Minggu, 24 Oktober 2010 16:07:57 WIB
Reporter : -
Semarang - Liga Super Indonesia kini punya saingan setelah kompetisi Liga Primer Indonesia dideklarasikan, di Semarang, Jawa Tengah, Minggu (24/10/2010). Setidaknya 20 klub telah menyatakan siap mengikuti kompetisi itu.
Deklarasi dihadiri pengusaha nasional, Arifin Panigoro sebagai penggagas Liga Primer Indonesia, sejumlah tokoh Jawa Tengah dan tokoh sepak bola nasional. Ke-17 klub yang hadir dalam deklarasi itu yakni Semen Padang, PSPS Pekanbaru, Arema Malang, Bali Dewata FC, Bogor Raya FC, Jakarta FC, Manado United, Maung Bandung Raya, Medan Chief, Persebaya, Persema, Persibo dan Persis Solo. Juga PSM Makassar, PSMS Medan, Semarang United, dan Semen Padang. Sementara tiga klub lainnya tinggal tanda tangan itu adalah Persisam, Bontang FC, dan Deltras.
Arya Abhiseka, salah satu penggagas LPI, sebelumnya menerangkan, peserta deklarasi sebanyak 20 klub yang terdiri dari peserta Liga Super Indonesia dan beberapa klub Divisi Utama. Kick off Liga Primer Indonesia akan digelar di Stadiun Manahan Solo, Januari mendatang, kata Arya Abhiseka.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, LPI dibuat juga dalam rangka menciptakan kemandirian klub-klub sepak bola di Indonesia agar tidak selalu bergantung pada dana APBD. LPI ingin klub-klub di Indonesia benar-benar profesional. Selama ini dengan mengikuti kompetisi liga Indonesia yang dikelola PSSI, klub tidak mendapatkan penghasilan sebagaimana yang didapat klub-klub Eropa, seperti Liga Inggris, Italia, dan Spanyol.
LPI yang dikelola pengusaha Arifin Panigoro bersama beberapa pengusaha Indonesia ini akan memberikan dana awal sekitar Rp 20 miliar untuk setiap klub yang bergabung. Klub-klub yang ikut Liga Primer dilarang menggunakan dana anggaran pendapatan dan belanja daerah seperti yang kerap dilakukan dalam Liga Super.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar