Senin, 25 Oktober 2010 21:18:35 WIB
Reporter : M. Syafaruddin
Surabaya - Sebagai sebuah tim yang profesional, sudah sepantasnya tiap klub memiliki mess sebagai tempat tinggal pemain selama mengarungi kompetisi. Namun hal ini belum tertampak di tim Persebaya Surabaya Divisi Utama. Hingga saat ini tim bentukan Pengcab PSSI Surabaya ini belum punya mess di Surabaya.
Untuk sementara, para pemain dan pelatih tinggal di mess Persikubar Kutai Barat di daerah Sidoarjo. Sedangkan Mess Eri Irianto masih ditempati tim Persebaya Liga Primer Indonesia (LPI). "Itu hak kita, dan kita nantinya yang akan menempati mess itu," kata Ketua Umum Persebaya Divisi Utama, Wisnu Wardhana. Oleh sebab itu, Wisnu bakal berkomunikasi dengan Walikota Surabaya, Tri Rismaharini menyangkut masalah pengambil alihan mess Eri Irianto. "Sebagai Walikota, Bu Risma harus ikut memikirkan nasib Persebaya," katanya, Senin (25/10/2010).
Pria yang menjabat sebagai Ketua DPRD Kota Surabaya ini menambahkan, pihaknya bakal menjunjung tinggi nilai etika. Untuk itu ia tidak serta merta mengusur tim Persebaya LPI dari Mess. "Kami juga masih mencoba melakukan musyawarah mufakat," lanjut pria asal Malang ini.
Wisnu bersikukuh, tim Persebaya yang dilaunching, 22 Oktober lalu merupakan tim yang asli karena mendapat restu dari Ketua Umum PSSI Nurdin Halid. Tak hanya kebingungan mencari mess, untuk tempat latihan saja, tim ini harus menumpang di kota lain, yakni daeah Suko, Sidoarjo.
Padahal jauh hari mereka sudah berkoar bakal memakai stadion Gelora 10 Nopember dan lapangan Karanggayam untuk latihan setiap hari. Selain masalah mess dan tempat berlatih, kabarnya hingga saat ini tim yang membajak pemain Persikubar ini belum melakukan latihan.
"Saya sendiri masih menunggu telepon kapan mulai berlatih," aku pemain Persebaya Divisi Utama, Wimba Sutan Fanosa.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar