WUJUD PROFESIONALISME

Kamis, 14 Oktober 2010 12:56:10 WIB
Reporter : M. Syafaruddin

Surabaya - Sebagai salah satu perwujudan klub profesional, Persebaya Surabaya mengharuskan pemainnya untuk membayar pajak penghasilan. Pajak ini dipotong dari gaji mereka setiap bulan.

Komisaris PT Persebaya Indonesia, Saleh Ismail Mukadar menegaskan, pembayaran pajak penghasilan ini sebagai wujud profesional yang disandang Persebaya. "Nanti pemain juga harus bayar pajak atas gajinya," ucap Saleh. Nantinya, ketika pemain menerima gaji, uang yang mereka terima sudah terpotong pajak. Ditemui di Mes Eri Irianto, Kamis (14/10/2010) siang ini, selain mewajibkan pemain membayar pajak, pihak PT Pengelola Persebaya Indonesia juga akan membayar pajak mess dan stadion.

"Karena tanah di mess kita masih milik Pemkot Surabaya, lapangan juga milik Pemkot. Nantinya kita akan bayar itu," sambung Saleh.

Saleh berharap, dengan penandatanganan kerja sama dengan pengelola, Bajul Ijo mampu meraih prestasi terbaik. Selain itu, profesionalisme Persebaya juga menjadi tonggak kebangkitan sepakbola nasional.

Saleh juga ingin menghapus anggapan bahwa dirinya memiliki Persebaya karena saham mayoritas dimiliki Saleh. Ia juga menegaskan bahwa 100 persen Persebaya masih milik rakyat Surabaya dan klub-klub internal.

"Saya ini hanya pelaksana mandat. Apalagi dalam aturan Menteri Keuangan disebutkan, Pemkot tidak boleh masuk dalam badan usaha yang tidak untung," tutup Saleh.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar