Reporter : Ribut Wijoto
Yogyakarta - Dugaan Mbah Maridjan meninggal semakin kuat. Tadi pagi sekitar pukul 06.30, RS Sardjito Yogyakarta menerima kedatangan jenazah yang mirip dengan juru kunci gunung Merapi tersebut."Benar, jenasah mirip Mbah Maridjan sudah ada di sini," kata petugas RS Sardjito, Rabu (27/10/2010).
Sekadar diketahui, belasan orang ditemukan tewas di rumah Mbah Maridjan di Dusun Kinahrejo, Umbulharjo, Cangkringan, Sleman, Yogyakarta. Letak rumah memang hanya berjarak 5 kilometer dari puncak Merapi. Walau banyak korban tewas, ada informasi lain yang mengatakan dia sudah ditemukan dalam kondisi lemas dan kini sedang dirawat intensif. Sampai kini, kebenaran informasi tersebut masih simpang siur.
Sementara itu, dini hari tadi, sembilan korban tewas masih berada di Rumah Sakit dr Sardjito, Yogyakarta. Petugas rumah sakit, Tri Yoga, mengatakan, dari sembilan korban tewas tersebut, tiga korban --Tarno, Imam Nur Kholik, dan Sipon-- merupakan warga Dusun Kinahrejo, Desa Umbulharjo, Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Sedangkan dua korban tewas lainnya, Wahono dan Puji Rano, dari Dusun Pelemsari, Desa Umbulharjo.
Selanjutnya, Yamto Utomo dari Dusun Ngrangkang, Desa Umbulharjo, dan Sajiman warga Desa Kepuharjo, Cangkringan. Seorang korban tewas belum diketahui indentitasnya, yang diduga warga Cangkringan. Seorang lagi adalah editor VIVAnews, Yuniawan W Nugroho dari Cibinong, Bogor.
Ia mengatakan, jumlah korban yang terluka 14 orang, seorang di antaranya merupakan relawan bernama Diah Permonosari yang terluka akibat menyelamatkan seorang korban. "Relawan yang terluka itu setelah mendapatkan perawatan di rumah sakit diperbolehkan pulang karena hanya lecet pada kaki," katanya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar