Senin, 11 Oktober 2010 15:15:15 WIB
Reporter : M. Syafaruddin
Surabaya - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melalui Wakil Walikota, Bambang DH menyampaikan dukungan ke Persebaya yang akan berlaga di Liga Primer Indonesia (LPI). Selain itu Bambang juga mendukung langkah Bajul Ijo yang bekerja sama dengan konsorsium yang diketuai Arifin Panigoro.
"Mestinya ini ditangkap sebagai sebuah kemajuan. Inilah sebetulnya esensi gerakan reformasi. Esensi otonomi daerah itu di antaranya mendorong daerah lebih berdaya, kalau sudah berdaya jadi lebih mandiri," kata Bambang kepada beritajatim.com, Senin (11/10/2010) siang tadi. Ditemui di Gedung Juang 45, mantan Ketua Umum Persebaya ini teringat, begitu susahnya Persebaya untuk mendapatkan dana APBD. Bagaimana sulitnya meyakinkan anggota dewan tentang kebutuhan belanja Bajul Ijo yang sangat besar. Tak heran jika waktu ia mendapat banyak keluhan dari pengurus ataupun manajemen.
Jadi ketika ada perusahaan sekelas Medco yang tertarik menggandeng Bajul Ijo untuk menuju profesional, Bambang sangat senang. "Ini situasi sangat bagus. Ada keberanian investor masuk untuk mandiri kok malah mendapat penyikapan respon yang kurang baik. Ini ya lucu," sindir Bambang.
Ia heran kenapa ada sebagian kelompok yang menolak kerjasama Persebaya dengan pihak Arifin Panigoro. "Mestinya kita justru mendorong, sebab ini mengurangi beban pemerintah dalam hal keuangan. Saya akan mendorong agar ini segera terwujud," sambungnya.
Bambang melanjutkan, dengan kerja sama yang dilakukan Persebaya dengan pihak konsorsium, maka anggaran untuk Bajul Ijo dapat dialokasikan untuk kebutuhan lainnya, misalnya pendidikan atau kesehatan.
Jadi bila ada pihak yang mendorong agar Persebaya tetap mendapatlan dana APBD, berarti mereka tidak paham tentang esensi reformasi. Selain itu, orang itu juga mengalami kemunduran. "Justru ini mesti harus didukung, sebab pemerintah jadi enak. Anggaran Persebaya yang mestinya beberapa miliar bisa digeser untuk hal yang lain," tutupnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar