Laporan Fahri Rayyana dari Surabaya
7 Okt 2010 05:38:00
Langkah ini untuk menghindari polemik dengan PSSI sekaligus menghindari intimidasi pada klub bersangkutan
Intimidasi maupun ancaman ternyata tak menyurutkan rencana digelarnya Liga Primer Indonesia (LPI). Penegasan ini disampaikan juru bicara tim perumus LPI, Arya Abhiseka, saat bertemu dengan pengurus klub anggota Persebaya, suporter, dan media di Surabaya, Rabu (6/10).
"Sejauh ini semua sudah sesuai rencana. Proses verifikasi saat ini masih terus berlangsung. Doakan semua lancar sampai hari H kompetisi nanti," jelas Arya.
Sayangnya, mantan presenter salah satu televisi swasta ini enggan menyebut klub mana saja yang bakal ambil bagian dalam LPI.
Menurut Arya, pihaknya belum bisa menyebut sekarang. Dia khawatir, penyebutan tersebut justru kontra produktif bagi klub bersangkutan.
"Selain itu, kami tak mau berpolemik dengan PSSI," ujarnya.
Arya kemudian mencontohkan apa yang dialami Persebaya saat ini. Sikap terang dan lantang ikut LPI justru mengundang beragam tekanan dari segala penjuru.
"Kecuali Persebaya yang sudah lantang bersuara, kami belum bisa sampaikan klub mana saja yang ambil bagian di LPI," tambahnya.
Meski begitu, Arya memastikan klub peserta LPI bakal terima banyak keuntungan (revenue). Pasalnya, PT Liga Primer selaku pengelola kompetisi, mayaoritas sahamnya dimiliki klub peserta. Sistem ini sangat menguntungkan klub karena akan merasakan langsung tiap dana yang masuk.
"Mulai sponsor, siaran tv sampai pendapatan lainnya. Semua dikelola klub dan untuk klub," tegasnya.
Disinggung mengenai pengakuan dari AFC maupun FIFA, Arya memastikan tak masalah. Sebab, semua langkah yang dilakukan sesuai dengan roadmap yang diberikan AFC dan FIFA.
"Kita lihat saja nanti," ujarnya, pendek "Sejauh ini semua sudah sesuai rencana. Proses verifikasi saat ini masih terus berlangsung. Doakan semua lancar sampai hari H kompetisi nanti," jelas Arya.
Sayangnya, mantan presenter salah satu televisi swasta ini enggan menyebut klub mana saja yang bakal ambil bagian dalam LPI.
Menurut Arya, pihaknya belum bisa menyebut sekarang. Dia khawatir, penyebutan tersebut justru kontra produktif bagi klub bersangkutan.
"Selain itu, kami tak mau berpolemik dengan PSSI," ujarnya.
Arya kemudian mencontohkan apa yang dialami Persebaya saat ini. Sikap terang dan lantang ikut LPI justru mengundang beragam tekanan dari segala penjuru.
"Kecuali Persebaya yang sudah lantang bersuara, kami belum bisa sampaikan klub mana saja yang ambil bagian di LPI," tambahnya.
Meski begitu, Arya memastikan klub peserta LPI bakal terima banyak keuntungan (revenue). Pasalnya, PT Liga Primer selaku pengelola kompetisi, mayaoritas sahamnya dimiliki klub peserta. Sistem ini sangat menguntungkan klub karena akan merasakan langsung tiap dana yang masuk.
"Mulai sponsor, siaran tv sampai pendapatan lainnya. Semua dikelola klub dan untuk klub," tegasnya.
Disinggung mengenai pengakuan dari AFC maupun FIFA, Arya memastikan tak masalah. Sebab, semua langkah yang dilakukan sesuai dengan roadmap yang diberikan AFC dan FIFA.
"Kita lihat saja nanti," ujarnya, pendek
Tidak ada komentar:
Posting Komentar