Selasa, 19 Oktober 2010 22:26:25 WIB
Reporter : M. Syafaruddin
Surabaya - Meski mendapat desakan dari Komisi A DPRD Surabaya dan Pengurus Persebaya Surabaya Tandingan, KONI Surabaya berjanji tidak akan mengucurkan dana APBD untuk salah satu kubu, baik itu Pengcab PSSI Surabaya versi Taman Sari atau Utami.
Ketua Umum KONI Surabaya, Heroe Poernomohadi menjelaskan, hingga saat ini pihaknya tetap berusaha berjalan pada track yang ada, yakni sesuai dengan AD/ART KONI. Sayangnya AD/ART ini tidak digubris saat hearing dengan Komisi A, Senin (18/10/2010) siang. Dalam pertemuan itu, Komisi A mendesak agar KONI mengucurkan dana untuk PSSI versi Utami.
"Kami tidak akan terbawa arus. Kami akan berjalan sesuai aturan yang ada. Termasuk masalah anggaran, kami tidak akan terpengaruh siapapun," ucap Heroe.
Padahal di sisi lain, saat ini ada upaya yang dilakukan KONI Surabaya dan KONI Jatim untuk menggelar Muscablub, dalam rangka penyelesaian masalah dualisme kepemimpinan PSSI Surabaya. "Kita memang menghadapi orang-orang yang tidak memahami aturan. Sementara ini, kami akan mendorong melalui jalur formal dan informal agar Muscablub tetap dilaksanakan," kata Heroe.
Heroe menambahkan, nampaknya ada yang kurang tepat dalam sistem organisasi Pengcab versi Utami. "Selama ini mereka menggunakan skema top down, disamakan dengan partai politik. Seharusnya, saya sepakat dengan KONI Jatim dan Klub, kedaulatan seharusnya ada di tangan klub," sambung pria murah senyum ini.
Tindakan KONI Surabaya yang menolak desakan Komisi A mendapat apresiasi dari 21 klub pro Muscablub. "Kami memberikan apresiasi ke KONI yang berani menolak mengucurkan dana pembinaan ke Pengcab Utami," ucap Ketua PS Pelabuhan III, Kardi Suwito.
Perwakilan tim Indonesia Muda (IM), Suprastowo juag mendukung langkah KONI Surabaya. Sedikit memberikan catatan, Prastowo meminta KONI lebih bijak dalam mencairkan dana. Selain itu, ia juga meminta KONI lebih teliti dalam mengamati proses organisasi.
"Atas nama 21 klub, kami sangat-sangat tidak setuju bila dana dicairkan ke kelompok minoritas. Untuk itu kami minta agar KONI sangat berhati-hati dalam mengambil keputusan," harapnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar