Panpel pertandingan Persebaya 1927 menyanggah kabar pertandingan lawan Solo FC, Senin (9/5/2011) bakal digelar tanpa penonton. Menurut Ketua Panpel, Sutrisno, tidak ada alasan yang kuat untuk melakukan hal itu.
Sebelumnya, Direktur Operasional Solo FC, Abraham EW Turangan menyatakan bakal berusaha agar laga kontra anak asuh Aji Santoso digeber tanpa penonton.
"Kalau di Surabaya tanpa penonton tapi tidak ada persoalan apa-apa mungkin nggak? Nanti penjelasannya ke penonton seperti apa. Kalau ada hukuman baru bisa," tegas Sutrisno, Rabu, (4/5/2011) sore. "Pihak Solo FC juga sepakat penyelenggara tetap Surabaya. Bahkan mereka sudah memesan tiket," sambung pria paruh baya ini.
Bahkan panpel sudah memesan 27 ribu tiket untuk laga ini. Persebaya 1927 mungkin menjadi tim paling beruntung di Liga Primer Indonesia (LPI) pekan ini. Bagaimana tidak, mereka tidak perlu capai-capai ke Solo, sebab laga kontra Solo FC digelar di kandang mereka, stadion Gelora 10 Nopember, meski Solo FC lah berstatus tuan rumah.
Pemindahan pertandingan ke Surabaya ini tak lepas dari keputusan Polrestabes Surakarta yang tidak memberikan izin laga di kandang Solo FC, stadion Manahan. Akibatnya, pertandingan pun digelar di Surabaya, Senin (9/5/2011) mendatang. "Kita sebenarnya hanya membantu. Istilahnya kita disewa untuk menyelenggarakan pertandingan," terang Sutrisno.
Meski kedapatan, Sutrisno menegaskan tidak ada bagi hasil, seperti yang biasa dilakukan oleh kompetisi selain LPI. "Dana sementara kita talangi. Tapi itu nanti ditanggung Solo. Nah, di pembukuan LPI pelaksanaan pertandingan ini juga masuk pos Solo FC," terang Sutrisno.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar